Mencari Mutiara Kehidupan

Hidup ini hanya sementara. Akhiratlah kehidupan yg sebenarnya…!

Untuk mencapai “kehidupan yg sebenarnya”, kita perlu melalui hidup yg sementara ini.

Bekal mencapai kehidupan sebenarnya (baca ; akhirat) tidak cukup hanya mencari materi semata. Kita perlu mengumpulkan butiran hikmah yg tercerai-berai dari kerasnya ‘kehidupan sementara’ yg kita jalani.

Butiran-butiran hikmah yg saya maksud adalah ‘mutiara kehidupan’ yg tidak ternilai harganya. ‘Mutiara kehidupan’ tidak bisa diperoleh instant. Ia pun tidak bisa diperjualbelikan.

Mutiara kehidupan hanya bisa diperoleh dari pengalaman hidup dan kemauan kita untuk belajar dari kejadian alam sekitar.

Untuk itulah penulis menerbitkan blog/website pribadi ini. Penulis berharap blog ini bisa menjadi ajang bertukar pikiran, merenungkan kisah-kisah hidup, dan mengambil saripatinya untuk bekal kebahagian dunia-akhirat.

Saripati itu penulis sebut “Mutiara Kehidupan”.



 Hidup ini Keras atau Lunak Teman?

Hidup ini keras bagi orang-orang yg lemah : lemah imannya, lemah usahanya, lemah impiannya, lemah mentalnya.

Hidup ini lunak bagi orang-orang yg kuat : kuat imannya, kuat usahanya, kuat impiannya, kuat mentalnya.

Jika kita kuat menghadapi kehidupan, maka kehidupan akan lunak kepada kita. Jika kita lemah menghadapi kehidupan, maka kehidupan akan keras kepada kita.

Mari fokus membangun kekuatan hari demi hari. Meski terlihat kecil dan kadang melalui banyak kesalahan, itu adalah fondasi yg akan menguatkan usaha kita jangka panjang.

“Hidup kita mengikuti apa yg kita Fokuskan sejak kini”

Yang masih Belajar tentang Kehidupan,

Davit
=====

Belajar Bisnis

NB : Apa Kata Mutiara teman-teman yg Budiman hari ini? Silahkan tulis di bawah..!



 Hidup Seperti Menanam Benih

Jika Hidup ibaratnya menanam benih, mengapa harus memaksakan memetik buah sebelum panen? Kita akan panen besar ketika buah sudah matang dan tiba waktunya.

Namun ketika buah masih muda, lalu kita paksakan panen dengan ‘memaksakan segala cara’, maka buahnya akan terasa pahit dimakan.

Karena hidup seperti menanam benih, maka tugas kita yg terbaik adalah menjalankan prosesnya, mengikuti aturan takaran ‘pupuk dan pengairan’, belajar beradaptasi dengan segala musim, dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya bagaimana cara berhasil bercocok tanam.

Jika kita menjalani proses bercocok tanam dengan benar, maka jika tiba saatnya panen, kita akan tersenyum puas dengan hasil yg didapat. Jerih payah selama berbulan-bulan atau bertahun tahun akan terbayar dengan balasan kenikmatan yg tak terperikan.

Seyogyanya itulah ‘Cara yg benar’ jika kita ingin Hidup selamat dunia-akhirat. Bahagia dunia-akhirat.

Jalani prosesnya mengikuti aturan, niscaya PANEN KEBAIKAN akan kita terima di ‘Hari Pembalasan’ Kelak..!

Yang masih Belajar tentang Kehidupan,

Davit, RWP

NB : Apa Kata Mutiara teman-teman yg Budiman hari ini? Silahkan tulis di bawah..!