Desember 2010, HUT Ke-3 Davit Jadi Pebisnis Online

Ya Allah, Ternyata waktu 3 tahun sudah Saya lewati..! Bisnis Online Saya mulai mengidap penyakit ‘menjamur’…

Kalau tahun lalu Saya merayakan HUT ke-2 dengan menuliskan Artikel sebelum bulan Desember, tahun ini Saya menuliskannya di akhir Desember.

Agak telat memang, karena sedang mengerjakan beberapa project BisnisDavit Grup, ditambah persiapan Training Cabang RWP dan Bimbel Bisnis Online di awal tahun 2011.

Namun bagi Saya tidak masalah, yg penting masih bisa mengambil hikmahnya utk diri sendiri maupun untuk pembaca yg Budiman.

Hikmah bagi diri sendiri yaitu : Ketika Saya merasa down atau sedang dilanda kesulitan, Saya sering kembali membaca tulisan yg Saya buat di Blog ini. Ketika membuat tulisan biasanya mengandung energi semangat yg tinggi, maka ketika menghadapai kesulitan dan membaca artikel sendiri, Saya kembali bersemangat seperti impian semula. Ini adalah salah satu tips agar kita tetap konsisten dengan cita-cita yg ingin kita raih.

“Buatlah dan tulislah mimpi Anda sebesar mungkin, lalu sering-sering membaca dan mempraktekkannya”.

Jangan hanya di khayalan, tapi ditulis. Insya Allah sekitar 70-80% cita-cita kita akan terwujud. Ya hitungan kasarnya, jika kita punya impian berpenghasilan Rp. 10 Juta per bulan dari internet, maka jika dapat sekitar Rp. 7-8 Juta saja kita sudah sangat bersyukur, ya nggak??? Itu kan namanya 70-80%, sudah lebih dari cukup untuk gaji seorang pegawai biasa.

Kalo gitu, kenapa tidak dibuat saja impian penghasilan Rp. 20 juta, 30 juta, atau bahkan Rp. 100 juta? Toh impian itu kan gratisss? Peluang penghasilan tentu akan lebih besar lagi..!

Jika terwujud tentu akan banyak orang yg bisa kita bantu ; membuka lapangan kerja, bersedekah yg banyak, menaik-hajikan orang tua, membantu tetangga yg kesulitan, mendirikan yayasan yatim piatu, panti jompo,  membangun masjid, dan lain sebaginya.

Sekali lagi, impian itu gratis. Mimpilah yg besar, dan wujudkan mimpi tsb dengan Doa dan perbuatan. Insya allah mimpi itu akan mendekati kita.

Hikmah bagi pembaca yg budiman yaitu : Semoga bisa ikut terbakar semangatnya setelah membaca tulisan ini. Bagi yg belum berpenghasilan agar bisa segera mewujudkan penghasilan pertamanya dari Bisnis Online.

Bagi yg sudah berpenghasilan, agar bisa meningkatkan penghasilannya beberapa kali lipat sampai impiannya terwujud. Bagi yg sudah merasa sejahtera dengan penghasilan Bisnis Onlinenya agar bisa menularkan ilmunya kepada orang lain. Bagi yg sudah merasa menularkan ilmunya kepada orang lain agar bisa berbuat lebih dan lebih banyak lagi.

Begitulah idealnya hidup, keberadaan kita harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain sebanyak-banyaknya, karena kita hidup hakikatnya sedang mengumpulkan amal. Dan di dunia ini sangat banyak Ladang Amal yg bisa kita tanam, suatu saat kita bisa memetiknya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

“Kita pantas untuk Sukses, Kita berhak dapat Rezeki berlimpah karena sesungguhnya nikmat Allah sangat berlimpah di dunia ini”.

Tidak ada yg bisa menghalangi kecuali diri kita sendiri yg membuat pembatas.

“Kesuksesan itu ada di mana-mana, kesuksesan itu milik semua orang. Kita memiliki pembeda spesifik yg tidak sama dg orang lain. Fokuskan pada kekuatan pembeda Anda, kembangkan setinggi-tingginya, Insya Allah Anda akan dibayar mahal karena kekuatan pembeda tadi ..!”

Okay, berikut Saya jelaskan perkembangan Bisnis Online BisnisDavit Grup yg mulai menjamur di tahun ke-3 ini :

1. Dalam bulan ke-24 hingga ke-36 ini Saya sudah menambah beberapa karyawan, baik bagian IT, customer service, Web Design, bagian pengiriman, Supir, dan bagian umum. Tim kami melayani lebih dari 3.500 member RWP tiap hari dan 40.000 lebih list BisnisDavit.

2. Jika pada HUT ke-2 Saya bermimpi ingin punya kantor cabang, sekarang sudah terbentuk lebih dari 30 kantor cabang RWP Grup. Sebagian sudah berpenghasilan dari bisnis online, sebagian lagi sedang proses belajar. Target awal cuma 5 cabang di thn 2010, namun di luar dugaan peminatnya luar biasa. Jadilah fokus Saya sekarang membina tiap cabang RWP agar bisa mandiri dan berpenghasilan rutin dari bisnis online. Jika mereka sudah berpenghasilan, tentu bisa mengajar member RWP di daerah masing-masing.

Ada 5 Lingkup kegiatan belajar RWP Grup di seluruh Indonesia, yaitu : Belajar Bareng RWP (BB RWP), Privat Gratis member RWP di Kantor Pusat,
Training RWP untuk Umum, Training cabang Regional RWP, dan Training seluruh Cabang RWP di Kantor Pusat.

Untuk penjelasan lebih detail, Anda bisa Download Ebook Company Profile RWP Grup berikut :

Company Profile RWP Grup dalam Menciptakan 1 juta Lapangan Kerja.

3. Impian Saya untuk memajukan Bisnis Sepatu Offline secara online ternyata mulai berwujud. Sejak di-onlinekan, secara bertahap SepatuBogor.com sudah mendapat pesanan dari berbagai kota dan pulau di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Bahkan produk kami sempat mendapatkan pesanan dari Malaysia beberapa waktu lalu. Website SepatuBogor.com sudah masuk halaman pertama Google untuk 4 kata kunci (keywords) dari beberapa kata kunci yg dibidik. (lihat screenshot pada web Bimbel RWP di bawah).
Kami juga menggunakan iklan Google Adwords utk lebih mendongkrak kunjungan dan penjualan.

Alhasil, Alhamdulillah sekarang CS SepatuBogor tidak pernah sepi mendapat pertanyaan/order dari pengunjung web kami setiap hari. Insya Allah ini akan menjadi cikal bakal pemberdayaan produk home industri khas Kota Bogor ini secara online.

Misi Saya di sini adalah akan menjadikan Sepatubogor.com sebagai Pasar Grosir online terbesar di Indonesia untuk Produk Sandal Sepatu Wanita dan Anak-anak.

Di akhir tahun 2010 juga telah diluncurkan layanan terbaru dari RWP Grup, yaitu : Bimbel Bisnis Online RWP Grup.

Berdasarkan pengalaman, untuk berhasil di Bisnis Online, maka kita harus menggabungkan metode belajar online dan offline. 1 kali belajar pertemuan tatap muka sama dengan 1 bulan belajar sendiri di rumah (pengalaman pribadi sbg pemula, Anda boleh percaya boleh tidak).

Bimbel RWP Grup ini sangat spesial karena hanya untuk 7 orang / kelas.  Jika ada yg mendaftar lebih dari 7 org, maka akan dimasukkan ke jadwal belajar berikutnya.

Penjelasan lengkap tentang Bimbel Bisnis Online secara offline bisa Anda cek di sini :
RWPGrup.com/bimbel

4. Di tahun 2011 nanti, Insya Allah Saya akan meluncurkan Produk Informasi terbaru dengan tema :
“Melejitkan Potensi Otak untuk Sukses di Bisnis Online”.

Isinya kira-kira demikian :

Berani Bermimpi Besar, Menyusun Visi dan Misi Bisnis, Berani Membuat Target Penghasilan Besar, Bagaimana banyak berbagi akan meningkatkan Penghasilan, Pengaturan Waktu Kerja efektif untuk mencapai Target,
Bagaimana menangkap ide bawah Sadar untuk jadi Sumber duit di internet, Gunakan Daya Ungkit Bisnis, dan Membuat Laporan Keuangan Bulanan untuk Ramalan Target Bisnis bulan berikutnya.

5. Di tahun 2011 nanti, Saya juga sangat bercita-cita untuk bisa membeli Rumah besar yg banyak ruangan dan halamannya luas. Rumah tsb akan menjadi kantor Yayasan BisnisDavit Grup yg menaungi anak yatim dan pengusaha kecil/mikro. Anak yatim yg dibina dan tinggal di sana setidaknya 10 orang ditahun pertama, lalu pengusaha kecil/mikro yg diberdayakan setidaknya 20 orang.

Untuk anak yatim, mereka dibina shalatnya, ngajinya, dan dibekali ilmu bisnis agar bisa mandiri kelak. Mereka akan dibina dan diajar oleh orang-orang yg berkompeten di bidangnya. Sementara untuk para pedagang kecil/mikro, mereka akan dapat pembinaan dan pembiayaan permodalan usaha dengan jumlah minimal Rp. 100.000,- sampai beberapa juta (dengan melihat skala usahanya).

Para pengusaha ini diwajibkan mengikuti pengajian minimal seminggu sekali, absensi dari imam setiap kali mereka shalat jemaah di masjid, dan latihan puasa senin-kamis. Bagi pedagang asongan yg sering berkeliling dari kampung ke kampung, maka ketika mendengar suara adzan diwajibkan untuk istirahat sejenak dan menunaikan kewajiban shalat berjamaah.

Dengan kebiasaan positif tersebut, insya Allah mereka akan menjadi pedagang dan pengusaha yg jujur, amanah, dan selalu bertawakal kepada Allah Swt. Jika usaha mereka maju dan tuntunan agama tadi diterapkan, maka besar kemungkinan permodalan mereka ditingkatkan oleh Pengelola Yayasan BisnisDavit Grup (dengan ijin Allah tentunya).

Di rumah itu nanti juga akan ada tempat Workshop dan Showroom Produk Sandal Sepatu, Herbal, Kerajinan milik pengusaha kecil/mikro, dll.

———————————————-

“Ya Allah, terima kasih atas segala kesulitan dan kemudahan yg telah Engkau titipkan kepada hamba. Jika bukan karena hidayah-Mu, mana mungkin hamba bisa seperti ini. Setiap hamba berada di ‘bibir jurang’, Engkau selamatkan hamba dari kejatuhan. Setiap mendaki ‘gunung yg terjal’ dengan kepayahan, Engkau selalu beri energi dan mendorong hamba hingga sampai ke puncak. Setiap menghadapi perselisihan dg orang lain, Engkau beri hamba hikmah dan kebijaksanaan untuk menghadapinya. Sungguh, jika bukan karena keajaiban ‘Tangan-MU’, mana mungkin hamba yg dhoif bisa seperti ini.

Ya Allah, berilah hamba lebih banyak ilmu, hikmah dan amal agar bisa menunaikan tugas sebagai khalifah di Bumi Engkau. Jauhkan hamba dari sifat-sifat tercela, dan bimbing hamba untuk menggerakkan setiap indera yg Engkau titipkan menjadi ‘indera yg Engkau bimbing setiap saat’. Mendengar karena bimbingan Pendengaran-Mu, melihat karena bimbingan Penglihatan-Mu, Melayani orang karena bimbingan Layanan Kasih Sayang-Mu, dan berpikir karena Bimbingan Ilmu-Mu. Syukur hamba sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apapun yg Engkau kehendaki setelah itu..!”

———————————————–

Untuk mengetahui perkembangan Bisnis Online BisnisDavit Grup sejak 6 bulan pertama hingga bulan ke 24, pembaca yg budiman bisa melihat pada HUT ke-2 Davit Jadi Pebisnis Online.

Sukses untuk Kita yg berani bermimpi, berani menghadapi kesulitan, dan berani memberdayakan Pembeda Spesifik yg dianugrahkan Tuhan…!

‘Bayi’ yg berumur 3 tahun,

Davit Putra
=========

CEO
www.RWPGrup.com/bimbel
www.RahasiaWebsitePemula.com

7 Rahasia Bisnis Online Pemula | Davit Bisa Pensiun Dini



 Niat Baik harus Dibarengi Strategi Jitu

Niat baik baru merupakan awal, selanjutnya perlu Strategi jitu agar kita bisa memperoleh hasil yg dicita-citakan…!

Beberapa waktu lalu Saya menghadiri acara pernikahan kakak Ipar di wilayah Jonggol, masih kabupaten Bogor. Perjalanan mobil dalam kondisi lancar bisa ditempuh dalam 2 jam kurang.

Namun ketika pulang, perjalanan bisa  memakan waktu 3 jam karena sore harinya jalan lumayan macet. Arah dari Jonggol ke Bogor Kota mesti melewati  jalan Alternatif Cibubur, di mana jalan tsb sangat padat kalo sore hari.

Di tengah suasana macet, Saya dan istri terlibat pembicaraan ringan dengan saudara yg satu mobil. Sebut saja nama saudara tersebut Bu Rita (bukan nama sebenarnya).

Dari pembicaraan tsb terungkap ternyata Bu Rita dan Suami sudah menjalani kegiatan ‘sosial’ selama 3 thn, membina anak kurang mampu (miskin, yatim piatu, dll) di bidang pendidikan.  Sudah sekitar 50 anak yg dibiayai pendidikannya. Kita sebut saja mereka anak asuh.

Dana pendidikan tsb diperoleh dari donatur yg besarnya Rp. 200 juta per tahun. Dana sebesar itu khusus hanya untuk membiayai pendidikan ‘anak asuh’, baik utk biaya di sekolah umum, maupun untuk kursus keterampilan menambah keahlian (tidak termasuk tmp tinggal).

Pola pembinaan tatap muka baru diterapkan seminggu sekali, yaitu dengan kegiatan pengajian rutin. Sementara di hari-hari sekolah, anak asuhnya masih tetap beraktivitas seperti biasa ; berangkat sekolah dari rumah dan pulang juga ke rumah masing-masing.

Namun ada satu keluhan yg terucap dari Bu Rita berhubungan dengan keberhasilan anak asuh mereka. Ada cukup lumayan anak asuh yg ‘bermasalah’ dari tingkat kedisiplinan dan keberhasilan pendidikan.
Ada anak yg jarang masuk sekolah, ada anak yg bolos ikut kursus, bahkan ada anak yg dikeluarkan dari tempat kurus karena sering tidak hadir. Beberapa anak yg sudah sampai pada tingkat ‘indisipliner’ parah bahkan sampai dikeluarkan dari status mendapat dana bantuan pendidikan utk periode berikutnya.

Saya sempat penasaran dan mencoba mengusut apa penyebabnya. Setelah bertanya detail, barulah Saya dapat menarik benang merah sebagian penyebabnya. Berikut sebagian penyebabnya menurut versi Saya :

1.Ternyata penerimaan anak asuh tidak melewati tahap seleksi khusus.
Siapa aja anak yg kurang mampu yg mendaftar dari lingkungan sekitar sepertinya diterima, sepanjang masih ada slot anggaran yg tersedia. Padahal mestinya ada syarat khusus seperti berprestasi tapi kurang mampu dari segi biaya, atau punya bakat tertentu yg menonjol sehingga layak diikutkan kursus.

Biaya kursus yg dikeluarkan Saya pikir terbilang ‘serius’ karena sempat ada yg dikursuskan di sekolah Musik Purwacaraka, namun distop karena jarang masuk kursus. Bahkan pengelola siap menyalurkan anak asuh sampai Universitas jika mereka berprestasi.

2.Jenjang pembinaan terlalu luas, yaitu dari anak SD sampai anak SMA.
Dengan tenaga pengelola yg cuma berjumlah beberapa orang saja (tidak lebih dari 5 org), penerimaan anak asuh dengan jenjang pendidikan yg beragam akan menyulitkan fokus dan perhatian pengelola kepada anak asuhnya. Perhatian kepada anak yg masih SD dengan anak yg sudah SMA tentu akan jauh berbeda.

Kalo anak SD masih bisa dinasehati dan dibentuk pola prilakunya, sementara yg sudah SMA tentu sulit karena karakternya sudah terbentu sekian tahun. Jika dia terbiasa bolos sekolah, maka dengan dikasih biaya pendidikan pun
akan kecil kemungkinan bisa berubah.

Dengan kondisi demikian, Bu Rita dan pengelola berencana membatasi jenjang penerimaan,  yaitu tahun ini hanya menerima anak yg masih tingkat SD saja dulu.

3. Waktu Pembinaan seminggu sekali untuk ikut pengajian Saya pikir masih kurang.
Apalagi anak asuh tsb masih bebas berangkat dan pulang ke rumahnya masing-masing. Jadi masih kuat pengaruh lingkungan luarnya.

Karena proses seleksi yg kurang ketat, kita tidak tahu apakah mereka bergaul dg teman yg baik atau tidak sebelumnya. Sehingga ketika mereka masih dilepas begitu saja dengan tanggungan biaya yg menurut ‘pemikiran anak asuh’ itu enak, maka mereka bebas bergaul dengan siapa saja.

Ketiga alasan tsb Saya lihat menjadi penyebab kenapa masih di bawah 50% tingkat keberhasilan anak asuh Bu Rita dan teman-temannya (Bahkan suami Bu Rita mengakui masih jauh di bawah 50%).

Dengan anggaran donatur sekitar Rp. 200 juta per tahun, tentu sangat disayangkan jika ini tidak segera dibenahi. Meski sudah membulatkan tekad dengan niat baik untuk membantu sesama, ternyata niat saja belumlah cukup.

Masih perlu proses panjang menguraikan niat tersebut menjadi strategi-strategi jitu agar tujuan mulia yg diharapkan bisa tercapai. Kalau tidak, nanti kita bisa kecewa sendiri melihat hasilnya…!

Semoga Bu Rita dan Timnya menemukan Strategi Jitu untuk keberhasilan program anak asuhnya…!
———————-

Lain cerita ketika Saya berdiskusi dengan member RWP beberapa waktu lalu di rumah.

Kebetulan sehabis mengajar privat member, ada satu orang yg konsultasi seputar permasalahan dan niatnya utk berhasil di Bisnis online (lebih tepatnya diskusi).

Saya sebut saja namanya Pak Budi (bukan nama sebenarnya, jika beliau kebetulan baca tulisan ini semoga berkenan utk kita ambil hikmahnya).

Ceritanya Pak Budi sudah bosan jadi karyawan selama hampir 20 thn. Pak Budi sudah jenuh dengan rutinitas proyek yg sering keluar kota. Mungkin bukan hanya masalah keluar kotanya, tapi masalah lingkungan kerja yg banyak ‘intrik-intrik’ dalam mendapatkan uang.

Hati Pak Budi sudah semakin tidak tenang dengan kondisi kerjaannya, sementara kebutuhan anak dan istri juga harus dipenuhi.

Kebetulan Pak Budi adalah Insinyur lulusan Teknik Sipil. Dan berpengalaman kerja pada berbagai proyek pembangunan. Sempat dapat ide ingin menciptakan pembangkit listrik dari Energi Recycle (Energi daur ulang).
Energi yg dihasilkan dari benda yg jatuh bisa di putar ulang agar menghasilkan energi terus menerus yg gratis.

Menurut perhitungannya, daya energi yg dihasilkan tidak terlalu besar, namun cukup utk menerangi satu (1) desa. Setelah Saya tanya kenapa tidak dijalankan ide tsb? Pak Budi menjawab karena belum punya modal dana.

Pernah juga Pak Budi dan keluarga merintis usaha es krim beberapa tahun. Namun ketatnya persaingan, modal yg besar dan untung yg tidak seberapa membuat Pak Budi dan keluarga menutup usaha es krimnya.

Di sela sela kesibukannya, Pak Budi sempat belajar Internet Marketing (Bisnis Online) ke sana ke mari. Bisa dibilang Pak Budi lebih dulu mengenal Bisnis online dibanding Saya. Kalo Saya baru mengenal Bisnis Online di akhir tahun 2007, Pak Budi sudah mengenalnya  sekitar tahun 2005. Namun menurut pengakuan beliau, karena tidak fokus, Pak Budi belum merasakan hasilnya.

Sejak sering terlibat diskusi dan datang ke Kantor RWP, baru sekarang Pak Budi mulai menemukan fokus bisnis apa yg akan dijalankan. Intinya Pak Budi ingin Fokus di Program PPS dan Pulsa dengan sistem jaringan.

Namun kebetulan saat ini beliau baru diterima kerja diproyek lagi utk beberapa bulan (karena keluarga juga harus dinafkahi-Red). Rencananya meski tetap kerja di Kalimantan, beliau berusaha akan tetap fokus menjalankan program bisnis online yg sudah disiapkan.

Tim DavitDesign akan membantu dari pembuatan website bisnis, dan Pak Budi menjalankannya dari Kalimantan dalam waktu luang.

Ada satu hal yang Saya ambil hikmahnya dari cerita Pak Budi, yaitu kebanyakan kita masih menunggu peluang yg kita kira ideal akan datang.

Kenapa kita tidak menciptakan peluang sembari memikirkan Strategi jitu untuk membuatnya ideal?  (Semoga Pak Budi bisa menemukan Strategi jitu dan fokus dalam berbisnis).

Hikmah lainnya dari cerita Pak Budi adalah :

1. Kenapa Pak Budi tidak menjalankan saja idenya untuk pemanfaatan Energi Recycle (Energi daur ulang) tsb waktu itu?
Pak Budi sempat berujar : “kalau saja ada pihak yg mau menanggung hidup Saya dan keluarga, tentu Saya akan bisa fokus untuk mengerjakan ide tsb hingga menghasilkan..!”

Saya sempat balik bertanya : “kenapa tidak dibalik saja Pak, lakukan saja dulu sampai terlihat ‘sepercik’ hasil. Lalu nanti buatlah tulisan dari sepercik hasil yg dicapai, dan lanjutkan dengan proposal yg bisa ditawarkan ke Para Pengusaha”. Saya yakin jika ide itu brilian dan menghasilkan, tentu akan berlomba-lomba pihak pendana yg turun tangan.
“Perlihatkan sedikit hasil, baru kita bisa melakukan negosiasi..!”

2. Kita lebih banyak mengungkapkan ide, tapi tidak pernah atau jarang menuliskannya.
Jika kita mau belajar cara kerja otak menghasilkan ide-ide cemerlang, tentu kita tidak melewatkan begitu saja apa yg ada di pikiran ini. Coba tulis di buku catatan khusus (misal ; buku catatan ide bisnis), lalu coba aplikasikan ide tsb ketika kita punya sedikit atau banyak waktu.

Ide dari alam bawah sadar biasanya begitu cemerlang yg bisa menghasilkan karya besar jika dilanjutkan dengan strategi jitu. Ide bawah sadar itu biasanya muncul ‘sekelebat’ di pikiran ketika kita sedang rileks, sedang senang melakukan sesuatu hobi, atau ketika bangun tidur sekalipun. Ada satu kata bijak dari Nabi yg pantas kita ikuti : “Ikatlah ilmu itu dengan tulisan”.

3. Kita lebih sering tidak fokus dalam menjalankan sesuatu.
Kelihatan semua program bisnis adalah bagus, sehingga semua tenaga dibagi untuk menjalankan macam-macam program bisnis. Karena tenaga sudah dibagi-bagi, maka tak mengherankan hasilnya kecil, bahkan cenderung tidak menghasilkan.
Jika kita ingin menjadi segala sesuatu, maka kita tidak bisa menjadi sesuatu…!”

Terakhir, jika kita merasa sudah menjalankan agama dengan taat, sudah shalat, sudah puasa, sudah melaksanakn berbagai kebajikan namun belum mendapatkan hasil yg dicita-citakan, maka cobalah ‘tengok kembali’ diri kita.

Apakah kita sudah memanfaatkan potensi otak yg dititipkan Tuhan, sudahkah kita menerapkan strategi jitu untuk mencapai hasil? (Strategi jitu utk tiap masalah akan kita ketahui melalui proses introspeksi mendalam dan banyak belajar).

Kita masih terbelunggu dengan prasangka ‘tidak bisa’ sebelum mencoba jauh.
Kita takut dengan resiko, kita terlalu lama mengambil tindakan, kita terlalu menggebu ingin meraup semuanya, dsb.

“Duh, alangkah lemahnya diri ini wahai Tuhanku…!”

“Ya Allah, maafkanlah kami yg lebih banyak berkeluh kesah ketimbang bersyukur atas nikmat-Mu. Potensi yg Engkau turunkan begitu besar, namun pikiran kami begitu ‘kerdil’ untuk bisa menangkap rahasia dibalik potensi tsb. Kami berupaya berbuat baik menjadi Hamba-Mu yg saling membantu,  namun jika ada yg kurang dari upaya kami ini, mohon kiranya Engkau berkenan memaafkan Kami.

Badan dan Pikiran ini sejatinya adalah milik-Mu, Oleh karena itu berilah kami pengetahuan untuk menyelesaikan setiap permasalahan hidup.
Kabulkan niat-niat baik kami dalam mengarungi kehidupan yg sementara ini.
Engkaulah sebaik-baik pembalas kebajikan, dan Engkaulah sebaik-baik tempat memohon. Kabulkanlah Ya Allah…Amiin!!!”

Dari Hamba yg Masih terus Belajar,

Davit
====



 Dahsyatnya Perkembangan Internet di Indonesia

Tahun 2010 ini, perkembangan internet Indonesia dan penggunanya sudah mencapai perkembangan yg dahsyat. Bukan hanya untuk level Indonesia, tapi untuk level Asia dan Dunia.

Akhir tahun 2008 ketika saya baru belajar Internet Marketing 1 tahun, prediksi pengguna internet di Indonesia sempat Saya tulis di Newsletter Bisnisdavit.com

Waktu itu pengguna internet di Indonesia baru mencapai 20 jutaan. Saya prediksi pengguna internet Indonesia akan meningkat 2-3 kali lipat dalam 2-3 tahun mendatang. Sekarang, awal oktober 2010 data terakhir menunjukkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 46 juta orang. Suatu sumber di Indonesia memprediksi pada tahun 2014 mendatang pengguna internet di Indonesia akan mencapai 150 juta orang.

Kalau dulu saya membandingkan penjualan handphone sudah seperti kacang goreng yg ditandai dg 1 orang bisa punya lebih 1 handphone, maka pengguna internet juga bakal seperti membeli kacang goreng ; internet bisa diakses dimana-mana (Data Menkominfo ; Handphone penduduk di Jakarta saja sudah sekitar 1,8 dibanding penduduk-nya, artinya setiap penduduk Jakarta hampir memiliki 2 Handphone).

Perkembangan yg lebih dahsyat adalah dari pengguna jejaring sosial di dunia maya. Sekitar 6 bulan lalu pengguna Facebook di Indonesia baru mencapai 10 juta orang lebih. Sekarang pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 27 juta orang, peringkat 2 dunia setelah negara Amrik (AS). Sementara pengguna jejaring sosial Twitter di Indonesia sudah mencapai 2,4 juta orang, tertinggi untuk wilayah Asia.

Data-data di atas memperlihatkan betapa perkembangan informasi dan komunikasi sesama manusia sekarang sudah ‘seperti tanpa batas’. Efeknya bisa berdampak positif dan berdampak negatif bagi orang Indonesia, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Jika kita kaji dampak positifnya, maka akan sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, baik bidang bisnis, ekonomi, kecepatan akses informasi, perubahan kebijakan promosi perusahaan, pencarian lowongan kerja, pendaftaran mahasiswa baru, pembayaran berbagai keperluan perbankan, pembayaran tagihan listrik, PDAM, Gas, pembelian pulsa,  jasa konsultasi dokter, pembelian tiket pesawat, jasa arsitek dan bangunan, dan masih sangat banyak lagi jika dirinci.

Jika pemanfaatan bidang bisnis lebih diaplikasikan di dunia internet, maka akan terasa sekali perubahan yg kita alami, baik dari sisi pembukaan lapangan kerja, maupun dari segi profit perusahaan yg bisa menekan biaya pengeluaran.

Mengutip wawancara Mengkominfo di TVRI tanggal 15 Oktober 2010, tantangan Industri ICT (Information and Communication Technology) ke depan bukan lagi di aspek teknis, tapi di aspek ‘konten’.

Kalau teknologi informasi dan komunikasi itu (misal :  internet) bisa dipelajari karena awalnya ilmu tsb berasal dari luar negeri. Namun yg menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan ‘industri otak’ yg mencerdaskan dan menginspirasi banyak orang.

Di dunia pertelevisian kita sudah tahu ada serial TV Upin Ipin, Wild Animal, National Geographic, The Apprentice, Oprah Show, dll. Lalu di dunia internet kita sudah mengenal Fb, Twitter, Google, Amazone, ClickBank, Ebay, serta di Indonesia ada detik.com, Kompas.com, Kaskus, AsianBrain, dan masih banyak lagi. Kemunculan industri otak ini sangat potensial mendatangkan income, membuka lapangan kerja, dan memudahkan hubungan komunikasi sesama manusia.

Untuk industri otak ini permasalahannya bukan sekedar pintar atau tidaknya orang, melainkan pada ‘keberanian’  melakukan tindakan memulai. Lalu setelah itu keberanian menghadapi masalah bisnis yg timbul. Lulusan perguruan tinggi yg pintar-pintar sudah sangat banyak, bahkan ada banyak orang Indonesia yg sudah  ‘mengabdi’ bertahun-tahun pada perusahaan asing di luar negeri. Mereka berdalih akan pulang ke Indonesia jika fasilitas di Indonesia sudah mendukung penyaluran ilmu yg mereka miliki. Lebih simpelnya, mereka siap bekerja di Indonesia jika Industri di Indonesia sudah bisa memanfaatkan kemampuan mereka, yg ujung-ujungnya berpikir konvensional menjadi ‘orang gajian’.

Kenapa tidak banyak orang pintar Indonesia yg berpikir membuka lapangan kerja di Indonesia dengan kepintaran mereka? Yang banyak adalah orang-orang biasa yg berjuang untuk berbisnis (membuka lapangan kerja) meski lewat proses jatuh bangun.

Jika Anda merasa biasa saja atau ‘bodoh’ dalam satu hal (gaptek), maka berbahagialah karena itu bisa jadi sumber keahlian Anda untuk fokus berbisnis.  Orang pintar terlalu banyak berfikir sebelum memutuskan berbisnis, sedangkan orang ‘bodoh’ sedikit berfikir dan lebih banyak bertindak. Orang pintar terlalu banyak menganalisa sehingga takut memulai karena sudah terbayang resiko yg bakal dialami karena hasil ‘analisanya’. Orang ‘bodoh’ tidak pintar menganalisa karena cepat memulai, namun analisanya dilakukan sambil menjalankan bisnis.

Anekdot di atas Saya terjemahbebaskan dari Pemikiran Bob Sadino, Pengusaha Pertanian Sukses di Indonesia. Bukunya bisa Anda cari di Toko Buku Gramedia dengan judul ‘Bisnis Goblok ala Bob Sadino’ dan sebagian tulisannya bisa Anda lihat di website Kampung Wirausaha.

So, bagi Anda yg punya keterbatasan teknis dalam berbisnis online, tidak ada halangan untuk segera memulai dan belajar. Ini adalah ‘industri otak’ dan setiap orang bisa menjalankannya karena setiap kita punya otak untuk berfikir. Galilah potensi diri yg tidak dimiliki oleh orang lain, niscaya Anda akan sukses besar kemudian.

Sukses Pebisnis Online Indonesia,

Davit Putra,

=========

CEO
www.RWPGrup.com
www.RahasiaWebsitePemula.com
www.DavitDesign.com