Tag Archives: bisnis davit

Kekuatan Visi Bisnis Mendobrak Impian Anda!

Visi Bisnis ibarat bingkai Masa Depan Kita..!!!

Jika kita sudah menyiapkan Bingkai masa depan, maka kita tinggal mengisi bingkai tersebut agar terlihat semakin layak…!

Sebelum menekuni Bisnis Online, Saya masih merasa ‘asing’ dengan sebutan Visi dan Misi. Bukan merasa asing mendengar istilah tsb, malah terlalu sering mendengarnya. Yang asing adalah mempraktekkan Visi dan Misi tersebut dalam kehidupan, khususnya kehidupan bisnis.

Saya baru menyadari kekuatan luar biasa sebuah Visi setelah 2 thn lebih menekuni Bisnis Online (setidaknya sampai menulis artikel ini).

Jika pembaca mengikuti perkembangan Bisnis Saya dari awal, tentu sudah pernah membaca Visi Saya pada Link Website berikut :

Visi Davit-1 Juta Lebih Lapangan Kerja

Visi tersebut Saya buat tahun 2008. Dan pada thn 2010 ini sudah menunjukkan perkembangan yg signifikan.

Pada catatan Visi tsb Saya menargetkan terbentuk setidaknya 125 ribu pebisnis online dalam rentang 12 thn. Dari situ, diprediksi bisa terbentuk 12,5 juta lapangan kerja. Jika perhitungan 10% saja dari target ini,
maka setidaknya akan terbentuk 1 juta lebih lapangan kerja baru dari kekuatan Bisnis Online.

Dalam rentang 12 tahun tsb, Saya berencana membentuk 4 Jejaring Revolusi Bisnis Pembuka Lapangan kerja atau disingkat “4 Jejaring Revolusi Bisnis PLK”. Masing-masing jejaring terbentuk dalam rentang per 3 tahun (start thn 2009).

Target 3 tahun pertama saya (2009-2011), terbentuk 100 lapangan kerja dari jaringan bisnis online, baik dari para karyawan saya, atau pun dari member RWP yang sudah mandiri di bisnis online. Dari 100 orang tsb, jika
50% saja yg bisa jadi pengusaha online dan mampu merekrut tenaga kerja baru, maka akan ada 50 orang pebisnis online unggulan.

Hingga Saat Saya menulis artikel ini, member RWP sudah ada sekitar 2.000 orang. Insya Allah kalau hanya berharap 50 orang saja yg bisa jadi pengusaha online yg memiliki karyawan, sebelum thn 2011 hal itu sudah bisa tercapai.

Target 3 tahun berikutnya bisa dilihat pada link Visi Saya di atas…!

Berikut Perkembangan BisnisDavit Group hingga artikel ini dibuat :

-Sudah memiliki 5 karyawan dari yg tadinya 2 karyawan (Lihat HUT ke-2 Saya jadi Pebisins Online)
-Sudah memiliki sekitar 2.000 member RWP yg menyebar dari Aceh hingga Papua.
-Sudah memiliki agen/pembeli sepatu dan sandal untuk wilayah Jawa,  Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
-Sebelum akhir thn 2010 ini berencana membuka kantor cabang minimal untuk 5 Kota di luar Bogor (beberapa Kota yg sudah menyatakan berminat menjadi cabang adalah Bandung, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Bengkulu, Medan, Batam, dll).

Eh ngomong-ngomong, sebenarnya artikel ini Saya buat karena terinspirasi atas pertanyaan beberapa orang yg percaya atau setengah percaya dengan perkembangan Bisnis Online Saya yg baru 2 thn berlalu.

Dengan merefresh kembali ingatan Saya 2 tahun yg lalu, setidaknya Visi di atas terkuatkan kembali di pikiran dan hati Saya agar bisa lebih banyak berbuat.

Visi itu ibarat mimpi indah yg kita harapkan terjadi di masa depan. Dan visi itu harus terus digambarkan agar fokus kita bisa terjaga sampai berhasil.

Cara menggambarkan Visi ada 2 :

1. Buat daftar impian kita di sebuah kertas, lalu ditempel di kamar kerja agar setiap hari terlihat.

Daftar impian tsb merupakan hasil dari Visi yg kita harapkan. Misal : Saya menulis impian berupa keinginan memiliki rumah dan kendaraan impian,
memiliki penghasilan ratusan juta per bulan, pengen punya Yayasan utk Pengusaha Mikro, dll.

2. Buat daftar impian tsb sebagai imaginasi di otak.

Ini bukan mengkhayal, tapi sebagai upaya utk memperbesar gambaran Visi sehingga menjadi kegiatan yg menyatu antara otak dan perbuatan sehari-hari (beda tipis dg khayalan).

Misal : setiap hari saya selalu membayangkan punya karyawan banyak, tugas-tugas rutin bisa diberdayakan ke karyawan, Saya fokus ke pengembangan jaringan bisnis, bayangan memiliki kantor pusat dan ratusan kantor cabang di seluruh Indonesia, bayangan akan banyak member RWP yg berhasil di Bisnis Online masing-masing, dsb..!

Biasanya kalau Visi kita besar, maka yg dilakukan pasti juga besar.
Kalau Visi kita kecil, maka perintah di otak juga perbuatan-perbuatan kecil.

Yang parah adalah kalau kita gak memiliki Visi, maka yg dilakukan dalam bisnis pastilah gak beraturan, melompat-lompat bergerak tanpa arah yg jelas. Setelah banyak melompat, maka nanti akan merasa lelah sendiri karena gak punya tujuan jelas.

INGAT  KRITERIA ORANG HEBAT :

Siapa yg berani bermimpi utk berhasil, dia termasuk orang hebat…Kenapa?
karena apa yg anda bayangkan hari ini, itulah yg akan anda petik di kemudian hari..

JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI!  Mimpilah yang besar…Iringi mimpi anda dengan doa dan perbuatan…!

Lalu Mimpi itu akan mendekati anda…!

Saya ingat kata-kata bijak dari Mr. Reza M Syarif, salah satu Motivator nasional :

“Jika Anda mau memulai bisnis, jangan pernah batasi impian Anda.
Namun Anda akan tahu batasan tsb setelah menekuni Bisnisnya lebih jauh..!”

Nah, setelah tahu batasan tsb, barulah Anda bisa membuat rencana dan target lebih realistis dari yg tadinya hanya impian belaka…!

Sukses untuk Kita yg Mau Menyusun Visi…!!

Yang Masih Terus Belajar,

Davit Putra,
============
CEO
www.RahasiaWebsitePemula.com
www.ListBuildingPemula.com
www.DavitHerbal.com
www.SepatuBogor.com


PROMO HUT KE-1 RWP – DISKON 50% :

(APRIL 2009-APRIL 2010)

7 Rahasia Saya Pensiun Dini dari Bisnis Online

Pencarian dari Google :

Kenapa kita Diberi Kesusahan Hidup?

Hello Sobat pembaca yg Budiman..!
Tulisan ini lebih bermaksud sharing kepada pembaca sekalian. Atau tepatnya berbagi pengalaman bagi mereka-mereka yg sedang mengalami kesusahan.

Saya terdorong membuat artikel ini karena banyaknya member Rahasia Website Pemula dan Bisnis Davit yg curhat tentang kesulitan hidup yg sedang mereka dialami.

Saya percaya setiap kita pasti pernah mengalami yg namanya kesusahan.
Baik kecil maupun besar. Baik ringan maupun berat. Dari mulai persoalan pribadi, rumah tangga, hubungan keluarga, sakit, kondisi pekerjaan, status sosial, usaha yg jatuh bangun dan sering bangkrut, banyak hutang, sulit berhasil, dan masih banyak hal lain yg tidak mungkin disebutkan satu per satu.

Kalau mau diakui, hidup ini sebenarnya adalah ‘kumpulan dari kesulitan’. Dan setiap kesulitan sudah disandingkan Tuhan dengan jalan keluar. Tinggal kita berusaha mencari jalan keluar yg sdh disiapkan Tuhan tsb.

Contohnya adalah perjalanan seorang bayi yg belajar utk bisa berdiri. Mulai dari mengangkat pantatnya, hingga meluruskan kakinya semua perlu proses jauh bangun. Tidak pernah bayi yg mau belajar berdiri langsung bisa berdiri dalam sekali usaha.

Begitu juga ketika sang bayi mau berjalan. Tidak pernah bayi bisa langsung berjalan mulus ketika mulai belajar jalan. Adakalanya kaki kirinya menyenggol kaki kanan sehingga dia terjatuh. Adakalanya sang bayi menyenggol kursi tamu ketika jalan sehingga terjatuh ke lantai lalu keningnya benjol.

Begitu pula hakikatnya kesusahan yg dihadapi orang dewasa. Karena akal kita sudah berfungsi optimal, maka kesusahan yg kita hadapi tentu setara dengan Fungsi akal kita.

Hanya Tuhan punya perhitungan sendiri utk memberi kesusahan (baca ; cobaan) pada setiap hamba-Nya. Kesusahan tsb disesuaikan dengan kapasitas akal yg Tuhan titipkan kepada kita. Jangan pernah sanksi atas kemampuan Tuhan utk memberi kapasitas kepada kita. Perhitungan Tuhan tidak akan meleset. Masalah yg kita terima sudah diperhitungkan sesuai kapasitas ‘indera’ yg dititipkan ke kita.

Hanya masalahnya ada pada diri kita masing-masing. Maukah kita menggunakan ‘indera’ yg sudah dititipkan Tuhan tsb utk menjemput jalan keluar???

Dari mana kita tahu jalan keluar dari suatu masalah? ‘Belajar dan Mencoba’. Itu kuncinya.

Kerahkan segenap potensi ‘indera’ yg sudah dititipkan Tuhan pd diri kita.
Cari tahu apa penyebab utama masalah kita. Setelah tahu penyebabnya, tinggal kitabelajar dari berbagai literatur bagaimana orang menyelesaikan masalah yg kebetulan masalahnya sama atau mirip dengan kita.

Setelah kita belajar dari berbagai literatur (buku, internet, TV, koran, majalah, dll), maka tidak syah jika ilmu yg sudah diketahui jika tidak dipraktekkan.

Mulailah ‘bereksperimen’ kira-kira jalan apa yg perlu kita lakukan.
Karena kita belum tahu persis jalan keluarnya (karena masih belajar tadi), maka tidak ada kata takut dalam memulai. Jika menurut hati nurani kita baik, maka ikutilah kata hati tsb.

Ada kalanya dalam satu kali usaha kita menemukan jalan keluar.
Namun lebih sering lagi usaha kita akan terpental dalam mencari jalan keluar. Itu biasa. lakukan lagi, lagi, dan lagi. Sambil kita melakukannya berulang-ulang, selipkan juga upaya instropeksi atau review apakah yg kita lakukan ada yg kurang. Apakah ada dosa yg telah kita lakukan dan kita belum minta ampun (bertobat) kepada Sang Pemberi Jalan Keluar..

Jika ada yg kurang atau salah dalam menyelesaikan masalah, maka perbaiki caranya. Jika ada dosa yg telah kita lakukan dan belum minta ampun kepada-Nya, maka segeralah minta ampun. Terus lakukan introspeksi itu semua dan jangan berhenti sebelum berhasil menemukan jalan keluar.

Jika kita mengeluh di tengah jalan, itu manusiawi. Namun cepat-cepat sadarkan diri kita bahwa inilah mungkin yg namanya proses pembelajaran. Dan suatu saat kita akan mengakui kebenaran kalimat bijak berikut : “Pengalaman adalah Guru yg paling berharga”.

Berikut beberapa hikmah lain dari kesusahan yg kita hadapi :

-Kita diuji Tuhan untuk jadi orang mulia (diangkat derajad kita) jika mampu mengatasi kesusahan tsb dg baik.

-Barangkali kesusahan tsb bisa menebus dosa-dosa kita yg lalu jika kita menghadapinya dengan sabar dan ikhtiar.

-Ada banyak ilmu baru (baca : hikmah) yg bisa kita petik dan jadi bekal jika terjadi masalah yg sama suatu hari kelak (problem solving). Atau kita bisa menunjukkan kepada org lain jika suatu hari mereka menghadapi masalah yg mirip dg kita.

-Jika dikaitkan dalam dunia Bisnis yg kita geluti, maka kesusahan yg diberikan Tuhan akan menguji apakah kita pantas Naik Kelas ke Bisnis yg lebih besar.

Meminjam istilah Pak Renaldi Khasali, Bisnis kita harus naik kelas layaknya orang sekolah. Murid yg tidak lulus ujian tentu tidak memenuhi syarat utk naik kelas. Begitu juga bisnis kita. Mengapa kita menjadi orang yg lemah ketika diuji dengan berbagai kesusahan? Padahal ujian kesusahan adalah pintu gerbang untuk menuju Bisnis yang lebih besar lagi.

Mana mungkin Bisnis kita maju jika menghadapi beberapa kali ujian saja kita sudah mundur?

Dalam konteks lebih luas, mana mungkin kita bisa merasakan kesuksesan hidup jika diuji saja kita lebih banyak berkeluh kesah?

Akan lebih baik jika kita selalu percaya pada ‘persandingan’ yg telah Tuhan buat : “Bahwa dalam setiap kesusahan, pasti Tuhan menyediakan jalan keluar”.

So, keep spirit teman-temanku. Anda tidak sendirian menjalani hidup ini.

Yakinlah Anda dipersiapkan Tuhan utk menjadi orang besar karena berani mencari jalan keluar dalam setiap kesusahan yg dihadapi..!

Yang Masih Belajar Tentang Kehidupan,

Davit Putra,
========

CEO RWP

Pencarian dari Google :