Tag Archives: bisnis online

Pengalaman Menemani Anak ke Kidzania Jakarta

mata uang Kidzania

Mata Uang Kidzania-Kidzo

Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Kamis tgl 7 Maret 2013, Saya dan istri menemani anak kami melaksanakan kegiatan luar sekolah ke Kidzania Jakarta. Ini semacam pendidikan luar sekolah dengan suasana yg fun dan mendidik. Kidzania ini semacam kompleks permainan yg dipenuhi dg berbagai macam miniatur gedung mini seperti kantor/pabrik/tmp ketangkasan fisik/dll. Kidzania di kelola oleh PT. ARYAN INDONESIA yg terletak di Pacific Place L6 – 601 Sudirman Central Business District, Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190 – Indonesia.

Anak Kami yg bernama Shakila bersekolah di TK Alyssa Bogor, yg beralamat di Jl. Lodaya Ujung Bogor Tengah, sekitar 30 meter dari Restoran McDonald. Dalam kegiatan ke Kidzania tsb, orang tua murid disarankan ikut dan boleh membawa pasangannya (suami-istri). Dari jauh hari istri Saya sudah request untuk ikut karena selama ini Saya jarang mengikuti kegiatan anak kalo keluar sekolah. Kebetulan kegiatannya hari Kamis, pas acara Klinik Konsultasi free utk member RWP. Karena bentrokan jadwalnya, Saya coba nego dg salah seorang pengajar RWP utk menggantikan tugas Saya ngasih konsultasi pas Kamis tgl 7 Maret 2013 itu. Nah, alhamdulillah akhirnya pendelegasian itu bisa berjalan dan Saya bisa menemani anak-istri ke pusat permainan Kidzania Jakarta.

Pencarian dari Google :

Hari ini Aku Online Kesiangan

Hari ini, Jum’at, 23 September 2011 Aku menjalankan aktivitas online lebih siang dari biasanya…!

Bukan karena males, he…he…he….tapi karena sedang ambil istirahat setelah berhari-hari menyusun Ebook terbaru WWP : WebsiteWordpressPemula.com

Badan ini perlu diajak rileks sebentar karena sudah 3 hari terakhir Aku ‘begadang’ menyelesaikan 4 Ebook dari 9 Ebook Paket WWP.

Malam Jum’at kemarin aku sudah niat mau ajak istri joggging pagi ke Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) Bogor. Niatnya mau berangkat jam 7 atau 8 pagi, tapi karena istriku sibuk ngurus “Kakak” persiapan berangkat sekolah, lalu beli sayuran dan lauk di pasar dekat rumah, akhirnya berangkat jogging molor deh jadi jam 09.30 WIB.

Kalo kita kerja molor masuk kantor pasti dimarahin boss, tapi kalo kita jadi boss bagi diri sendiri gak ada yg marahin. Yah,  inilah kenyataan sehari-hari yg kujalani selama 4 tahun terakhir. Waktu yg diberikan Allah bebas kuatur sendiri, yg penting masih di jalan kebaikan dalam rangka mencari rezekinya.

Sesampainya di kompleks BNR, sebelum lari-lari kecil alias jogging, Aku masih sempat mengubungi Pak Hamdi. Kemarin malam Aku dapat pesan dari asisten RWP kalo Pak Hamdi berminat untuk daftar jadi Cabang RWP Palembang 2. Khususnya untuk adik beliau yg di Palembang. Setelah ‘speak-speak’ beberapa menit, akhirnya telpon Aku akhiri dengan kesepakatan menunggu komunikasi dengan adiknya.

Oh ya, satu lagi yg membuat Aku gembira adalah, Pak Hamdi yg pernah ikut Bimbel RWP itu sudah mendapatkan Repeat order produk perban/kasa nya sampai 3x. Bahkan sekarang sedang ada order lagi dari 2 perusahaan besar di Bekasi dan Jakarta.  Jika dilihat dari website Pak Hamdi, sebenarnya masih belum lengkap kontennya. Beliau sendiri mengaku masih ada kesibukan dan seingat Saya sempat tidak hadir bimbel sekali. Tapi yg membuat pengunjung datang ke websitenya adalah optimasi di dalam website wordpress yg kita praktekkan bersama (Pengunjungnya datang dari cara-cara SEO Google). Silahkan Anda nilai sendiri website Pak Hamdi yg ketika Saya menulis artikel ini masih sangat sederhana isinya :

http://perban.com

Pertanyaan Saya kemudian adalah : Bagaimana kalo website Pak Hamdi terus diperbagus dan diperbaiki layaknya orang jualan sekelas Toko Online?

Selanjutnya, Aku sempat juga menghubungi Tim Support RWP + WWP untuk menanyakan perkembangan web dan klien kami. Alhamdulillah semua berjalan lancar meski ada kendala teknis di jaringan internet kantor RWP sekitar 30 menit.

Tujuan utama lari-lari kecil alias jogging tetap Aku jalankan sekitar 45 menit. Lari dan menggerakkan badan di tengah panas matahari jam 10.00 WIB memang membuat sekujur badan berkeringat. Terutama kepala, leher, dan punggung. Alhamdulillah, dengan keluarnya keringat dari kepala dan punggung terasa tubuh ini seperti dicas kembali sehabis kerja lembur 3 hari-an. Inilah nikmat Allah yg tidak pernah kupungkiri selama menjalankan profesi sebagai Pebisnis Online.

Sepulang dari jogging, Aku mengajak istri mampir sebentar di Warteg favoritku yg berlokasi di luar Kompleks BNR. Karena seleraku beda dengan istri, akhirnya cuma aku yg turun dari mobil. Istri dan anak kedua kami menunggu di Mobil sambil menelpon klien/temannya.

Istriku cukup kaget setelah beliau tanya : “Berapa duit habis makan di sana Ay? (istriku sering memanggil panggilan singkat Ayah menjadi “Ay”). Lalu Kujawab : “Cuma Rp. 10.000,- Bund. Dengan Nasi lengkap sayur dan lauk, teh manis dingin, dan gorengan bakwan+tempe 8 buah”. “Ha??? Cuma Rp. 10.000,- untuk sebanyak itu?

“Yah, begitulah Bund. Harga makanannya memang murah, tapi rasanya gak murahan!”. Makanya setiap beberapa menit kulihat tak pernah berhenti pelanggan datang untuk membeli, baik makan di wartegnya, maupun dibungkus untuk pulang. Yah, itulah bisnis..! Jika sudah ketemu “jodohnya”, rejeki itu akan datang mengejar pedagang, bahkan bisa sampai sang pedagang kewalahan. Semua itu tentu membutuhkan proses yg panjang, berlandaskan kepercayaan konsumen, integritas pedagang (fokus), dan berusaha dengan jujur, ikhlas, dan tawaqal kepada-NYA.

——————-

Siang sehabis Shalat Jum’at Aku ngajarin Dara Bahasa Inggris. Kata istriku, jam 14.00 Dara akan ikut ujian Bahasa Inggris di tempat lesnya, LIA (Lembaga Indonesia-Amerika). Meski sebenarnya mataku agak ngantuk, tapi kusempatkan juga sambil tiduran memberi tanya jawab  kosa kata Bahasa Inggris yg sedang Dara hapal.

Dara adalah anak pertamaku, umurnya sekitar 7 tahun, kelas 2 SD. Kami memanggilnya kakak supaya adiknya (Shakila) ikut memanggil kakak juga.  Alhamdulillah sampai sekarang Shakila selalu menyebut kakak jika ingin memanggil Dara.

Sampai di sini dulu ya ceritanya…..! Karena Aku harus segera Online agar bisa melanjutkan Ebook Lanjutan WWP…he…he….he….!

NB : Kompleks Bogor Nirwana Residence (BNR) adalah lokasi tempat Wahana Wisata Air “The Jungle” berada (Grup Bakrie). Wahana ini sudah terkenal se-Nusantara dan The Jungle sudah menjadi icon tempat hiburan di Kota Bogor. Kalo hari Sabtu-Minggu jalan raya ke Kompleks ini biasanya macet, namun kalo hari kerja seperti sekarang jalannya bisa melenggang kangkung…hi…hi…hi…

Sukses untuk Kita yg Mau Berusaha
ALLAH selalu bersama orang-orang yg berniat & berbuat baik…!

Davit
=====
yg masih belajar tentang kehidupan

WebsiteWordpressPemula.com (WWP)

Pencarian dari Google :

Dahsyatnya Perkembangan Internet di Indonesia

Tahun 2010 ini, perkembangan internet Indonesia dan penggunanya sudah mencapai perkembangan yg dahsyat. Bukan hanya untuk level Indonesia, tapi untuk level Asia dan Dunia.

Akhir tahun 2008 ketika saya baru belajar Internet Marketing 1 tahun, prediksi pengguna internet di Indonesia sempat Saya tulis di Newsletter Bisnisdavit.com

Waktu itu pengguna internet di Indonesia baru mencapai 20 jutaan. Saya prediksi pengguna internet Indonesia akan meningkat 2-3 kali lipat dalam 2-3 tahun mendatang. Sekarang, awal oktober 2010 data terakhir menunjukkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 46 juta orang. Suatu sumber di Indonesia memprediksi pada tahun 2014 mendatang pengguna internet di Indonesia akan mencapai 150 juta orang.

Kalau dulu saya membandingkan penjualan handphone sudah seperti kacang goreng yg ditandai dg 1 orang bisa punya lebih 1 handphone, maka pengguna internet juga bakal seperti membeli kacang goreng ; internet bisa diakses dimana-mana (Data Menkominfo ; Handphone penduduk di Jakarta saja sudah sekitar 1,8 dibanding penduduk-nya, artinya setiap penduduk Jakarta hampir memiliki 2 Handphone).

Perkembangan yg lebih dahsyat adalah dari pengguna jejaring sosial di dunia maya. Sekitar 6 bulan lalu pengguna Facebook di Indonesia baru mencapai 10 juta orang lebih. Sekarang pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 27 juta orang, peringkat 2 dunia setelah negara Amrik (AS). Sementara pengguna jejaring sosial Twitter di Indonesia sudah mencapai 2,4 juta orang, tertinggi untuk wilayah Asia.

Data-data di atas memperlihatkan betapa perkembangan informasi dan komunikasi sesama manusia sekarang sudah ‘seperti tanpa batas’. Efeknya bisa berdampak positif dan berdampak negatif bagi orang Indonesia, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Jika kita kaji dampak positifnya, maka akan sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, baik bidang bisnis, ekonomi, kecepatan akses informasi, perubahan kebijakan promosi perusahaan, pencarian lowongan kerja, pendaftaran mahasiswa baru, pembayaran berbagai keperluan perbankan, pembayaran tagihan listrik, PDAM, Gas, pembelian pulsa,  jasa konsultasi dokter, pembelian tiket pesawat, jasa arsitek dan bangunan, dan masih sangat banyak lagi jika dirinci.

Jika pemanfaatan bidang bisnis lebih diaplikasikan di dunia internet, maka akan terasa sekali perubahan yg kita alami, baik dari sisi pembukaan lapangan kerja, maupun dari segi profit perusahaan yg bisa menekan biaya pengeluaran.

Mengutip wawancara Mengkominfo di TVRI tanggal 15 Oktober 2010, tantangan Industri ICT (Information and Communication Technology) ke depan bukan lagi di aspek teknis, tapi di aspek ‘konten’.

Kalau teknologi informasi dan komunikasi itu (misal :  internet) bisa dipelajari karena awalnya ilmu tsb berasal dari luar negeri. Namun yg menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan ‘industri otak’ yg mencerdaskan dan menginspirasi banyak orang.

Di dunia pertelevisian kita sudah tahu ada serial TV Upin Ipin, Wild Animal, National Geographic, The Apprentice, Oprah Show, dll. Lalu di dunia internet kita sudah mengenal Fb, Twitter, Google, Amazone, ClickBank, Ebay, serta di Indonesia ada detik.com, Kompas.com, Kaskus, AsianBrain, dan masih banyak lagi. Kemunculan industri otak ini sangat potensial mendatangkan income, membuka lapangan kerja, dan memudahkan hubungan komunikasi sesama manusia.

Untuk industri otak ini permasalahannya bukan sekedar pintar atau tidaknya orang, melainkan pada ‘keberanian’  melakukan tindakan memulai. Lalu setelah itu keberanian menghadapi masalah bisnis yg timbul. Lulusan perguruan tinggi yg pintar-pintar sudah sangat banyak, bahkan ada banyak orang Indonesia yg sudah  ‘mengabdi’ bertahun-tahun pada perusahaan asing di luar negeri. Mereka berdalih akan pulang ke Indonesia jika fasilitas di Indonesia sudah mendukung penyaluran ilmu yg mereka miliki. Lebih simpelnya, mereka siap bekerja di Indonesia jika Industri di Indonesia sudah bisa memanfaatkan kemampuan mereka, yg ujung-ujungnya berpikir konvensional menjadi ‘orang gajian’.

Kenapa tidak banyak orang pintar Indonesia yg berpikir membuka lapangan kerja di Indonesia dengan kepintaran mereka? Yang banyak adalah orang-orang biasa yg berjuang untuk berbisnis (membuka lapangan kerja) meski lewat proses jatuh bangun.

Jika Anda merasa biasa saja atau ‘bodoh’ dalam satu hal (gaptek), maka berbahagialah karena itu bisa jadi sumber keahlian Anda untuk fokus berbisnis.  Orang pintar terlalu banyak berfikir sebelum memutuskan berbisnis, sedangkan orang ‘bodoh’ sedikit berfikir dan lebih banyak bertindak. Orang pintar terlalu banyak menganalisa sehingga takut memulai karena sudah terbayang resiko yg bakal dialami karena hasil ‘analisanya’. Orang ‘bodoh’ tidak pintar menganalisa karena cepat memulai, namun analisanya dilakukan sambil menjalankan bisnis.

Anekdot di atas Saya terjemahbebaskan dari Pemikiran Bob Sadino, Pengusaha Pertanian Sukses di Indonesia. Bukunya bisa Anda cari di Toko Buku Gramedia dengan judul ‘Bisnis Goblok ala Bob Sadino’ dan sebagian tulisannya bisa Anda lihat di website Kampung Wirausaha.

So, bagi Anda yg punya keterbatasan teknis dalam berbisnis online, tidak ada halangan untuk segera memulai dan belajar. Ini adalah ‘industri otak’ dan setiap orang bisa menjalankannya karena setiap kita punya otak untuk berfikir. Galilah potensi diri yg tidak dimiliki oleh orang lain, niscaya Anda akan sukses besar kemudian.

Sukses Pebisnis Online Indonesia,

Davit Putra,

=========

CEO
www.RWPGrup.com
www.RahasiaWebsitePemula.com
www.DavitDesign.com

Pencarian dari Google :

Penghasilan $ 1000 per Hari dari Internet, Mungkinkah?

Sepertinya judul diatas terlalu berlebihan. Namun ini adalah kisah nyata Member Saya yg berhasil karena kerja kerasnya..!

Adalah Adryan Fitra salah satu nama member Saya di Asian Brain (AB). Mas Adryan sudah 2 tahun lalu bergabung di AB. Ketika Saya wawancarai sekitar Pebruari 2009 lalu, penghasilan Mas Adryan baru sekitar $ 10.000 per bulan (sekitar Rp. 100 juta per bln-Red.). Lihat Success Story Adryan Fitra.

Sekarang ketika Saya menulis artikel ini, penghasilannya sudah di atas $ 1.000 per hari (sekitar Rp. 10 juta per hari-Red).

Okey sebelum lanjut ke cerita berikutnya, mari lihat dulu sebagian Foto pertemuan Belajar kami di Jakarta pada 23 Januari 2010 :

davit-adryan-pak-edy

1. Saya bersama Mas Adryan Fitra (tengah) dan Pak Edy (kanan). Sejujurnya, Saya kenal Mas Adryan dan Pak Edy secara tatap muka hanya melalui pertemuan Belajar ini. Awalnya hanya secara online tanpa tahu wajah. Mas Adryan memang Low profile penampilnnya, tapi bawaannya BMW. Waktu masih karyawan dia pernah ‘digaruk’ Satpol PP karena dikira Joki Three in one di Jakarta, namun dilepas setelah menunjukkan kartu identitas karyawan. He..he..he…lika-liku orang sebelum berhasil..!

—————————————-

mas-adryan-terangkan-stategi-adsense-1000-dollar-per-hari

2. Mas Adryan sedang menjelaskan Strategi mendapatkan $ 1000 per hari dari Google Adsense. Terlihat teman-teman member AB mendengarkan dengan serius. Jumlah yg hadir saat itu sekitar 100 orang.

—————————————-

pak-edy-beri-selingan-wejangan-setelah-makan-siang

3. Pak Edy memberikan penjelasan selingan setelah waktu istirahat makan siang. Intinya Beliau memberikan spirit agar teman-teman yg hadir bisa sukses juga dalam menjalankan Bisnis Online. Oh ya, Pak Edy adalah senior dan salah satu moderator di AB. Beliau spesialis di PPS Dollar, diantaranya Clickbank.

—————————————-

suasana-makan-bersama-di-luar

4. Jam istirahat makan siang. Sebagian teman-teman Asian Brain makan di luar ruangan. Terlihat kekompakan masih terjaga saat makan pun.

—————————————-

Sebagian-member-memilih-makan-di-dalam-kelas

5. Sebagian teman-teman Asian Brain ada yg memilih makan di dalam ruangan. Terlihat kursi belajar kebanyakan tidak dilengkapi dg meja. Artinya banyak yg tidak punya laptop sendiri utk belajar. Namun mereka masih semangat belajar dan mencatat hal-hal penting secara manual.

————————————–

Mau lihat lebih banyak koleksi Foto Belajar Asian Brain? Ini dia koleksi setahun lalu sebelum Saya membuat artikel di Blog ini. Klik :
Foto Belajar Setahun Lalu

————————————–

Setelah kita mengetahui Profil Adryan Fitra dan Foto-foto teman Asian Brain, mungkin timbul pertanyaan di benak teman-teman ; Bagaimana caranya kok bisa sih dapat $ 1000 per hari?

Saya awal mendengarnya juga takjub. Namun setelah dapat penjelasan dari Mas Adryan langsung waktu belajar di Jakarta, saya simpulkan ternyata sangat sederhana pola pikirnya : Fokus pada proses, konsisten 1 program dulu, lalu beri pekerjaan pada orang lain.

Begini cerita garis besarnya :

~Sejak awal bergabung di Asian Brain 2 tahun lalu, Mas Adryan mulai memfokuskan belajar dan prakteknya pada Program Google Adsense. Meski ketertarikan Mas Adryan gabung di Asian Brain karena melihat Toko Online Sepatu Saya, namun dalam perjalanannya Mas Adryan lebih memilih Google Adsense.

~Bulan pertama gabung di AB, Mas Adryan merasa bingung mau melakukan apa. Buku panduan sudah dibaca, tapi malah bingung katanya. Namun setelah melihat Flow Chart Bu Guru Ahira di Forum Diskusi AB tentang penghasilan lambat tapi pasti, barulah Mas Adryan memfokuskan pada program Google Adsense.

~Mulailah Mas Adryan membuat Website, melakukan teknik SEO diantaranya mencari BackLink dan melakukan Sosial Bookmarking. Tak lupa membuat konten artikel yg unik meskipun hasil dari copy-edit tulisan orang lain.

~Dalam perjalanan yg semakin matang, Mas Adryan bisa menciptakan Backlink sendiri ke websitenya. Mulai dari ratusan hingga ribuan backlink ke websitenya. Alhasil, sebagian besar website Mas Adryan masuk ke urutan 1 di halaman pencarian Google utk kata kunci yg ia bidik.

~Mengenai jumlah penghasilan, pikiran sederhananya jalan. Jika dari 1 website bisa menghasilkan $ 1 dollar per hari, maka dari 1000 website bisa menghasilkan $ 1000 per hari. Atau jika dari 1 website bisa menghasilkan $ 100 per hari, maka perlu 10 website utk menghasilkan $ 1000 per hari. Hitungan yg masuk akal bukan?

~Ternyata Mas Adryan memilih opsi yg pertama. Membuat 1000 website untuk menghasilkan $ 1000 per hari. Karena Website Mas Adryan saat ini sudah berjumlah 2000 lebih, maka sebenarnya penghasilannya sudah $ 2000 per hari.

~Sampai di sini anda bingung? Berdecak kagum? atau setengah tidak percaya? Wajar bingung, karena membayangkan bagaimana mungkin membuat dan mengelola ribuan website sendirian.

~Nah, enaknya website Mas Adryan yg berjumlah ribuan itu bukan dia sendiri yg mengerjakan. Melainkan dikerjakan oleh 18 orang karyawannya. Ada 4 Divisi yg membawahi 18 karyawan Mas Adryan, yaitu : Divisi Website dan Maintenance, Divisi Backlink, Divisi Sosial Bookmarking, dan Divisi Pembuatan Artikel.

~Karena sudah dikerjakan oleh para karyawannya, maka praktis pekerjaan Mas Adryan adalah tinggal menerima Komisi Ribuan Dollar dari Google Adsense. Juga melakukan Riset sederhana utk mencari topik bisnis baru utk dijadikan bahan isi website. Ngomong-ngomong Risetnya Mas Adryan gak sampai 15 menit utk menemukan Topik apa yg bisa dijadikan website Adsense.

~Selanjutnya Mas Adryan melebarkan Sayapnya menjadi Konsultan beberapa Perusahaan Nasional untuk memasarkan Produk via internet. Nilai kontrak per perusahaan bisa di atas seratus juta per proyek.

—————————

Apa Hikmahnya???

Kita Belajar Mengambil Hikmah dari Keberhasilan atau Kegagalan orang lain.

Kebetulan Hikmah Keberhasilan bisa kita petik dari Kisah Mas Adryan di atas.

Beberapa hikmah yg Saya rasakan adalah :

1. Kesuksesan bukan merupakan proses yg cepat. Ia-nya merupakan hasil dari proses yg konsisten dan terus menerus dilakukan. Bisa bulanan, bahkan tahunan untuk bisa berhasil.

2. Proses memilih salah satu program yg cocok merupakan kunci pertama sebelum kita melangkah lebih jauh. Diperlukan pemahaman global diawal sebelum melangkah jauh. Yaitu pemahaman apa dan bagaimana sih sebenarnya proses internet itu bisa menghasilkan uang? Setelah kita paham, lalu pilih salah satu saja program yg cocok buat kita.

3. Setelah memilih 1 program yg mau ditekuni, maka aplikasikan dengan belajar dan praktek terus menerus. Mas Adryan memilih Google Adsense, maka dia fokuskan belajar dan praktek buat website, cari artikel, melakukan SEO (promosi gratis memanfaatkan mesin pencari google), dan mempekerjakan orang lain utk memperingan tugasnya.

Pak Edy yg spesialis di PPS seperti Clickbank melakukan Riset produk Clickback. Beliau mencari produk apa aja yg bakal laku di pasaran luar, membuat website, melakukan SEO, juga diselingi dg iklan Google Adwords, dan lain-lain yg berhubungan.

Saya yg Fokus di Pasar Nasional menerapkan Teknik List Building untuk menembus pasar. Teknik ini terinspirasi setelah Saya membaca buku Panduan Anne Ahira tentang List Building di pasar Internasional. Saya terkesima dengan penghasilan ribuan dollarnya dalam hitungan hari setelah menerapkan teknik List Building tsb. Dan alhamdulillah, sebagian ilmunya sudah membawa hasil bagi Saya selama ini.

4. Ibarat orang kuliah, maka ada jurusan besar dan ada program studinya. Jurusan besar di Bisnis Online itu seperti Progam PPS, PPC, PPL, PTR, PTC, dan Product Creation. Program studinya seperti Google Adsense (PPC), Clickbank (PPS), Amazon (PPS), Copeac (PPL), Paydotcom, affiliate program dalam negeri (PPS atau PTC), dan Menjual produk sendiri (Product Creation).

5. Kalo kita mencoba mendalami semua sekaligus, kita tidak ubahnya mengikuti kurikulum SD atau SMP yg masih umum-umum saja pelajarannya. Namun kalo kita memilih 1 program studi dan mendalaminya hingga mahir, kita ibarat calon Dokter spesialis yg akan jadi ahli di bidang tersebut.

6. Terakhir, tidak semua pengajaran yg diberikan oleh seorang guru bisa kita praktekkan 100 persen sama. Ambillah intisarinya dulu, selami makna terdalamnya yg membuat anda terkesan, setelah itu baru praktekkan. Jika 1 saja ilmu dari sang guru bisa anda aplikasikan dan kreasikan sesuai kemampuan Anda, maka hasilnya bisa seperti Mas Adryan di atas..!

Mau Penghasilan Berapa?

$ 100 per hari? atau $ 1000 per hari? atau Rp. 500.000 per hari? atau Rp. 1 juta per hari? atau bahkan 5 juta per hari?

Semua mungkin saja jika Anda konsisten kerja dan mau mengambil hikmah dari tulisan ini…!

Buktikan saja jika Anda serius mau Berhasil. Jika sudah berhasil, jangan lupa balik ke halaman ini untuk sekedar mengingat tulisan saya…! He..he..he…Gak maksa lho…!

Sukses Buat Anda yg tidak pernah putus Semangatnya,


Davit Putra

=========

Yang Masih Terus Belajar

CEO RWP

7 Rahasia Pensiun Dini Berkat Bisnis online

Pencarian dari Google :

Gagal Jadi Dewan, Rp. 400 Juta Melayang

Selama ini Saya hanya mendengar dari Televisi atau membaca koran tentang kisah ‘pilu’ Caleg yang gagal memperoleh tiket ke kursi Dewan (DPR atau DPRD).

Namun kali ini, saya bertemu langsung dengan caleg yg mengaku gagal dan berusaha menenangkan dirinya. Semua sudah dipersiapkan ; baik usaha, pengikut yg kelihatan setia, modal pengalaman 35 tahun di pemerintahan, dan terakhir dana Rp. 400 juta yg diambil dari kantong sendiri.

Gaya bicara saya yg tadinya sekedar basa-basi di Warung Lontong Sayur, eh malah jadi bersemangat karena bertemu langsung dengan salah satu pelaku sejarah ‘per-caleg-an’.

Ceritanya beberapa hari yg lalu saya pulang dari lari pagi di Lapangan Sempur, Bogor. Pulangnya udah saya niatkan untuk mampir ke Bank BNI di Jalan Juanda. Biasa, saya ada keperluan membayar kartu kredit yg saya pakai untuk pasang iklan google adwords dan autoresponder.

Setelah beres urusan kartu kredit, saya cari sarapan pagi di depan kantor BNI tsb. Kebetulan ada Warung Lontong Sayur di depan. Saya memang langganan Lontong Sayur kalo ke BNI karena memang merupakan salah satu makanan favorit. Wah, jadi ketahuan deh ‘makanan favorit ‘ ku. He..he..he..

“Bu, Lontong Sayur satu, seperti biasa banyakin kuahnya”, Aku mulai memesan sambil mencari tempat duduk. “Siap Pak!”, kata Si ibu lontong.

Sambil duduk, aku melihat bapak di sebelahku sudah beres makan Lontongnya. Beliau membawa Handuk kecil untuk me-lap muka dan ‘perutnya’. Nah, ketika beliau me-lap perut sambil memasukkan handuk ke dalam baju, Aku jadi penasaran. Dalam hati, ngapain sich bapak ini!

He..he..he..Sambil penasaran aku berusaha menegur ; “Keringatan Pak, habis jalan pagi ya? Aku berusaha ramah sambil menebak-nebak kegiatan bapak itu sebelumnya.

“Iya nih pak, Habis keliling Kebun Raya (Kebun Raya Bogor maksudnya, red.). Lumayan badan jadi terasa ringan karena berkeringat. Kalo dah bisa ngeluarin keringat, nikmat betul rasanya hidup ini’, sang Bapak berusaha menjawab pertanyaan saya dengan ramah.

“Betul Pak, Saya juga habis olah raga lari pagi di Lapangan Sempur (Lap. Sempur letaknya bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor, red.). Olah raga murah meriah tapi menyehatkan’, imbuhku.

“Ya, betul tuh Pak. Saya kalo gak sibuk selalu menyempatkan diri untuk berolah raga. Tapi 7 bulan belakangan ini saya gak sempat berolah raga karena sibuk ngurusin partai”.

“Oh ya, emang bapak pengurus partai ya?, pasti sibuk sekali kemarin”, Aku mencoba memberi simpati.

“Bukan hanya pengurus, Tapi juga maju jadi caleg. Tiap hari ada saja orang yg datang ke rumah memberikan dukungan. Saya sudah menyiapkan 20 ribu spanduk dg harga 1 spanduk Rp. 50 rb, bekal kerja di pemerintahan sudah ada, pendidikan S2, dan kayaknya pendukung saya sudah oke. Namun kayaknya Allah belum mengijinkan sehingga saya gagal menjadi caleg”, begitu cerita singkat sang Bapak menyampaikan uneg-unegnya.

Sampai di situ aku belum terlalu serius menanggapai cerita Si Bapak tadi. Aku mendadak serius mendengarkan setelah Bapak itu membuka ‘dapurnya’ dengan mengatakan modalnya sekitar Rp. 400 juta sudah melayang.

“Wah, Bapak sampai mengeluarkan Rp. 400 juta untuk jadi caleg?” Aku bertanya mulai serius karena selama ini baru mendengar di media massa tentang kisah caleg yg amblas modalnya utk merebut kursi dewan.

“Yah, mau bagaimana lagi? kita tidak disediakan dana dari partai. Kalo mau maju, kita harus siap dana sendiri. Beda dengan partai lain (beliau menyebut salah satu partai baru yg terkenal), mereka sudah diberikan jatah dana dari partai jika maju jadi caleg. Lah, kalo saya? Harus merogoh kantong sendiri habis-habisan. Tapi mau dibilang apa lagi? meski semua tenaga dan dana sudah saya keluarkan, meski semua perhitungan dikalkulasi ulang, tapi tetap saja namanya Allah belum mengijinkan. Yah, lebih baik saya menerima aja keadaan ini. Dari pada stress, saya dari awal sudah menyatakan siap menang dan siap kalah!”

Saya semakin serius menanggapi cerita ‘pilu’ sang Bapak. Sempat juga saya bercanda karena setahu saya banyak caleg yang masuk RS. Jiwa. Di Bogor saja ada RS. Jiwa Marzuki Mahdi yang telah menampung beberapa pasien baru ‘hasil’ kegagalan para caleg. Dan bapak didepan saya tadi mersa bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah untuk menerima keadaan ini.

Obrolan kami di warung Lantung Sayur terus berlanjut sampai akhirnya ada teman sang Bapak kebetulan lewat dan mengajak jalan ke suatu tempat. Sang Bapak sempat bersalaman dengan saya sebelum akhirnya pergi bersama dengan temannya tadi.

Setelah sang bapak pergi, obrolan kecil saya berlanjut dengan Ibu Lontong Sayur yg mendengar percakapan kami tadi. kata Si Ibu, bapak tersebut termasuk kuat. Maklum orang Medan katanya. Umur Bapak tersebut sudah 56 tahun dan kayaknya sekarang sudah pensiun dari kantor pemerintah (Si Ibu menyebutkan satu kantor pemerintahan yg mengurus masalah keuangan). Ternyata Bapak tsb sering makan di warung Lontong Sayur sehingga Si Ibu sudah cukup mengenalnya.

==================================

Dalam perjalanan pulang, saya terus memikirkan pengalaman baru tadi bertemu dengan orang ‘pelaku’ drama per-caleg-an. Modal Rp. 400 juta habis?? Apa ya yang dicari dengan mengeluarkan modal sebesar itu untuk jadi caleg?

Dalam bayangan saya, kalo uang tersebut dipakai untuk modal bisnis tentu akan lebih bermanfaat. Dari pada dipakai untuk modal merebut jabatan yg peluang jadinya juga susah ditebak.

Apalagi kalo dipakai untuk Modal Bisnis Online. Jangankan Rp 400 juta, jika diambil 1% saja (Rp. 4 juta), maka sudah lebih dari cukup untuk memulai dan menjalankan Bisnis Online dengan tenang. Kalo dijalankan dengan serius, gak nyampe satu tahun, modal InsyaAllah kembali dan tinggal menikmati keuntungan selanjutnya saja..

Tapi itu hanya khayalan saya aja yg sudah mengetahui betapa prospeknya Bisnis online untuk masa depan. Tidak semua orang tahu dan mau mengeluarkan modal meski hanya ratusan ribu untuk Bisnis yang satu ini.

Kecuali orang yang sudah terbuka pikirannya dan mau berjuang untuk pekerjaan yang lebih baik dan menentramkan.

Bagaimana pendapat Anda???

Sukses untuk Kita yg mau Berubah,

Davit

Bagaimana Saya dapat Rp. 20 juta dari produk orang lain?

Pencarian dari Google :