Waspada Kehidupan Dunia yang Menipu • 03.14.12
“Saudaraku, Kita akan lelah karena terus memburu kehidupan dunia jika tidak tahu ujungnya…!”
Ujung dunia adalah akhirat, dan pintu menuju alam akhirat adalah kematian.
Jika kita tidak sadar akan datangnya hari akhirat, maka kita pasti akan melupakan mati. Sebagian besar kita sudah penah mendengar adanya hari pembalasan (alam akhirat), namun hanya sedikit dari kita yg sadar bahwa itu akan segera terjadi. Umur kita yg rata-rata 60 tahun plus minus tidak akan bisa menandingi umur kita di alam akhirat yg tidak ada batasnya, alias kekal abadi.
Pernahkah Anda membayangkan umur kita bakal sampai 1.000 (seribu) tahun dalam dunia ini? Mungkin itu hanya kisah Nabi Nuh yg mengalaminya, seperti yg tercantum dalam Al-Qur’an (QS. Al-Ankabut 14). Setelah berumur sekitar 1.000 tahun, lalu Nabi Nuh dipanggil kehadirat-Nya yg kita kenal dengan meninggal.
Lalu kenapa kita manusia biasa yg hanya berumur kerdil (sekitar 60 tahun) tidak pernah membayangkan akan mati kapan saja? Setiap hari kita melihat orang meninggal atau mati, namun tidak pernah membayangkan diri kita bakal menyusul.
Kalau kita bisa membayangkan setiap saat bahwa pintu maut terbuka setiap hari tanpa memandang usia, tentu kita tidak akan melewatkan sedetik pun untuk beribadah kepada-NYA. Kalau setiap kita bisa membayangkan bagaimana azab akhirat yg paling ringan adalah memakai sandal dari api lalu sampai kepala kita mendidih dibuatnya, tentu tidak akan pernah ada orang yang mau berbuat dosa.
Sebagaimana surga di alam akhirat adalah kekal abadi, maka kehidupan neraka juga kekal abadi, never ending my friend…!
Untuk menghindari kehidupan dunia yang menipu, dan untuk menyongsong alam akhirat di surga yg kekal abadi, maka kita sangat perlu melakukan ibadah sesuai kesanggupan kita masing-masing.
Ibadah bisa bermakna luas. Kalau diaplikasikan dengan sikap kita sehari-hari di dunia, pada intinya ada 2 ibadah hati yg membuat kita bahagia, yaitu bersyukur dan bersabar…!
Kita bisa tetap merasa bahagia dengan 2 ibadah hati tsb, meski goncangan kehidupan dunia membolak-balikkan keadaan hidup ini. Mengapa bisa demikian?
Coba simak ringkasan kehidupan kita sbb : (more…)




