Mengajak Anak-anak & Istri ke Cibalung Happy Land - Wisata Alami

Karena Saya sibuk ngajar Sabtu-Minggu, maka hari libur ditetapkan selain hari Sabtu&Minggu. Anak-Anak diajak berlibur biasanya sepulang mereka sekolah. Ini adalah liburan Kami pada hari Kamis, 6 Pebruari 2014 ke Tempat wisata alam Cibalung Happy Land-Bogor.. More »

Menikmati Es Kelapa di pinggir Pantai Tanjung-Pinang, Kepulauan Riau.

Suasana saat liburan lebaran tahun 2013 ; menikmati es kelapa bareng di pinggir Pantai Tanjung Pinang, Kepulauan Riau More »

Menemani anak-anak saat liburan di Pantai Indriyanti-Jogjakarta

Ternyata di Jogja ada pantai yg lebih bagus dari pada pantai-pantai lain di Jogja. Yaitu Pantai Indriyanti yg jaraknya sekitar 60 menit dari Pantai Baron. More »

Asyiknya Olah Raga di pinggir Pantai Tugu Pensil Tanjung Pinang.

Setelah capek online berbulan-bulan, kini saatnya merilekskan tubuh dan pikiran di pinggir pantai. Duh, rindu selalu suasana seperti ini...! More »

 

Manajemen Menghadapi Kematian

Setiap hari kita disibukkan dengan kegiatan dunia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Orang tua sibuk mencari nafkah, mahasiswa sibuk belajar, pengusaha sibuk mengurus bisnisnya, guru sibuk mengajar muridnya, dan seabrek kesibukan lain yg sangat banyak kalo dirinci.

Tapi sadarkah kita ke mana ujung dari semua kesibukan kita itu?

Semua orang tahu kalo kegiatan yg kita lakukan adalah untuk mencapai target keberhasilan dunia. Namun hanya sedikit yg ‘sadar’ kalo kebahagian dunia harus dikejar dengan alasan untuk mencapai kebahagiaan kampung akhirat.

Dalam urusan bisnis misalnya, kita menerapkan segala ilmu manajemen dan prakteknya untuk mencapai target omset yg diidamkan. Jika demikian pentingnya manajemen bisnis, maka mestinya kita sadar dan mau menerapkan manajemen menghadapi kampung akhirat yg jauh lebih kekal dan abadi.

Penulis membuat artikel ini sebenarnya lebih ditujukan untuk mengingatkan diri pribadi karena telah membaca artikel orang lain dan melihat ‘orang besar’ dipanggil-Nya meski berkelar doktor. Syukur jika tulisan ini bisa memberi manfaat bagi pembaca sekalian sebagai sarana saling mengingatkan.

Ceritanya kemarin saya mau berangkat jogging pagi sekitar jam 8.00 WIB. Ditengah jalan suasana terasa macet. Biasanya jam segitu jarang macet, kecuali jika ada kunjungan bis wisata mau ke tempat rekreasi air The Jungle yg tidak jauh dari rumah kami.

Ternyata salah satu penyebabnya karena banyak orang melayat ke rumah salah seorang saudara kita yg telah dipanggil kehadapan-NYA. Papan bunga bertuliskan ungkapan belasungkawa berjejer di pinggir jalan dengan tulisan yg besar-besar. Salah satunya yg sempat Saya baca adalah “Turut Berduka Cita atas berpulangnya Bpk. Dr. bla..bla..bla… dan seterusnya”.

Sepintas Saya tertegun dan sempat bergumam dalam hati : ” Oh ini toh salah satu sebab macet, ternyata ada ‘orang besar’ yg meninggal dan banyak yg melayat”.

Sepanjang jalan kepala Saya berpikir lagi, ternyata meski kita orang besar atau merasa besar sekalipun, pada saatnya kita akan meninggalkan semua kebesaran tadi untuk memasuki gerbang kehidupan baru. Gerbang kehidupan baru itu akan mengantarkan kita memasuki dunia lain yg kita kenal sebagai alam kubur hingga alam akhirat.

Saya berdoa semoga Saudara kita yg bergelar Doktor tadi diterima disisi-Nya dan sudah memiliki bekal akhirat yg disiapkan sepanjang hayatnya di dunia.

Pertanyaan yg muncul di benak Saya  selanjutnya adalah ; Bagaimana jika kita merasa besar di dunia (sukses dalam suatu bidang, menjadi pemimpin, disegani dan dihormati orang, dll) namun belum punya bekal yg cukup untuk akhirat? Atau bagaimana kalo kita merasa kecil di dunia (blm sukses, sengsara terus, tidak pernah merasa bahagia, dll) namun belum juga punya bekal yg cukup untuk kampung akhirat?

Kedua kondisi di atas sama-sama merugi. Yang paling rugi tentu kondisi yg kedua. Dunia belum didapat, akhirat juga tidak siap. Kesimpulan Saya, kita harus memiliki ilmu manajemen yg baik untuk bisa mengarungi kehidupan dunia yg penuh dengan keberlimpahan rezeki ini dan tidak melupakan bekal untuk kehidupan akhirat.

“Jika kamu ingin mendapatkan kebahagian kehidupan dunia, maka hendaklah dengan ilmu.  Jika kamu ingin mendapatkan kebahagiaan akhirat, juga hendaklah dengan ilmu. Dan jika kamu inginkan kebahagian keduanya, maka hendaklah dengan ilmu”.

Sesuai dengan judul artikel ini, salah satu ilmu untuk mendapatkan kebahagian akhirat adalah manajemen menghadapi kematian. Sederhananya, manajemen selama hidup di dunia agar punya bekal yg cukup sebelum pintu kematian itu datang.

Ide manajemen ini Saya dapat setelah membaca salah satu artikel buletin Jumat beberapa waktu lalu. Saya terkesan membaca judulnya karena terasa sedikit ‘menyeramkan’.

Betapa tidak, karena selama ini orang takut membicarakan kematian diri sendiri namun sering melihat kematian orang lain. Berapa banyak tetangga, sahabat, dan saudara sendiri yg lebih dulu  meninggalkan kita namun tidak memberikan ‘kesan khusus’ kepada diri kita.

Kita seolah akan hidup lama atau merasa selamanya. Hal ini tercermin dari prilaku kita yg meninggalkan kepentingan manajemen menghadapi kematian. Kita sibuk menjajal berbagai praktek ilmu manajemen diri, namun lupa manajemen kampung akhirat. Bolehlah kita berhasil dengan manajemen dunia yg fana ini, namun sertakan pula ilmu untuk mencapai keberhasilan kampung akhirat yg lebih abadi. Singkatnya, mari kita capai kebahagian di dunia dan sekaligus kebahagian akhirat.

Setidaknya ada 2 Manajemen untuk mencapai kedua kebahagian tadi menurut ilmu penulis yg masih terbatas ini ;

1. Manajemen fisik (badan).

Manajemen fisik berhubungan dengan tingkat kesehatan badan dan pikiran.

2. Manajemn hati (batin).

Manajemen hati berhubungan dengan kesehatan jiwa yg mempengaruhi kesehatan badan dan pikiran kita.

—————————————

Orang yg berhasil mencapai materi dunia mungkin baru menguasai manajemen fisik, namun orang yg berhasil mencapai kebahagian dunia dan akhirat Insya Allah menguasai Manajemen Fisik dan Hati.

Fisik berhubungan dengan badan dan pikiran. Jika fisik kita bagus, secara relatif akan mendorong pikiran kita bisa bekerja rileks. Begitu juga sebaliknya. Jika pikiran kita terkendali, maka badan akan terasa ringan dan enak melakukan segala aktifitas.

Hati berhubungan dengan 2 sumber kemungkinan ; Sumber petunjuk hawa nafsu (Syaitan), Sumber petunjuk Ilahi (Tuhan Pemilik Alam Semesta).

Jika hati cenderung bersumber dari petunjuk hawa nafsu, niscaya setiap usaha kita di dunia hanya berhasil dalam ukuran fana. Terlihat sukses di luar, namun ternyata keropos di dalam. Jika hati cenderung bersumber dari petunjuk Ilahiah, tentu ukuran sukses akan diraih baik dari sisi luar mapun dari sisi dalam. Sukses akan diraih baik dari sisi dunia, maupun dari sisi akhirat. Sukses akan diraih baik dari sisi materi mapun dari sisi non materi (ketenangan, kedamaian, kebahagian, sifat sabar, ikhlas, saling menolong, dan sifat-sifat terpuji lainnya).

Sungguh beruntung orang-orang yg mau mempersiapkan bekal kampung akhirat dengan manajemen fisik dan manajemen hati. Semua perbuatannya untuk mencapai kebahagian hidup di dunia hanya semata-mata mengharapkan Keridhoan-Nya sehingga bisa sukses meraih kebahagian kampung akhirat :

“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku”.

Pembahasan masalah manajemen fisik dan hati ini tentu merupakan materi yg sangat panjang dan eksperimental.  Insya Allah jika ada kesempatan akan saya bahas lagi berdasarkan pengalaman pribadi.

Semoga ada hikmahnya bagi kita yg ingin mencapai kebahagiaan dunia-akhirat…! Amiin.

Sukses untuk kita yg Mau Belajar tentang Kehidupan,

Davit

====

CEO
www.RahasiaWebsitePemula.com
www.ListBuildingPemula.com
www.DavitHerbal.com
www.SepatuBogor.com

7 Rahasia Pensiun Dini dengan Bisnis online


Pencarian dari Google :

86 Responses to Manajemen Menghadapi Kematian

  1. sutriyati says:

    terimakasih atas artikelnya. sangat mengingatkan sekali.semoga selalu diberkahi

    • Astagfirullahaladzim…..
      saya jadi takut pak davit, mengingat kematian itu tidak bisa diduga datangnya,iih serem..,yang paling saya takutkan ketika kita masih berutang he..he..tp kok ga kapok-kapok ya,saya mau serius ah belajar bisnis di RWP biar cepet lunas dan jadi kapok berutang ha..ha..

  2. fazazka says:

    benar pak davit, kalo setiap pribadi muslim sadar akan amanahnya di dunia adl mencari bekal akhirat,maka dunia akan penuh kedamaian, seperti di jaman kejayaan rasulullah. si kaya menyangga si miskin dan tdk menimbun hartanya berlebihan.si miskinpun tdk suka menerima pemberian tanpa bekerja meneteskan peluh untuk mendapat rizki yg halal. andaikan zaman ini seperti waktu itu…,sekarang yg bisa kita lakukan adalah mengamalkan yg sepanjang kita bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga yg insya allah akan merupakan syiar bil amal…

  3. carilah kehidupan yg telah Allah sediakan untuk kita tapi jangan lupa untuk menjadikan dunia ini sebagai ladang akhirat kita. Take Action For Our Future and Save Our Soul To Give For All.

  4. Kalau berbicara tentang management, setidakna ada 4 prinsip yang harus kita pegang, yaitu POAC ( Planing, Organising, Actuiting, Controling )

    Management menghadapi kematian berarti membuat planing yang ingin dicapai saat kita meninggalkan dunia ini menuju kehidupan abagi, apakah tempat yang penuh keni’matan ataukah sebaliknya. Setelah membuat perencanaan, kemudian kita mengorganising potensi yang kita miliki baik internal (jasadiah/fisik, fikriyah, ruhiyah) maupun potensi external (harta, keluarga, jabatan, kekuasaan dll). Semuanya dioptimalkan untuk kemaslahatan hidup yang bisa mendatangkan ridho Allah SWT. Selanjutnya Action (amal). Semua yang sudah direncanakan itu diikuti amal-amal nyata dengan memanfaatkan potensi yang kita miliki tsb. Jangan lupa kita harus mengontrol terus menerus setiap amal yang kita lakukan itu, baik dari segi kwalitas maupun kwantitasnya. Dari sisi kwalitas kita haru selalu menjaga niat kita jangan sampai keluar dari nilai ikhlas, serta melakukan amalan-amalan yang utama. Sedangkan dari segi kwantitas kita beramal semaksimal kemampuan kita, bukan sekedar kemampuan. Sebagai contoh kalau kita mampu bersedekah seratus ribu, maka jangan merasa puas dengan sedekah sepuluh ribu, karena itu tidak maksimal. fastabiqul khoiroot… kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Wallahu a’lam…

  5. taju says:

    sesungguhnya manusia itu dalam merugi,kecuali yang saling ingat mengingatkan….mantap pak artikelnya.sukses selalu

  6. Alfi says:

    Banyak saudara-saudara kita, yang terlena dengan teman-teman dunia yang berbentuk kemegahan harta. Amat penting kita renungkan, ” sesungguhnya kubur merupakan awal persinggahan dari beberapa persinggahan ahirat. Jika Ia berhasil dikubur tersebut, maka persinggahan berikutnya lebih mudah(Dia jalani). Dan jika Ia tidak berhasil dikubur tersebut, maka persinggahan selanjutnya lebih sulit baginya”.(HR.At-Tirmidzi)

  7. Oo Suwitha says:

    Bagi orang-orang yang beriman kematian itu tidak usah ditakuti karena semua mahluk di bumi ini pasti akan mengalami kematian cuman wktunya saja kita tdk tau, karna itu jgnlah kita lupa untuk berbekal diri banyaklah beramal karena kita tidak tau kapan mati itu akan datang.

  8. Makasih buat teman-teman semua yg sudah menambahkan. Saling mengingatkan demi kebaikan. mkasih buat Pak Fazazka, Pak Fuad (peluang bisnis), Pak M Choerudin, Pak Taju, Pak Alfi, dan Pak OO Suwitha. Semoga kita menjadi orang yg berlomba-lomba menyeru dan melaksanakan kebaikan..!

    Sukses u kita dunia-akhirat,

    Davit

  9. bintanboyz says:

    benar saudaraku…kita harus mensejajarkan antara kehidupan dunia dan akhirat dimana keduanya harus dicapai dengan prestasi yang terbaik.

  10. Green Coffee says:

    Jika sudah berusaha punya penghasilan dari bisnis online, tapi sudah berbulan-bulan belum juga ada hasil. Tapi tidak putus asa juga malah mencoba strategi baru misalnya dengan focus pada suatu jenis bisnis online dan akhirnya berhasil mendapatkan dollar demi dollar. Pada kondisi ini Alhamdulillah. Seyogiyanya harus lebih mendekatkan diri kepada ynag maha kuasa. Sebaliknya jika belum berhasil harus bersabar dan senantiasa juga harus dekat kepada yang maha kuasa. Sehingga ketika saatnya menghadap yang mahakuasa bekal telah tersedia menuju kampung aherat yang lebih kekal. Kejar dunia seakan2 kita hidup untuk selama2nya, dan kejarlah akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. just refresh

  11. Cak Muz says:

    Subhanallah….Semoga apapun bisnisnya selau akhlaq dikedepankan.
    Apa artinya dunia dapet tapi akhirat lost.
    Allahu Akbar

  12. fasttraffic says:

    Alhamdulillah…
    Dari semua yang mengaku pakar ataupun guru di jagad IM
    Mas Davit memang beda banget,Anda harus bertanggung jawab dengan pencerahannya hari ini.

  13. mulham says:

    ia semua barang yg bernyawa pasti mati….

  14. Yang penting prakteknya ya pak?

  15. bhismo Sampoerno says:

    Betul sekali pendapat Anda mengenai ilmu akhirat.
    Memang idealnya orang harus seimbang ilmu dunianya dengan ilmu akhirat.Tapi biasanya orang lupa jika sudah
    sukses dalam keduniawian yaitu menjadi sombong dan lupa diri,merasa dirinya wah.
    Anda yang masih sangat muda perlu diacungin jempol.
    Sudah mencapai sukses duniawi tetapi masih punya keinginan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain.
    Jaman sekarang jarang ada orang rela memberikan ilmu kepada masyarakat luas apalagi bidang yang bisa mendatangkan uang banyak.
    Sifat ini bisa terbentuk hanya melalui internet marketing.Anda adalah seorang super affiliate sejati.
    Selamat berkarya bagi sesama,pak Davit.

  16. Mahakam24 says:

    Yth. Bpk Davit Putra.

    Artikel yg menyentuh hati.
    Sebagai bahan utk kita renungkan.
    Karena kita semuanya pasti akan menemui kematian. Waktunya saja yg kita tidak tahu.

    Salam Hangat dari Banjarmasin.

  17. Djoned says:

    Artikel anda bagus, dan terima kaih atas kirimannya – dengan kata lain Anda masih mengingat saya kan he he…
    Ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang Anda tulis diatas, misalnya: sebenarnya hidup (manusia) itu untuk siapa sih? untuk kepentingan siapa dan untuk apa? Coba kita bercanda dengan pikiran nakal kita, andai kita pak David, Djoned dan si A, si b dan si C tidak ada di dunia ini (tidak terlahirkan)…saya kira juga gak ada masalah, manusia lain juga tidak ada yang menanyakan dan atau merasa kehilangan atau bumi jagad raya ini tetap saja berjalan seperti takdirnya… jadi sebenarnya keberadaan kita itu untuk siapa? Apakah Anda merasa beruntung bisa hidup di dunia ini? dan apakah Anda akan sangat menyesal bila dipindahkan ke kehidupan yang lain? atau apakah Anda merasa punya hak/kewenangan atas diri sendiri untuk menentukan hidup Anda? aneh kan… padahal – menurut saya – hidup kita sekarang ini bukan kehendak kita, kita tahu-tahu ada dan hidup aja! dan kita merasa memiliki hidup kita… Aneh kan kita… ha ha ha..

  18. riza says:

    Subhanallah… yang jelas Tuhan tidak akan memanggil umatnya sebelum semua rezki yang telah ditetapkan di berikan kepadanya. Artinya Bagaimanapun gigihnya kita mencari/menggumpulkan harta kekayaan jika memang Tuhan tidak berkehendak maka tidak akan kita dapatkan sebaliknya jika memang sudah kehendaknya maka apapun dapat terjadi. Kesemuanya itu jika memang sudah waktunya tidak akan ada artinya . kecuali jika memiliki amal ibadah yang baik selama hidup di dunia..

  19. Abdul Muis says:

    Ass.WW.T.Kasih Bang Davit Tulisan Artikel-nya yg mengingatkan kita kampung akhirat. InsyaAllah kt semua umat Muhammad dimasukan Oleh NYA di Surga-nya. Amin Yaa.. Mujibassaailiin.

  20. H.Zen AR says:

    Masya Allah Tabarakallah….! Pak Davit ini gak disangka yah.. Ternyata Penyeimbangan Bpk mengenai Manajemen Kehidupan Dunia dan Manajemen Kehidupan Akhirat (itu sangat tertera diWebsite untuk mengingatkan Mahkluk Allah yang diberi Akal) itulah cerdas. definisi cerdas adalah orang yang punya tujuan, hidup tujuannya mati,mati tujuannya Faaz(Fauzun Adzim kebahagiaan yang diharapkan semua manusia setelah hidup dari mati)orang cerdas punya tujuan baik yang mencari dolar maupun Rupiah Dsb Semua itu Mengharapkan Faaz banyak jalan dengan berbagai cara tapi tujuannya hanya Satu adalah Faaz kembali kepada ilmu untuk mencari Faaz Tersebut dengan cara yang sebenarnya agar tercapai. Salam saya untuk pembaca Terima kasih pada Pak Davit Wasalam.

  21. yusuf says:

    Allahu Akbar, sungguh luarbiasa sukses yang ingin kita capai adalah dunia akhirat ini semua dapat terlaksana dengan ilmu (nur cahaya illahi)
    dunia adalah ladang akhirat, do’a yang senantiasa kita ucapkan adalah mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di akhirat, semoga Allah meridhoi usaha kita.
    sukses buat pak David

  22. reinhard says:

    Terima-kasih Pak Davit, atas artikelnya.
    Mengingatkan saya untuk semakin dekat dengan dan tidak melupakan NYA.

  23. baikuni says:

    Thanks atas artikel’a pak,
    jadi mengingatkan sy kembali…

  24. Bagus Permana says:

    Trima Kasih Pak atas artikelnya…..
    Agar kita selalu ingat bahwa hidup bukan hanya di dunia tapi juga di akherat..
    Dan pasti kita akan di mintai tanggung jawab semasa kita hidup di dunia…

  25. Memang benar,pak. Apapun yang kita kerjakan di dunia, hendaknya tidak ada yang sia-sia dan bisa dipertanggungjawabkan nanti setelah kita meninggal dunia.

    Mengerjakan bisnis online jika diniatkan ibadah mencari nafkah justru memilliki nilai positif yang berlipat ganda. Selain mendapatkan uang melimpah, juga mendapatkan pahala mencari nafkah dan pahala atas ilmu yang kita bagikan ke member2 kita.

  26. Lismaulita Sari says:

    Terima kasih pak, atas tulisan yang sangat menyentuh dan membuka pikiran saya tentang pentingnya manajemen kematian buat umat manusia. Tulisan bapak benar-benar bagus dan membuat saya lebih introspeksi diri tentang tujuan hidup kita yang sebenarnya bukan dunia semata tetapi yang lebih utama adalah akhirat yang lebih kekal.

  27. Semoga kita bersama bisa mengambil hikmahnya. Makasih atas komentar Bu Sari, Pak Anang, Pak Bagus, Pak Baikuni, Pak Reinhard, dan semuanya yg tidak tersebutkan satu persatu.

    Kita adalah makhluk yg lalai jika tidak saling mengingatkan. Saya seolah mengingatkan pada diri sendiri.

  28. dwi says:

    Memang hidup ini harus balance antara dunia akhirat, mdh2an saya bisa menjalaninya. Trims atas info nya pak.

  29. sandy says:

    Terkadang karena kesibukan kita di dunia ini dalam mencapai suatu tujuan hidup yg lebih menonjolkan materi membuat kita lupa akan kebahagiaan yang hakiki yaitu akhirat.. walau sekedar gurauan dari beberapa teman yg mengatakan, nyari kebahagiaan dunia aja dah repot palagi akhirat…duh sungguh merugi bagi orang2 yg hanya mengejar dunia saja..
    Trima kasih atas sharing pengalaman bernuansa religius ini, karna saya pikir tadinya Bpk cuma care terhadap bisnis dunia online bpk saja, ternyata juga perhatian terhadap bisnis akhirat… teruskan ya pak…semoga Allah SWT selalu bersama kita….

  30. @Amiin pak Sandy dan Pak Dwi..!

  31. wadiran says:

    Manajemen menghadapi kematian adalah sebuah artikel yang cukup menyentuh. Saya lebih menyebutnya Menyongsong kampung akhirat. Itu berarti kita mesti ada langkah nyata tuk mulai menyemai benih-benih kebajikan bil khusus rekan-rekan member rwp. Alangkah indahnya jika kita tumbuh rasa ikhlas secara bersama-sama menggalang gerakan sedekah member rwp trus dikelola rwp pusat untuk kemaslahatan. Taruhlah setahun sekali ato dua kali. Sementara baru bisa dibayangkan kalaupun member rwp sebanyak 2000 bersedekah 10.000,- wow….

  32. anax kolonx says:

    bnyak jg manajemen yg hrs diatur dgn baik,g hnya urusan dnia sja…jd lbih dewasa ne pak…mksh dah share,,,

  33. mirza says:

    Manajemen yang bagus…..jika sudah waktunya pasti takkan bisa ditunda…….mobil mewah….?, harta banyak….?, kebesaran…? anak istri….? hanya sebagai pengantar keliang lahat, yang setia menemani kita hanyalah “Amal” baik & buruk.
    Terima kasih share nya

  34. sarto says:

    ketika kita berada dalam komunitas maka keimanan kita akan terjaga,tapi sebaliknya ketika berada diluar NERAKA itu seakan akan tidk ada, mungkin ini adalah sifat manusia

  35. syafrial says:

    wah bagus banget tuh mas…jadi terinsifirasi , bagaimaa kita menghadapi kehidupan sekarang ini, …sukses selalu yaa mas dan terus beri motivasi buat saya . amien

  36. Saya sangat setuju apa yang menjadi pemikiran anda.

  37. albusro says:

    saya senang keorisinilan anda, semoga Tuhan berkati terus
    Lanjut!

  38. TARJOkosiTERUS says:

    Jalani hidup pada kondisi ELING- mindfullness, sedemikian ilmu& ketrampilan tidak mendatangkan bencana. Misalnya bencana ekologi atau sepur nyeruduk setasiun.

  39. TARJOkosiTERUS says:

    Lhaaa BENER THOO… kita dapat bencana banjir& tanah longsor, tak berkompetensi mengelola ( manfaat& pelestarian ) hutan TROPIS dengan kompleksitas hidro-ekologi nya. Kita ini tahu sebatas semak- belukar, pohon kurma& zaitun dan oase padang- gurun plus seneng dhuwiek.

  40. sudarto says:

    subhanalllah, saya sangat tertarik artikel mas davit.
    dan itu sangat diperlukan tapi banyak teman2 yang belum sadar jika ilmu menggapai kebahagiaan di akhirat itu juga sangat diperlukan. saya tunggu artikel selanjutnya mas ….

  41. sujoto says:

    Alhamdulillah, disini ada info selain bisnis untuk mencari keuntungan materi tapi ada hal yang lebih penting lagi yaitu upaya meraih sukses baik dunia lebih-2 sukses diakherat kelak. salut mas Davit

  42. nunung says:

    subhanallah Pa Davit, sy suka artikelnya bnyak orang mengejar duniawi tp suka dilupakan untuk bekal ke kampung akhirat. Ok Pa davit mantap….p meskipun sy belum online di bisnis ini suka banget deh.

  43. ayu says:

    Sangat bagus artikelnya…
    Terima kasih Pak Davit sudah mengingatkan kita untuk mempersiapkan bekal akherat…yg paling utama.

  44. kriswidagdo says:

    saya belum siap mati kecuali hutang hutang saya sudah lunas semua insyaallah.

  45. wiwik says:

    yah jadi makin manteb ikut pak Davit nih. Jadi jelas apa yang dikejar. Tidak melulu dunia tok yang hanya kira kara kalau dibanding akherat hanya sekitar 4 menit.

  46. Rustama says:

    Demi waktu…
    Sesunggunya manusia itu benar2 dalam kerugian.
    Kecuali orang2 yang beriman dan beramal soleh, serta
    saling nasehat dan menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. (SQ : Al’Ashri)

  47. Dadang says:

    sungguh menyentuh dalam kolbu, semoga keimanan kita terhadap Allah Swt lebih ditingkatkan lagi…..Amien.

  48. sujoto says:

    seharusnya setiap manusia yang hidup memikirkan datangnya saat berakhirnya hidup ini dengan meraih kesuksesan baik didunia hingga diakherat sesuai arahan tulisan bung. Davit yang banyak sarat makna buat yang manyimaknya.

  49. Budiman says:

    Subhanallah saya merasa bangga bisa kenal dengan Pak Davit karena disamping kesibukannya, masih ingat kampung akhirat yang pasti kita semua akan kembali kepada-Nya.Semoga kita semua diberi keberkahan oleh Allah SWT dalam hidup ini,sehingga selamat di dunia dan di akhirat nanti. Amiin

  50. Valphoole says:

    Terima kasih untuk blog yang menarik

  51. Suhadji says:

    Subhanalloh, salut banget buat Pak Davit. Setelah membaca artikel tsb saya ingat kejadian kemarin (29 Januari 2011). Waktu itu saat saya berangkat kerja di daerah pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, saya melihat kecelakaan dgn korban yg terlindas truk trailer. Lalu saat saya pulang kerja, hampir sampai rumah saya melihat lg kecelakaan. Ada orang yg tertabrak kereta api.
    Setelah saya baca artikel Pak Davit, rasanya klop banget bhw KEMATIAN tidak dapat dimajukan/ditunda. Dan untuk menghadapinya kita memang harus menyiapkan bekal menuju kehidupan di akhirat.
    Terima kasih Pak Davit atas Mutiara Kehidupan nya.

  52. Abdul Hamid says:

    Betul Mas Davit…
    Jadikanlah hidup di Dunia ini sebagai ALAT,
    alat untuk mencapai TUJUAN akhir hidup kita yaitu kampung akhirat yang kekal abadi.Ibaratnya kita mau berangkat kesuatu tempat pasti kita bawa bekal,bekal itu tergantung jarak dan waktu yang kita perlukan semakin jauh jarak dan waktunya tentu semakin banyak bekal yang harus kita bawa,nah timbul pertanyaan dalam diri kita bekal apa yang sudah kita persiapan untuk tujuan akhir hidup kita yaitu kampung akhirat,beruntung bagi orang-orang yang sudah sukses dapat membagi-bagikan kesuksesanya, contohnya yah seperti Mas Davit ini yang sudah banyak berbagi kepada kita semua,semoga inipun menjadi bekal untuk persiapan menuju kampung akhirat,amien ya Robbalalamin.

  53. y. sumarsono says:

    Well, i couln’t say much about it. some Said strongly: Yg penting prakteknya.etc. In my mind that’s God secret, remember: those who have a lot of sins may have the same chance to see God in case they regret on everything in the end of their life. GBU

  54. Alhamdulillah. Dalam sebuah hadist yang pernah saya baca, manuasia yang cerdas adalah manusia yang slalu ingat perihal kematian dan senantiasa mempersiapkan segala sesuatu(amal sholeh ).Ibaratnya ,lebih baik menanam padi, karena pasti tumbuh rumput. klo yg d tanam rumput nggak bakalan tumbuh padi. Jadi bilamana kita mengedepankan urusan akhirat maka urusan dunia pasti ngikuti. AminYaaRobbal’alamin.

  55. eddybawor says:

    trimakasih pencerahannya,pak..kalo udah ngurusin duniawi orang suka lupa atau melupakan akhirat.padahal kalo dah ketemu mati,apa yg dicari dan dikumpulkan ga akan dibawa.dengan adanya blog bapak ini , semoga saya dapat selalu mengingat mati..dg mengingat mati akan mengerem langkah yg kadang tanpa kendali…sukron pak

  56. sutrisno says:

    Memang benar, kebanyakan dari kita yang dikejar kebahagiaan dunia (manajemen fisik. Berbagai upaya dilakukan tetapi sedikit diantara kita yang menata diri untuk kesuksesan akhirat. Buktinya, di sekitar kita banyak orang berolah raga, bersenam walaupun hujan deras bukan penghalang, tapi giliran berangkat ke masjid baru grimis katanya sedang hujan. ya nggak mas davit

  57. parwoto says:

    thanks banget Pak davit. Alloh yang membalasnya

  58. Harry Suyanto says:

    Pada prinsipnya kita harus mengendalikan hati dan pikiran kita, sehingga kita siap setiap saat bila menghadapi maut atau kematian. Point utama adalah niat dan iman kita pupuk terus-menerus, konsisten dan tidak goyah oleh godaan dunia. Cobalah ingat amal apa yang paling dicintai Allah, niat hidup kita sehari-hari ini untuk apa. Jangan sampai kita lupa zikir (mengingat Allah) hanya karena dikejar target dunia/workaholic), akhirnya fisik kita ambruk dan jantung kita putus. Naudzubillah mindzalik

  59. H. Sakdullah Anwar says:

    Betul Pak Davit, kita terjebak sederetan proses kehidupan yang didalamnya penuh goda, dari usia anak2 mencaapai dewasa kadang memandang kampung akhirat sebelah mata, kadang sampai usia dewasa pun masalah kampung akhirat karena kesibukan mencari kebutuhan hidup, yang mana sekarang serba susah lagi2 kampung akhirat terlupakan. Semoga tulisan Pak Davit mengingatkan kita jangan sampai merugi di kampung akhirat sebagai mana surat Al ‘asri. amin

  60. terimakasih bos info nya .

  61. Betul mas,untuk itu kita jangan lupa bersyukur dengan apa yang sudah kita hasilkan,tapi dari yang kita hasilkan jangan dijadikan tujuan,tapi alat untuk mendekatkan diri kepada sang Maha kuasa.

  62. rohmat says:

    asw ikut comment pa David

    Ajib, subhanallah

  63. logam mulia says:

    logam mulia…

    [...]Manajemen Menghadapi Kematian | Panen Mutiara Kehidupan dari Bisnis Online | Usaha Modal Kecil[...]…

  64. Thanks, pak David.

    sharing yang bermanfaat dan sangaat mengingatkan.
    dengan ini akan tambah memaksimalkan usaha untuk menyempurnakan management preparation dalam hal proses pencapaian bekal maksimal untuk target kampung akherat.

  65. Terima kasih atas sharingnya Pak Davit, di hari yang mulia ini semoga kita semua menjadi orang2 yang beruntung karena saling mengingatkan. Dan apa yang kita usahakan saat ini akan menjadi bekal kelak di hari kemudian. Amin

    Salam sukses untuk kita semua.

  66. Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku atas apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah kepadaku apa yang bermanfaat bagiku, serta tambahkanlah ilmu kepadaku.

    HR. Muslim

  67. hartoyo says:

    sungguh sangat menyentuh dan menggugah perasaan saya yang masih belajar untuk bisa sukses didunia maupun diakhirat nanti, terimakasih pak Davit mudah2an setelah baca artikelnya bisa lebih memacu semangat saya untuk terus belajar lebih giat lagi, salam sukses.

  68. Ade.S says:

    Jadi ingat pekerjaan saya sehari-hari nih….. Menurut saya, kesadaran tentang management kematian itu sudah harus hadir pada tiap manusia beragama yg sudah akhil baligh, berpikir, dan mempunyai tujuan hidup. Kenapa? Karena sudah jelas Tuhan menjadikan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Nah, pasangan kehidupan itu apa? Ya, kematian. artinya, ketika seseorang mempunyai tujuan hidup maka ia pun harus punya “tujuan mati”. “Tujuan mati” yg saya maksud itu dalam artian: kesadaran manusia tentang konsekuensi yg akan diterimanya sebagai hasil evaluasi Tuhan atas tugas & kewajiban yg harus dijalankannya sebagai manusia selama hidup sebelum mati untuk masa setelah kematian. Sukron.

  69. Arman Rejana/HAJI UMRAH says:

    Ass. Wr. Wb. Alhamdulillah, semoga hati kita semua menjadi ikhlas untuk diperingatkan/ditegur dengan nasehat dari siapun orangnya. Mungkin semua orang mengerti kalau akan bertemu dengan kematian, tapi masalahnya benar yang dikatakan Pak Davit,yaitu umumnya/kebanyakan dari kita semua….selalu, atau sering….LUPA…akan KEMATIAN. Rasulullah SAW bersabda “yang paling pintar di antara ummatku adalah yang paling sering MENGINGAT KEMATIAN yang akan menjemput dirinya. Jadi maksudnya harus mempersiapkan bekal diri. Sekali lagi ini nasehat terutama untuk diri saya baru kepada saudara muslim yang lain. Terima kasih, Wassalaam ‘Alaikum Wr.Wb.

  70. Mudiono says:

    Semua dari kita akan “bepergian” yang tujuannya adalah akhirat.
    Orang yang cerdas tentu akan mempersiapkan bekal untuk bepergian.
    Bekal yang dimaksud tentunya bukan uang satu koper, bukan kartu atm dari berbagai bank atau yang lain yang bersifat materi.
    Amal sholeh lah bekal untuk menuju alam akherat tersebut.
    Pertanyaan yng timbul, Apakah bekal tersebut sudah cukup atau masih kurang atau malah minus, adalah Permasalahanya.

  71. Chistopher says:

    Betul sekali pak Davit, isi artikelnya mengingatkan bahwa hidup kita bukan hanya di dunia ini saja, tetapi suatu saat akan mudik ke akhirat dan kita mesti siapkan diri sebaik-baiknya.

  72. M, ari says:

    Ini sebuah pembelajaran yang baik…..hidup memang harus seimbang…tanpa keseimbangan akan mudah goyah dan menjadi rapuh…..thanks p davit

  73. Tulisan Bapak ttg “Management menghadapi kematian” merupakan tulisan yg tulus tumbuh dari inner feeling bpk menghadapi Syariat Allah di alam kehidupan. Apa yg kita lihat, alami dan hadapi di alam semesta, semuanya pelajaran dari Allah untuk mengakui adanya Allah dgn Kekuasaan Nya yang Maha Agung. Jika saya dalami maknaaca ayat Arrahman dlm Al Quran, maka keseimbangan harus kita jaga. Dengan seimbang, kita harus adil yaitu adil cari nafkah dan adil dalam beribadah, keduanya harus seimbang. Sambil mencari rezeki, maka kita wajib ingat bhw kita akan mati. Bagus sekali pak inti tulisan bapak dan semoga kita semua menjadi insan yang tawaqal dan beriman serta tidak pasrah pada kesulitan kehidupan tetapi pasrah kepada takdir Ilahi. Barokalooh ilaikum Pak Davit. Wassalamu ‘alaikum. Wihardijono

  74. Mas Kewus says:

    Trims atas artikelnya. Cukup menyentuh… semoga kita akan selalu ingat dengan tujuan Tuhan menciptakan manusia di muka bumi ini.

  75. Postingannya lama… ilmunya tetap sepanjang masa… sangat BERMANFAAT pak

  76. YULI AWIYANTO says:

    Salam,
    Akur sekali pak Davit, apa yang dipaparkan ttg makna sukses yang sebenarnya adalah Sukses Dunia & Akherat….
    Apa yg qt dapatkan bukan apa yg qt inginkan tapi apa yg qt fokuskan.
    ya ya ya….memang keinginan qt banyak….ini & itu…
    Tapi qt gak fokus dengan apa yang kita inginkan tsb, jadi tetap saja…

    Matur Nuwun atas pencerahannya,
    Salam,
    YAW

  77. jamasri says:

    belum lama ini saya juga mengalami peristiwa yang mampu mengingatkan saya akan kematian .betapa tipisnya garis pemisah antara hidup di dunia dan hidup di alam kubur itu .
    ceritanya begini , suatu hari teman saya sebut saja budi mengontak aku mengajak aku bekerja sama mengani suatu proyek ,kami memang pekerja bangunan ,
    aku menolaknya , karena aku sendiri sedang ada proyek , ”coba aja hubungi mamat siapa tau dia kosong , soalnya beberapa hari yang lalu dia nelpon aku tanya kerjaan”saranku ke budi .rupanya budi menuruti saranku tidak lama kemudian budi kembali nelpon aku ,dengan emosional budi mengabarkan bahwa mamat telah tiada,,,,,,,inalillahi waina illaihi rojiun,,,,,ya allah , mamat telah tiada ,mamat teman karib kami , partner kerja kami ,yang beberapa hari yang lalu nelpon tanya kerjaan ,kini telah di panggil yang maha kuasa ,beberapa waktu yang lalu ketika kami mengerjakan proyek di bandara mamat memag kerap mengeluh nggak enak badan ,kami menyangka penyakit biasa yang diakibatkan dari kecapaian kerja ,setelah istirahat beberapa hari pasti akan sembuh .ternyata lebih dari itu ,
    konon ia sudah komplikasi bermacam penyakit hingga akhirnya membawanya ke alam kubur ,,,, semoga allah mengampuni dosa2mu ,dan menerima amal baikmu,amin,
    aku jadi tersadar bahwa hidup di dunia ini memang sangat sementara ,dan kita harus bisa memanfaatkan sebaik baiknya .sekali lagi kita harus bisa memanfaatkan waktu hidup didunia sebaik baiknya,
    sebab ketika kita sudah hidup di alam kubur, kita tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri lagi ,tidak ada kesempatan untuk memperbaiki catatan kita ,record kita,atau riwayat kita,
    salah satu cara memanfaatkan hidup adalah menuntut ilmu atau belajar ,imam hasan al basri ra berkata,”bekerjalah dan beribadahlah , tapi jangan lupa menuntut ilmu” yang di maksud menuntut ilmu disini tentu saja bukan semata mata ilmu agama, tapi semua ilmu yang bermanfaat termasuk belajar internet marketing ini,
    oke sekian dulu comen saya tentang managemen kematian ,,,,,,,,,,,,,,,,,

  78. kematian penuh misteri, tidak mengenal siapa pun, marilah kita membekali diri dg sgala kebajikan

  79. arifin says:

    Tidak menyangka seorang pengusaha tapi hatinya tidak dilalaikan dari keberhasilan dunia nya. Masih bisa meminij kesibukan dunia akhiratnya.
    Selamat Pa davit
    Semoga kita suka dunia akhirat
    Amiin

  80. Thanks for sharing such a pleasant thought, post is pleasant, thats why i have read it fully

  81. Bener bgd tu Pak Davit,kita tdk hanya mencari bekal untuk kehidupan dunia tpi juga bekal untuk di akhirat.Dunia hanya sementara dan sebaliknya akhirat kita akan kekal.Jgn sampai kita terbuai mencari dunia tpi melupakan tujuan yg sebenarnya yaitu akhirat yg kekal.Letakan dunia d tangan kita tapi jgn d hati kita,,

  82. Madu Asli says:

    Jasad dan ruh harus tawazun – seimbang – tapi sulit menyeimbangkannya, karena iman turun naik… yg penting, mau usaha seimbang…. :)

  83. LPG 50 kg says:

    tidak ada yang pernah tau kematian itu datang, krn harus slalu bersiap diri… Trims sharing nya pak Davit…

  84. Wandi says:

    Terimakasih sudah mengingatkan pak davit,karena sesama muslim memang harus mengingatkan satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Info ini juga Berguna Sobat :close