Paket Bimbel Nyantri + Wisata Arung Jeram :

Paket Bimbel Nyantri + Wisata Arung Jeram :

Paket Baru Bimbel Bisnis Online RWP ditambah Paket Wisata Arung Jeram. Peserta ikut kegiatan Arung Jeram + Flying Fox/Paintball + dapat oleh-oleh dari Kota Bogor. Baca Lebih Lanjut »

Berlibur ke Pantai Kuta-Bali :

Berlibur ke Pantai Kuta-Bali :

Liburan seru di akhir tahun 2015. Kami berangkat Bogor-Bali lewat jalur darat dg menggunakan Mobil RWP selama 40 jam. Capek sesampai di Denpasar, Kami rileks di Pantai Kuta yg bersih & berpasir putih...! Baca Lebih Lanjut »

Asyiknya Olah Raga di pinggir Pantai Tugu Pensil Tanjung Pinang.

Asyiknya Olah Raga di pinggir Pantai Tugu Pensil Tanjung Pinang.

Setelah capek online berbulan-bulan, kini saatnya merilekskan tubuh dan pikiran di pinggir pantai. Duh, rindu selalu suasana seperti ini...! Baca Lebih Lanjut »

Pantai Cibangban-Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Pantai Cibangban-Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Pada libur lebaran tahun 2014 ini, kami sekeluarga memilih lokasi wisata di Pantai Sawarna-Banten dan Pantai Cibangban-Sukabumi. Kami berangkat di saat orang lain sudah masuk kerja hari pertama, tgl 4 Agustus 2014. Baca Lebih Lanjut »

Berlibur ke Pantai Andriyani-Pasir Putih, Jogjakarta

Berlibur ke Pantai Andriyani-Pasir Putih, Jogjakarta

Pantai Andriyani di Jogjakarta memiliki pantai yg indah dg pasir putih dan deburan ombak khas Pantai Selatan...! Anak-anak betah bermain pasir di sana. Baca Lebih Lanjut »

Mengajak Anak-anak & Istri ke Cibalung Happy Land - Wisata Alami

Mengajak Anak-anak & Istri ke Cibalung Happy Land - Wisata Alami

Karena Saya sibuk ngajar Sabtu-Minggu, maka hari libur ditetapkan selain hari Sabtu&Minggu. Anak-Anak diajak berlibur biasanya sepulang mereka sekolah. Ini adalah liburan Kami pada hari Kamis, 6 Pebruari 2014 ke Tempat wisata alam Cibalung Happy Land-Bogor.. Baca Lebih Lanjut »

 

Category Archives: Mutiara Hidup Orang Lain

Kenapa kita Diberi Kesusahan Hidup?

Hello Sobat pembaca yg Budiman..!
Tulisan ini lebih bermaksud sharing kepada pembaca sekalian. Atau tepatnya berbagi pengalaman bagi mereka-mereka yg sedang mengalami kesusahan.

Saya terdorong membuat artikel ini karena banyaknya member Rahasia Website Pemula dan Bisnis Davit yg curhat tentang kesulitan hidup yg sedang mereka dialami.

Saya percaya setiap kita pasti pernah mengalami yg namanya kesusahan.
Baik kecil maupun besar. Baik ringan maupun berat. Dari mulai persoalan pribadi, rumah tangga, hubungan keluarga, sakit, kondisi pekerjaan, status sosial, usaha yg jatuh bangun dan sering bangkrut, banyak hutang, sulit berhasil, dan masih banyak hal lain yg tidak mungkin disebutkan satu per satu.

Kalau mau diakui, hidup ini sebenarnya adalah ‘kumpulan dari kesulitan’. Dan setiap kesulitan sudah disandingkan Tuhan dengan jalan keluar. Tinggal kita berusaha mencari jalan keluar yg sdh disiapkan Tuhan tsb.

Contohnya adalah perjalanan seorang bayi yg belajar utk bisa berdiri. Mulai dari mengangkat pantatnya, hingga meluruskan kakinya semua perlu proses jauh bangun. Tidak pernah bayi yg mau belajar berdiri langsung bisa berdiri dalam sekali usaha.

Begitu juga ketika sang bayi mau berjalan. Tidak pernah bayi bisa langsung berjalan mulus ketika mulai belajar jalan. Adakalanya kaki kirinya menyenggol kaki kanan sehingga dia terjatuh. Adakalanya sang bayi menyenggol kursi tamu ketika jalan sehingga terjatuh ke lantai lalu keningnya benjol.

Begitu pula hakikatnya kesusahan yg dihadapi orang dewasa. Karena akal kita sudah berfungsi optimal, maka kesusahan yg kita hadapi tentu setara dengan Fungsi akal kita.

Hanya Tuhan punya perhitungan sendiri utk memberi kesusahan (baca ; cobaan) pada setiap hamba-Nya. Kesusahan tsb disesuaikan dengan kapasitas akal yg Tuhan titipkan kepada kita. Jangan pernah sanksi atas kemampuan Tuhan utk memberi kapasitas kepada kita. Perhitungan Tuhan tidak akan meleset. Masalah yg kita terima sudah diperhitungkan sesuai kapasitas ‘indera’ yg dititipkan ke kita.

Hanya masalahnya ada pada diri kita masing-masing. Maukah kita menggunakan ‘indera’ yg sudah dititipkan Tuhan tsb utk menjemput jalan keluar???

Dari mana kita tahu jalan keluar dari suatu masalah? ‘Belajar dan Mencoba’. Itu kuncinya.

Kerahkan segenap potensi ‘indera’ yg sudah dititipkan Tuhan pd diri kita.
Cari tahu apa penyebab utama masalah kita. Setelah tahu penyebabnya, tinggal kitabelajar dari berbagai literatur bagaimana orang menyelesaikan masalah yg kebetulan masalahnya sama atau mirip dengan kita.

Setelah kita belajar dari berbagai literatur (buku, internet, TV, koran, majalah, dll), maka tidak syah jika ilmu yg sudah diketahui jika tidak dipraktekkan.

Mulailah ‘bereksperimen’ kira-kira jalan apa yg perlu kita lakukan.
Karena kita belum tahu persis jalan keluarnya (karena masih belajar tadi), maka tidak ada kata takut dalam memulai. Jika menurut hati nurani kita baik, maka ikutilah kata hati tsb.

Ada kalanya dalam satu kali usaha kita menemukan jalan keluar.
Namun lebih sering lagi usaha kita akan terpental dalam mencari jalan keluar. Itu biasa. lakukan lagi, lagi, dan lagi. Sambil kita melakukannya berulang-ulang, selipkan juga upaya instropeksi atau review apakah yg kita lakukan ada yg kurang. Apakah ada dosa yg telah kita lakukan dan kita belum minta ampun (bertobat) kepada Sang Pemberi Jalan Keluar..

Jika ada yg kurang atau salah dalam menyelesaikan masalah, maka perbaiki caranya. Jika ada dosa yg telah kita lakukan dan belum minta ampun kepada-Nya, maka segeralah minta ampun. Terus lakukan introspeksi itu semua dan jangan berhenti sebelum berhasil menemukan jalan keluar.

Jika kita mengeluh di tengah jalan, itu manusiawi. Namun cepat-cepat sadarkan diri kita bahwa inilah mungkin yg namanya proses pembelajaran. Dan suatu saat kita akan mengakui kebenaran kalimat bijak berikut : “Pengalaman adalah Guru yg paling berharga”.

Berikut beberapa hikmah lain dari kesusahan yg kita hadapi :

-Kita diuji Tuhan untuk jadi orang mulia (diangkat derajad kita) jika mampu mengatasi kesusahan tsb dg baik.

-Barangkali kesusahan tsb bisa menebus dosa-dosa kita yg lalu jika kita menghadapinya dengan sabar dan ikhtiar.

-Ada banyak ilmu baru (baca : hikmah) yg bisa kita petik dan jadi bekal jika terjadi masalah yg sama suatu hari kelak (problem solving). Atau kita bisa menunjukkan kepada org lain jika suatu hari mereka menghadapi masalah yg mirip dg kita.

-Jika dikaitkan dalam dunia Bisnis yg kita geluti, maka kesusahan yg diberikan Tuhan akan menguji apakah kita pantas Naik Kelas ke Bisnis yg lebih besar.

Meminjam istilah Pak Renaldi Khasali, Bisnis kita harus naik kelas layaknya orang sekolah. Murid yg tidak lulus ujian tentu tidak memenuhi syarat utk naik kelas. Begitu juga bisnis kita. Mengapa kita menjadi orang yg lemah ketika diuji dengan berbagai kesusahan? Padahal ujian kesusahan adalah pintu gerbang untuk menuju Bisnis yang lebih besar lagi.

Mana mungkin Bisnis kita maju jika menghadapi beberapa kali ujian saja kita sudah mundur?

Dalam konteks lebih luas, mana mungkin kita bisa merasakan kesuksesan hidup jika diuji saja kita lebih banyak berkeluh kesah?

Akan lebih baik jika kita selalu percaya pada ‘persandingan’ yg telah Tuhan buat : “Bahwa dalam setiap kesusahan, pasti Tuhan menyediakan jalan keluar”.

So, keep spirit teman-temanku. Anda tidak sendirian menjalani hidup ini.

Yakinlah Anda dipersiapkan Tuhan utk menjadi orang besar karena berani mencari jalan keluar dalam setiap kesusahan yg dihadapi..!

Yang Masih Belajar Tentang Kehidupan,

Davit Putra,
========

CEO RWP

Pencarian dari Google :

Habibie Afsyah, Profil Sukses Pebisnis Online Meskipun Cacat.

Saya sudah sering membaca nama Habibie Afsyah dalam dunia Bisnis Online Indonesia. Kabarnya beliau adalah salah satu orang Indonesia (cacat) yg berhasil mendapatkan komisi $2000 dari Amazon.com .

Namun berita tsb hanya Saya baca sepintas saja tanpa keinginan untuk mengetahui lebih lanjut siapa sebenarnya sosok Habibie Afsyah. Sampai suatu ketika Saya langsung tertarik membaca profilnya setelah dapat buku gratis berjudul “KELEMAHANKU ADALAH KEKUATANKU”.

Ceritanya buku gratis tsb saya dapat dari Suwandi Chow ketika upgrade keanggotaan di KayaDariFacebookMarketing menjadi member berbayar. Plus saya minta dikirimkan seluruh materi KayaDariFacebookMarketing yg berjumlah 12 video dan Ebook tsb ke rumah dg menambah ongkos kirim.

Proses nyampainya CD materi KayaDariFacebookMarketing ke rumah Saya sangat cepat, hanya 1-2 hari setelah membayar ongkos kirim dan konfirmasi pembayaran.

Selain buku gratis tentang Profil Habibie Afsyah, didalam paket CD tsb juga disertakan buku “Blueprint Kesuksesan” karya Motivator Tommy Siawira. Sungguh harga upgrade menjadi member berbayar sangat seimbang dengan materi yg didapat dan Bonus 2 Buku Fisik yg sangat memotivasi.

Sebenarnya 2 Buku Motivasi tsb bisa saja Anda beli di Toko Buku Gramedia, namun dengan upgrade menjadi member berbayar di KayaDariFacebookMarketing (plus ongkos kirim), kita tinggal menerima buku tsb di rumah.

Kenapa Saya mau Upgrade keanggotaan di KayaDariFacebookMarketing?
Karena Saya mau belajar mendapatkan Prospek/member dari kelimpahan anggota facebook yg sudah berjumlah lebih dari 300 juta orang. Kalau anggota Facebook dari Indonesia sudah mencapai 10 juta lebih. Saya melihat Cara yg dipakai Suwandi Chow telah meningkatkan jumlah pengunjung websitenya secara drastis dan gratis lagi.

Berbekal panduan Video dan Ebook Suwandi Chow, Saya sedang menyusun halaman “Fan page” untuk BisnisDavit dan “Group” untuk RahasiaWebsitePemula di Facebook. Namun Saya akui Saya masih belajar sambil jalan..he..he..he..!

—————————————-

Oke, kembali ke Buku Riwayat Hidup (Otobiografi) tentang Habibie Afsyah yg mendorong Saya menulis Artikel di Blog ini.

Buku Otobiografi yg ditulis Habibie Afsyah tsb menjelaskan riwayat Beliau dari mulai lahir, tantangan hidup sebagai orang cacat, hingga menemukan dunianya sukses menjadi pebisnis online.

Anda mungkin akan kaget jika mengetahui bahwa Habibie Afsyah telah sukses menjadi pebisnis Online pada usianya 21 tahun (saat bukunya dibuat thn 2009). Di usia mudanya, Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya.

Habibie terlahir sebagai bayi montok dan sehat yg membuat orangtuanya tidak menaruh curiga terhadap keadaan fisik anaknya.
Baru pada Usia 8 bulan, orang tuanya mulai curiga karena Habibie kecil belum juga bisa merangkak seperti bayi normal lainnya.

Mulailah Habibie di bawa ke Dokter oleh Ibunya untuk mengetahui penyebab terlambatnya perkembangan fisik tsb.

Setelah dibawa ke berbagai Rumah Sakit dan bertemu dengan banyak dokter, diketahui ternyata Habibie menderita penyakit Muscular Dystrophy Progressive tipe Backer.
Ada kelainan di otak kecil Habibie yg menyebabkan perkembangan syaraf motoriknya terganggu, sehingga pertumbuhannya terhambat dan mengalami kelainan.

Bahkan ada Dokter yg memprediksi umurnya hanya sampai 25 tahun saja.

Habibie sering dibawa ke mana-mana oleh Sang Ibu untuk berobat, baik ke dokter spesialis, maupun ke pengobatan alternatif. Semua dilakukan Ibunya agar mendapatkan kesembuhan bagi Sang Anak. Bahkan Habibie sempat dibawa terapi khusus dengan memasukkan tubuhnya ke dalam semacam kotak. Kakinya dimasukkan sepatu khusus dengan penyangga besi.

Namun Habibie merasa proses terapinya sangat menyakitkan. Dalam setiap terapi sekitar 15-30 menit itu Habibie kecil selalu menangis ; “Sakit Ma, sakit. Udah ma, Dede ngak mau,” jeritnya. Karena terapi yg menurut Habibie menyakitkan tersebut, pangkal pahanya sempat terlepas dari tulang mangkoknya. Dan hal itu membuat pertumbuhan kakinya menjadi tidak seimbang. Kaki Habibie menjadi panjang sebelah.

Namun keadaan cacat telah mengajarkan Habibie untuk ikhlas menerima keadaan yg diberikan Tuhan. Hal itu bisa dia terima dengan apa adanya.

Yang membuat sangat berat adalah tantangan hidup untuk mendapatkan perlakuan layak dari lingkungan sekitar.
Memang Beliau sangat merasakan diskriminasi ketika mau mendaftar ke sekolah, mau menikmati liburan di tmp wisata bersama keluarga, dan lain sebagainya.

Sebagian sekolah beralasan belum memiliki fasilitas untuk menampung Anak Cacat yg berkursi roda untuk belajar di sekolah normal.

Ibu Habibie lah yg berjuang keras ke sana-ke mari untuk mencari tempat pendidikan buat anaknya. Termasuk suatu ketika mendaftarkan Habibie pada Kursus Dasar Internet Marketing selama 2 hari dg pengajar dari Singapura, Mr. Fabian Lim.

Ceritanya setelah bergelut dengan perjuangan untuk bisa lulus sekolah hingga SMA, Habibi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dia didaftarkan ibunya ikut Kursus Dasar Internet Marketing. Biayanya lumayan besar, Rp. 5 juta. Usai Kursus Dasar Internet Marketing tsb, Habibie mengaku tidak tahu harus melakukan apa lagi karena dia merasa benar-benar buta tentang bidang yg baru dipelajarinya itu. Dia merasa nol besar untuk bidang internet marketing ini. Apalagi kursus yg diberikan dalam Bahasa Inggris dan memakai Alih bahasa (tanslator).

Habibie memang sering membuka internet, namun itu hanya untuk bermain game online sebagai pengisi kesibukannya di rumah. Katanya Komputer yg dipakai juga masih numpang di komputer kakaknya.

Belum habis kebingungan Habibie, Selang beberapa bulan kemudian, Habibie diikutkan kembali oleh ibunya untuk ikut Kursus tingkat lanjut (advanced) Internet Marketing dg pembicara yg sama dari Singapura,Fabian Liem.

Sebenarnya Habibie sempat menolak karena tidak enak melihat Ibunya
harus menjual Mobil sewaannya hanya agar dia bisa ikut pelatihan tsb.
Karena Biaya Kursus tingkat lanjut itu mencapai Rp. 15 Juta.

Dia sempat berdebat dengan ibunya, namun Ibunya tetap memberikan semangat kepada Habibie dan mendorongnya untuk bisa berhasil. “Anggap saja kamu kuliah”, begitu kata mamanya. Akhirnya dengan dorongan mamanya, Habibie mau juga ikut kursus mahal itu.

Di kursus advanced tsb, habibie mengikuti “kuliah” setiap 2 minggu selama 3 bulan. Di tmp kursus inilah pertama kalinya Habibie berkenalan dengan Suwandi Chow, alih bahasa (Translator) kursus itu dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Setelah belajar 3 minggu, Habibie berhasil mendapatkan penjualan pertama dari Amazon.com dg Produk Game PS3. Meski komisinya cuma $24, Habibie senangnya bukan kepalang karena baru kali ini bisa menghasilkan uang dari internet. Pada komisi pertama ini Habibie sebenarnya rugi karena biaya iklan lebih besar dari komisi.
Namun Habibie terus berusaha sampai dia bisa mendapatkan komisi $124, $500, $1000, dan $2000 dari Amazon. Semua memerlukan proses belajar dan praktek secara konsisten.

Uang hasil penghasilan dari Amazon dipakai Habibie untuk mengikuti kursus-kursus internet marketing lain, seperti Eprofitmatrix, Dokterpim, dan Indonesia Bootcamp.

Dari kursus dan praktek internet marketing, Habibie sudah bisa menerbitkan Ebook Panduan Sukses dari Amazon dan membuat situs Listing Rumah (rumah101.com).

Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eprofitmatrix bersama Gurunya, Suwandi Chow. Itulah pertama kali Habibie menjadi Trainer seminar meskipun usianya masih 20 tahun.

Sejak itu, Habibie sering diundang menjadi pembicara seminar internet marketing di kampus-kampus, hingga diliput koran, tabloid, dan majalah. Puncaknya Habibie diundang pada acara Kick Andy di Metro TV pada episode “Kasih Tiada Bertepi”.

Profil Habibie Afsyah

=======================================

Hikmah yg Bisa Kita Petik dari Profil Habibie

Berikut saya kutip 2 paragraf terakhir dari bukunya :

“Akhirnya, melalui buku ini,aku ingin mengajak Anda semua untuk mensyukuri apa pun yg telah dianugrahkan oleh Tuhan, termasuk diri kita sendiri. Diri kita adalah anugrah yang sangat berharga. Bagaimanapun kondisi kita, kita selalu punya pilihan untuk melejitkan potensi diri kita atau menidurkannya. kelemahan diri, termasuk keterbatasan fisik, tidak harus selalu berujung pada pelumpuhan diri. Pergulatan sudah pasti ada,
tetapi kelemahan bisa diolah menjadi kekuatan”.

“Kalau Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda”.
——————————————————————–

Hampir saja Saya meneteskan air mata membaca 2 paragraf terakhir tersebut.
Kalimat-kalimat tsb bukan hanya identik dg perjuangan sang penulis sendiri,
tapi lebih ditujukan buat kita para pembaca yg mau mengambil hikmah.

Apapun keadaan diri kita saat ini ; normal atau cacat, tua atau muda, kaya atau miskin, banyak hutang atau tidak, jatuh atau bangun, sakit atau sehat, lelaki atau perempuan, dst, sesungguhnya “kitalah yg memilih jalan hidup untuk mau berhasil atau tidak!”.

Habibie dengan kursi rodanya mau belajar ke mana saja yg kebanyakan dilakukan orang normal. Habibie dengan kursi rodanya mau memanfaatkan pemberian Tuhan yg paling mahal, yaitu pikiran.

Di usia mudanya (21 thn), Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya. Kabarnya Modal Yayasan didapat dengan menyisihkan sebagian penghasilannya dari internet marketing (bisnis online).

Bahkan diri kita belum melakukan apa-apa di usia kita yg semakin tua. Belum memberikan manfaat yg banyak bagi orang lain…!

====================================

——————————————————

“Ya Allah, Maafkan kami selama ini yg tertidur dengan nikmat-nikmat yg telah Engkau berikan. Kami tidak menyadari betapa fisik yg sempurna sebenarnya adalah anugerah terbesar yg Engkau titipkan agar kami berusaha keras”.

“Yang kami lakukan hanyalah berkeluh kesah ketika mendapat kesulitan. Engkau telah membekali fisik kami dengan pikiran yg sempurna,
namun kami tidak bisa memanfaatkannya. Engkau telah memerintahkan kami untuk berfikir mencari jalan keluar dari kesulitan hidup, namun yg kami lakukan adalah berfikir untuk berkeluh kesah, berfikir hanya untuk mengatakan tidak bisa….!”

“Bahkan diri ini tidak lebih baik dari hewan jika hanya mampu berkeluh kesah tanpa berjuang mencari jalan keluar. Ya Allah, ampunilah kami yg membuat bodoh diri sendiri. Mulai saat ini, kami berjanji akan mengerahkan segenap potensi yg Engkau titipkan pd kami, agar kami menjadi manusia yg berguna, bukan hanya buat diri sendiri, tapi juga berguna bagi orang lain dan seisi alam. Kabulkanlah ya Allah!”
————————————————-

Sukses untuk kita yg Mau Terus Berusaha dan Bekerja,

Yang Masih Belajar,

Davit Putra

Pensiun Dini berkat Bisnis Online

Pencarian dari Google :

Meninggalnya Mbah Surip, Adakah Hikmah?

Hari Selasa kemarin, 4 Agustus 2009, sontak kita dibuat kaget dengan Berpulangnya Legenda baru Seniman Indonesia, Mbah Surip.

Bisa dibilang seluruh orang Indonesia mencurahkan perhatiannya pada peristiwa mendadak tsb, termasuk Presiden SBY sekalipun.

Saya sendiri tahu berita tsb sekitar pukul 12 siang setelah ada seorang tetangga (ibu-ibu) yang lewat disamping rumah seraya menegur istri saya. “Teh, gak pergi tuh ngelayat Mbah Surip?”. Pernyataan santainya membuat istri saya tak percaya. Sang Ibu terus saja berjalan sambil berlalu….

Ah, masak sich? Kata Istri dan Saya saling bertanya…Saya kebetulan sedang ngobrol sama istri yg sedang menyuapi makan bayi kami di samping rumah.

Kami segera membuka channel TV berita untuk mencari tahu, yaitu TV One dan Metro TV.

Jreeeng….! bener juga tuh ibu. Mbah Surip yg meninggal mendadak pagi itu telah menghiasi berita di beberapa stasiun TV. Beberapa saat saya terus mendengarkan berita dari TV untuk mengetahui penyebabnya.

Lalu karena kebetulan saya sedang online dan membuka Facebook, saya mulai melihat beberapa orang mulai menulis di dinding Facebooknya. Bergantian mereka menulis berita meninggalnya Mbah Surip. Saya pun tidak ketinggalan menuliskan sepenggal kalimat pemberitahuan di Dinding Facebook.

Sebagian pembaca facebook tidak percaya karena beritanya begitu mendadak. Namun dengan beredarnya berita tsb dalam hitungan detik dan menit, maka lambat laun orang mulai percaya juga.

==========================

Mbah Surip meninggal di puncak ketenarannya. Padahal kita baru saja mulai menikmati Lagunya “Tak Gendong” menggema di mana-mana. Dari mulai anak-anak, orang dewasa, dan kakek-nenek, semua pada tahu lagu yg liriknya sangat sederhana itu.

Ada hal lain yang membuat orang tertarik mengetahui sosok Mbah Surip selain Lagunya yg unik tsb. Yaitu kesederhanaan hidup dan penampilannya.

Meski dikabarkan sudah meraup Royalti sekitar 4,5 Milyar dari RBT lagu “tak gendong”, toh penampilan dan kesederhaannya tidak berubah. Memang orang merasa aneh melihat rambut gimbalnya, dan aneh juga melihat hidupnya berpindah-pindah tanpa rumah yg tetap.

Orang mungkin setengah percaya kalo ternyata Mbah Surip ini lulusan MBA (S2) yg membuatnya bisa bekerja di luar negeri selama bertahun-tahun. Beliau pernah bekerja di Perusahaan Pengeboran minyak hingga Penambangan Emas di Amerika, Yordania, hingga negara Eropa.

Pendidikan yg lumayan dan pengalaman kerja yg segudang tidak membuatnya nyaman hidup di bidang tsb. Ia pernah putar haluan hidup menggelandang jadi pengamen di Jakarta. Ia bergabung dengan beberapa bengkel seni di Jakarta untuk menyalurkan bakat seninya.

Sampai suatu ketika kita mengenal Mbah Surip Setelah Lagu “Tak Gendongnya” meledak di pasaran.

Sebenarnya lagu “Tak Gendong” adalah albumnya yg ketiga yg dibuat sekitar tahun 2003. Namun kita bertanya kenapa baru tahun 2009 ini lagunya Booming?

==========================

Kita mencoba menyelami hikmah apa yg bisa dipetik dari Perjalanan hidup Mbah Surip. Harta yg sedemikian banyak ternyata tidak bisa dibawa pada kehidupan berikutnya. Amal lah yg mengikuti kita pada kehidupan tsb.

Salah satu hikmah penting adalah kita hidup di dunia ini ibarat menjalankan “Lakon cerita di sebuah film”.

Hidup ini adalah rangkaian cerita kita masing-masing. Kita diberi kebebasan untuk menjalani Lakon baik atau Lakon buruk. Sutradaranya adalah Tuhan, Sang Maha Pencipta dan Pengatur kehidupan ini.

Meski kita diberi kebebasan menjalankan Lakon baik atau buruk, nanti di akhir cerita “Sang Sutradara” akan memberikan “reward” kepada masing-masing pelakon. Yang banyak menjalankan lakon baik, akan diberi kesenangan abadi di kehidupan yg abadi pula. Yang banyak menjalankan Lakon buruk, nanti akan diberi balasan berupa kesusahan dan kesengsaraan.

Akhir cerita hidup ini kita kenal dengan “Kehidupan Akhirat”. Kesenangan abadi kita kenal dg “Surga,” dan Kesengsaraan abadi kita kenal dengan “Neraka”.

Namung tak jarang Tuhan sebagai “Sutadara Kehidupan” memberikan balasan lakon baik kita selama hidup di dunia ini. Itulah yg kita kenal dengan “Rezeki yg Berkah”.

==========================

Kata Pak Ustad, rezeki itu harus dicari. Dia tidak akan datang jika kita tidak mau Berusaha. Namun carilah rezeki itu dengan cara-cara yg baik dan halal. Karena jika kita mencari Rezeki yg baik, maka balasannya bukan hanya pada Lakon hidup di dunia ini, pada lakon hidup abadi kelak kita pun mendapat kenikmatan tak terhingga.

Memang kadang kita lihat ada orang yg menjalankan lakon hidup buruk, dan masih diberi rezeki oleh Tuhan. Tapi bisa jadi rezeki tsb bukan Rezeki yg berkah, karena Tuhan bisa saja memberi berbagai rintangan dan kesusahan ketika kita menikmati rezeki “Lakon buruk” tsb.

Yang kita cari adalah rezeki yang berkah di dunia, dan balasan kehidupan baik (surga) di akhirat kelak. “Hidup Kaya di dunia, Bermanfaat bagi orang lain, dan mati masuk Surga bersama sebanyak mungkin orang lain”.

Ini yg berat kita jalankan : Bagaimana menjalankan lakon kehidupan dunia dengan baik, dalam rangka mencapai kebahagiaan Dunia-Akhirat.

Semua itu memerlukan usaha untuk belajar, mencari ilmu yg terbaik bagi peningkatan kualitas diri, dan istiqomah dalam menjalankan Lakon baik.

Saya jadi teringat pesan nabi :

“Kejarlah kehidupan dunia seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya, dan kejarlah kehidupan akhirat seolah-olah engkau akan mati besok pagi”.

Semoga Bermanfaat,

Davit Putra,

==========

Sang Pembelajar

7 Rahasia Website Pemula

Pencarian dari Google :

Gagal Jadi Dewan, Rp. 400 Juta Melayang

Selama ini Saya hanya mendengar dari Televisi atau membaca koran tentang kisah ‘pilu’ Caleg yang gagal memperoleh tiket ke kursi Dewan (DPR atau DPRD).

Namun kali ini, saya bertemu langsung dengan caleg yg mengaku gagal dan berusaha menenangkan dirinya. Semua sudah dipersiapkan ; baik usaha, pengikut yg kelihatan setia, modal pengalaman 35 tahun di pemerintahan, dan terakhir dana Rp. 400 juta yg diambil dari kantong sendiri.

Gaya bicara saya yg tadinya sekedar basa-basi di Warung Lontong Sayur, eh malah jadi bersemangat karena bertemu langsung dengan salah satu pelaku sejarah ‘per-caleg-an’.

Ceritanya beberapa hari yg lalu saya pulang dari lari pagi di Lapangan Sempur, Bogor. Pulangnya udah saya niatkan untuk mampir ke Bank BNI di Jalan Juanda. Biasa, saya ada keperluan membayar kartu kredit yg saya pakai untuk pasang iklan google adwords dan autoresponder.

Setelah beres urusan kartu kredit, saya cari sarapan pagi di depan kantor BNI tsb. Kebetulan ada Warung Lontong Sayur di depan. Saya memang langganan Lontong Sayur kalo ke BNI karena memang merupakan salah satu makanan favorit. Wah, jadi ketahuan deh ‘makanan favorit ‘ ku. He..he..he..

“Bu, Lontong Sayur satu, seperti biasa banyakin kuahnya”, Aku mulai memesan sambil mencari tempat duduk. “Siap Pak!”, kata Si ibu lontong.

Sambil duduk, aku melihat bapak di sebelahku sudah beres makan Lontongnya. Beliau membawa Handuk kecil untuk me-lap muka dan ‘perutnya’. Nah, ketika beliau me-lap perut sambil memasukkan handuk ke dalam baju, Aku jadi penasaran. Dalam hati, ngapain sich bapak ini!

He..he..he..Sambil penasaran aku berusaha menegur ; “Keringatan Pak, habis jalan pagi ya? Aku berusaha ramah sambil menebak-nebak kegiatan bapak itu sebelumnya.

“Iya nih pak, Habis keliling Kebun Raya (Kebun Raya Bogor maksudnya, red.). Lumayan badan jadi terasa ringan karena berkeringat. Kalo dah bisa ngeluarin keringat, nikmat betul rasanya hidup ini’, sang Bapak berusaha menjawab pertanyaan saya dengan ramah.

“Betul Pak, Saya juga habis olah raga lari pagi di Lapangan Sempur (Lap. Sempur letaknya bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor, red.). Olah raga murah meriah tapi menyehatkan’, imbuhku.

“Ya, betul tuh Pak. Saya kalo gak sibuk selalu menyempatkan diri untuk berolah raga. Tapi 7 bulan belakangan ini saya gak sempat berolah raga karena sibuk ngurusin partai”.

“Oh ya, emang bapak pengurus partai ya?, pasti sibuk sekali kemarin”, Aku mencoba memberi simpati.

“Bukan hanya pengurus, Tapi juga maju jadi caleg. Tiap hari ada saja orang yg datang ke rumah memberikan dukungan. Saya sudah menyiapkan 20 ribu spanduk dg harga 1 spanduk Rp. 50 rb, bekal kerja di pemerintahan sudah ada, pendidikan S2, dan kayaknya pendukung saya sudah oke. Namun kayaknya Allah belum mengijinkan sehingga saya gagal menjadi caleg”, begitu cerita singkat sang Bapak menyampaikan uneg-unegnya.

Sampai di situ aku belum terlalu serius menanggapai cerita Si Bapak tadi. Aku mendadak serius mendengarkan setelah Bapak itu membuka ‘dapurnya’ dengan mengatakan modalnya sekitar Rp. 400 juta sudah melayang.

“Wah, Bapak sampai mengeluarkan Rp. 400 juta untuk jadi caleg?” Aku bertanya mulai serius karena selama ini baru mendengar di media massa tentang kisah caleg yg amblas modalnya utk merebut kursi dewan.

“Yah, mau bagaimana lagi? kita tidak disediakan dana dari partai. Kalo mau maju, kita harus siap dana sendiri. Beda dengan partai lain (beliau menyebut salah satu partai baru yg terkenal), mereka sudah diberikan jatah dana dari partai jika maju jadi caleg. Lah, kalo saya? Harus merogoh kantong sendiri habis-habisan. Tapi mau dibilang apa lagi? meski semua tenaga dan dana sudah saya keluarkan, meski semua perhitungan dikalkulasi ulang, tapi tetap saja namanya Allah belum mengijinkan. Yah, lebih baik saya menerima aja keadaan ini. Dari pada stress, saya dari awal sudah menyatakan siap menang dan siap kalah!”

Saya semakin serius menanggapi cerita ‘pilu’ sang Bapak. Sempat juga saya bercanda karena setahu saya banyak caleg yang masuk RS. Jiwa. Di Bogor saja ada RS. Jiwa Marzuki Mahdi yang telah menampung beberapa pasien baru ‘hasil’ kegagalan para caleg. Dan bapak didepan saya tadi mersa bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah untuk menerima keadaan ini.

Obrolan kami di warung Lantung Sayur terus berlanjut sampai akhirnya ada teman sang Bapak kebetulan lewat dan mengajak jalan ke suatu tempat. Sang Bapak sempat bersalaman dengan saya sebelum akhirnya pergi bersama dengan temannya tadi.

Setelah sang bapak pergi, obrolan kecil saya berlanjut dengan Ibu Lontong Sayur yg mendengar percakapan kami tadi. kata Si Ibu, bapak tersebut termasuk kuat. Maklum orang Medan katanya. Umur Bapak tersebut sudah 56 tahun dan kayaknya sekarang sudah pensiun dari kantor pemerintah (Si Ibu menyebutkan satu kantor pemerintahan yg mengurus masalah keuangan). Ternyata Bapak tsb sering makan di warung Lontong Sayur sehingga Si Ibu sudah cukup mengenalnya.

==================================

Dalam perjalanan pulang, saya terus memikirkan pengalaman baru tadi bertemu dengan orang ‘pelaku’ drama per-caleg-an. Modal Rp. 400 juta habis?? Apa ya yang dicari dengan mengeluarkan modal sebesar itu untuk jadi caleg?

Dalam bayangan saya, kalo uang tersebut dipakai untuk modal bisnis tentu akan lebih bermanfaat. Dari pada dipakai untuk modal merebut jabatan yg peluang jadinya juga susah ditebak.

Apalagi kalo dipakai untuk Modal Bisnis Online. Jangankan Rp 400 juta, jika diambil 1% saja (Rp. 4 juta), maka sudah lebih dari cukup untuk memulai dan menjalankan Bisnis Online dengan tenang. Kalo dijalankan dengan serius, gak nyampe satu tahun, modal InsyaAllah kembali dan tinggal menikmati keuntungan selanjutnya saja..

Tapi itu hanya khayalan saya aja yg sudah mengetahui betapa prospeknya Bisnis online untuk masa depan. Tidak semua orang tahu dan mau mengeluarkan modal meski hanya ratusan ribu untuk Bisnis yang satu ini.

Kecuali orang yang sudah terbuka pikirannya dan mau berjuang untuk pekerjaan yang lebih baik dan menentramkan.

Bagaimana pendapat Anda???

Sukses untuk Kita yg mau Berubah,

Davit

Bagaimana Saya dapat Rp. 20 juta dari produk orang lain?

Pencarian dari Google :

Tukang Koran aja Tahu Meningkatkan Ekonomi Rakyat

Hari ini Aku diingatkan sebuah ilmu berharga dari seorang Tukang Koran.

Tadi pagi aku tidak online sampai tengah hari. Jadwal onlineku sementara ini lebih banyak di malam hari hingga menjelang subuh. Maklum minggu-minggu ini aku sedang menyusun buku panduan bisnis online buat para gapteker untuk website baruku nanti.

Tadi pagi setelah mengurus keperluan di Bank, aku mampir ke loper koran langganan di depan kantor BCA Sukasari-Bogor.

Aku memang meniatkan refreshing baca koran di loper tersebut karena letaknya yg di pinggir jalan raya. Ya, baca koran dan ngobrol sama si tukang koran atau pengunjung yg mampir merupakan salah satu refreshing pikiran bagiku.

Aku memang sengaja tidak langganan koran saja di rumah karena bagiku keluar mencari koran sambil mengurus keperluan lain adalah kegiatan refreshing.

Banyak yg aku bicarakan dengan Bapak Tukang Koran yg umurnya sekitar 40 tahunan ini. Dari mulai keadaan politik yg memprediksi calon presiden dan wakil presiden sampai keadaan ekonomi rakyat yg berpotensi besar untuk maju.

Wawasan beliau cukup luas juga. Saya pikir mungkin karena beliau sehari-hari berkecimpung di dunia informasi dan banyak bertemu dengan para langganannya.

Di bidang politik, Beliau memprediksi sudah bisa dipastikan SBY bakal menang lagi menjadi Presiden RI. Hanya permasalahannya SBY belum menemukan figur yg cocok sebagai wakil presiden.

Menurut informasinya, JK sudah dipastikan tidak bakal direkrut lagi sebagai wakil presiden karena berbagai alasan. Salah satunya karena Jk selama ini sudah bertindak sebagai seorang CEO dalam menjalankan pemerintahan. Bukannya sebagai pembantu presiden yg semestinya.

Yg mestinya jadi CEO adalah Presiden karena presidenlah yg mengambil keputusan. kalo pembantu cukup mengkoordinasikan Mentri agar menjalankan tugas dengan baik.

Saya berpikir benar juga apa yg terjadi selama ini. JK seolah-olah dominan yg menentukan jalannya pemerintahan.

Prediksi calon wakil SBY yg baru adalah Akbar Tanjung (Golkar), Hidayat Nurwahid (PKS), Hatta Rajasa (PAN), atau Sri Mulyani (Menko Perekonomian sekarang).

Di bidang ekonomi, kami membicarakan peluang kemajuan usaha kecil di Indonesia. Menurut Bapak Tukang Koran tadi, usaha kecil Indonesia bakal maju bersama-sama jika lebih diperhatikan oleh pemerintah.

Coba didirikan koperasi sebanyak-banyaknya disetiap kecamatan. Koperasi dibentuk berdasarkan komunitas terdekat. Misal, jika di satu kecamatan ada komunitas usaha industri dan usaha pertanian, maka dibentuklah koperasi industri dan koperasi pertanian.

Koperasi bisa menjadi roda penggerak ekonomi untuk memodali usaha kecil di wilayah kerjanya.

Buatlah program pembangunan dengan tanggung jawab langsung di bawah Camat, bukan seperti selama ini yg masih di bawah Kabupaten atau Kotamadya. Sebab yg tahu permasalahan langsung dengan masyarakat unit terkecil adalah camat melalui lurah atau kepala desa masing-masing.

Kembali ke usaha kecil, saya jadi teringat data terbaru Metro TV tentang UMKM. Bahwa 90% dari usaha yg ada di Indonesia adalah usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jumlahnya mencapai 50 juta UMKM. Usaha yg tergolong besar hanya 10% saja. Jumlah tenaga kerja yg terekrut dari UMKM adalah 97 juta orang.

Bayangkan jika potensi UMKM bisa dikembangkan di tiap kecamatan di Indonesia. Dari 50 juta UMKM, jika mereka masing-masing menambah 1 orang karyawan, maka akan ada penambahan 50 juta lapangan kerja baru. Jika masing-masing menambah 2 orang karyawan, maka akan ada penambahan 100 juta lapangan kerja baru.

Fantastis bukan hitungan sederhana ini??? Kalo itu terwujud, tentu tidak ada lagi yg namanya pengangguran di Indonesia. Bisa-bisa kita kekurangan tenaga kerja jika UMKM bertambah menjadi 100 juta UMKM.

Kapan ya keadaan ini bisa terjadi???

Jadi Pengusaha dg Modal Kecil