December 8th, 2009 Penyakit Cikungunya dan Surga
Sepintas tidak ada hubungannya antara penyakit Cikungunya dan Surga. Ini hanyalah kisah nyata yg dialami istri Saya.
Saya mencoba mengambil hikmah dari penyakit yg sempat diderita istri.
Ketika menulis artikel ini, istri baru sembuh dari penyakit cikungunya yg gejalanya menurut kami ‘cukup aneh’. Menurut istri yg ketika itu sedang sakit, Tulang-tulang seluruh tubuh seolah terasa remuk, lutut, mata kaki, lengan, punggung, leher, hingga kepala semuanya terasa seperti ‘lumpuh’. Belum lagi badan terasa panas dingin katanya.
Kondisi istri Saya waktu itu hampir tidak bisa berjalan. Kalaupun bisa, jalannya sangat berat karena seluruh tubuhnya kaku.
Perkiraan Saya waktu itu mungkin istri kecapean karena mengurus Toko offline, mengantar anak sekolah, mengurus pekerjaan rumah tangga, dan membantu kelancaran Bisnis Online suaminya.
Mulailah Saya mengurut dan melakukan pijat Refleksi di bagian syaraf yg berhubungan. Kebetulan Saya punya sedikit pengalaman pijat refleksi yg Saya pelajari dan praktekkan sejak masih Kuliah dulu. Selama kami menikah, bisa dikatakan istri tidak pernah ke dokter kecuali untuk melahirkan atau tambal gigi. Padahal katanya sebelum menikah dulu langganan ke Dokter jika sakit. Menurut istri, pijat refeksi lumayan membantu melancarkan peredaran darah sehingga jadi lebih fit.
Setelah 3 hari saya melakukan terapi Refleksi, penyakit istri gak kunjung berkurang. Sakit tulang yg dirasakannya seperti hilang timbul. Siang hari rasa sakitnya sedikit berkurang, namun malam hingga pagi hari sakitnya terasa berat sekali. Saya lihat seperti gejala orang stroke mendadak.
Saya menyarankan untuk ke dokter, namun beberapa kali ia menolak. Berdasarkan informasi dari tetangga yg pernah merasakan sakit yg sama, kata mereka itu kayaknya gejala penyakit Cikungunya. Baru setelah seminggu badannya terasa semakin berat, istri Saya mau diajak ke dokter.
Mulailah Saya mencari tahu Dokter mana yg pernah menangani penyakit cikungunya ini. Setelah dapat informasi, siangnya saya daftarkan ke Dokter Umum. Kebetulan prakteknya ternyata tidak jauh dari rumah. Jaraknya sekitar 1,5 km.
Saking antrinya, istri Saya dapat antrian malam hari sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah diperiksa Dokter beberapa menit, ternyata benar Dokter menyimpulkan istri saya terkena ‘cikungunya’. Diberilah istri obat untuk 4 hari pemakaian. Dan sempat disuntik dulu sebelum pulang. Kata Dokter, jika setelah 4 hari tidak sembuh, silahkan balik lagi.
Namun alhamdulillah, setelah 3 hari pemakaian ternyata kesehatan istri saya berangsur pulih. Badannya mulai segar kembali karena tulang-tulangnya tidak sakit lagi. Total sekitar 10 hari istri merasa badannya seperti lumpuh.
————————————————
Ada 2 hikmah yg bisa kami ambil dari kejadian penyakit ‘aneh’ tersebut :
1. Ternyata Nikmat Sehat itu sangat-sangat didambakan ketika Sakit.
2. Ternyata Peran istri sebagai ibu sangat berat Mengurus rumah tangga..
——————————————————–
1. Ternyata Nikmat Sehat itu sangat-sangat didambakan ketika Sakit.
Ketika diri kita masih sehat wal-afiat, rasanya hidup biasa-biasa saja. Saking merasa biasa, kita tidak tergerak untuk melakukan kebajikan sebanyak-banyaknya.
Yang kita ingat hanya bagaimana mencari kepuasan lahir dengan pemenuhan kebutuhan hidup yg tiada bertepi. Tak jarang kita hanyut dengan kesibukan individual ; apakah mencari nafkah siang-malam, pertemuan dg Klien, bergaul dg teman-teman, jalan-jalan dengan keluarga, mencari tempat makan yg enak, dan seabrek agenda duniawi yg seakan kita akan hidup selamanya.
Namun ketika diri kita ‘di-sentil’ Oleh Allah dg memberikan ujian sakit, baik berat maupun ringan, barulah kita terhenti sejenak. kita seolah ‘dipaksa’ sadar bahwa ternyata sakit itu tidak enak. Bahwa sakit itu ternyata menderita.
Ditengah keadaan sakit, kita baru tersadar bahwa ternyata Sehat itu sangat kita dambakan. Kita berdoa siang-malam agar disembuhkan dari sakit. Kita berdoa dan berjanji untuk selalu mendekat kepada-NYA jika sudah sembuh nanti.
Ternyata bagi orang yg mau mengambil Hikmah, sakit itu adalah cara yg diberikan Allah agar kita kembali dekat kepada-NYA. Kita ternyata masih disayang Allah, agar tidak terlalu jauh terlarut dalam kehidupan dunia
yg sebenarnya ‘fatamorgana’ ini.
Mungkin selama ini kita tidak khusuk beribadah kepada-NYA, terlalu memikirkan bisnis dan melalaikan ibadah utama kepada-NYA.
Melalaikan bisa jadi melambat-lambatkan, menunda, dan bahkan melupakan ibadah hanya karena urusan dunia.
Alhamdullilah, itu yg kami rasakan berdua sebagai manusia yg tak lepas dari dosa dan khilaf.
Kami jadi saling mengingatkan bahwa hidup ini hanya sementara. Sesibuk apapun kita mengejar dunia, masih ada kampung akhirat yg juga perlu persiapan bekal. Bekalnya tentu mengumpulkan amal kebaikan sebanyak-banyaknya, baik kebaikan kepada Allah, maupun kepada sesama manusia.
Tuhan tidak meminta diluar batas kemampuan kita, yg diminta adalah sesuai kemampuan yg dititipkan kepada kita.
2. Ternyata Peran istri sebagai ibu sangat berat Mengurus rumah tangga.
Ketika istri sakit, mau tidak mau Saya mengambil alih sebagian tugas istri. Mulai dari memandikan anak, memakaikan baju, mendandani,
antar/jemput anak sekolah, menidurkan si kecil, dan memikirkan Toko Offline yg selama ini diurus istri.
Dalam kesibukan itu, syukurnya Bisnis Online Saya masih terus berjalan karena disetting berjalan otomatis.
Itu baru sebagian contoh tugas seorang istri lho. Belum lagi tugas rutin memasak, mencuci dan menyetrika pakaian, belanja ke pasar, pengurus BP-3 di sekolah, dan mungkin masih banyak lagi sesuai kegiatan masing-masing.
Hal yg tak kalah pentingnya adalah mengasuh anak dan melayani suami dengan baik.
Pantaslah seorang ustadz pernah mengatakan : “Siapa yg bilang tugas istri itu ringan? sangat berat lho…! Bayangkan, istri itu jam kerjanya sangat panjang, mulai dari terbit matahari , hingga ‘terbenamnya’ mata suami…!”.
He..he..he…untuk kata yg terakhir ini saya hanya tersenyum seraya meng-iya-kan di pikiran…Mungkin para suami lain juga bisa merasakannya..hayooo, ngaku!!!
Oleh karena itu, sangatlah pantas Hadits Nabi yg mengatakan “Surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu”.
Bahkan ketika sakit pun seorang istri masih sempat memikirkan bagaimana menyiapkan makan suaminya, apakah anaknya sudah makan atau belum, apakah sudah mengerjakan PR, dsb.
Mungkin itu jualah yg dirasakan Ibu kita ketika membesarkan kita sampai bisa dewasa seperti ini….
——————————————————-
Oleh karena itu, Saya angkat Topi setinggi-tingginya kepada para Ibu (istri).
Saya sangat menghargai keletihan mereka mengurus rumah tangga, Saya sangat menghargai seorang istri yg masih bekerja dan membantu suami membangun rumah tangga yg mandiri, dan Saya sangat menghargai keinginan seorang istri untuk bisa punya waktu lebih banyak mengurus anak dan suaminya.
Saya mendoakan semoga kerja keras para istri mendapat Ridho suaminya, karena katanya Ridho Allah thp istri terletak pada Ridho Suaminya. Kalo sudah mendapat Ridho Allah, tentu segala kerja keras istri akan berbuah manis (surga dunia-dan-akhirat).
Kepada para Suami, mari kita bekerja keras untuk men-sejahterakan anak dan istri. Kita menikahi istri bukan untuk menyengsarakan mereka. Sesuai janji kita saat ijab kabul, kita akan membahagiakan istri dan keluarga
secara lahir dan batin.
Apapun keadaan kita saat ini, kita masih diberikan kesempatan oleh-NYA untuk membuktikan janji tsb. Mumpung kita masih punya umur, Buktikanlah pada sisa umur kita ini..!
Bangunkanlah ‘Energi Raksasa” (Giant Energy) yg masih tertidur dalam diri kita. Kita lelaki dilahirkan untuk jadi pemenang. Bukan sebagai orang yg kalah.
Bukankah di kala masih jadi benih, kita bersaing diantara
150 juta sel sperma dan diri kita yg “menjelma” sebagai Pemenangnya???
Kita terlahir sebagai PEMENANG!!!
Ini Kodrat Saya dan Anda semua…Mari Buktikan!
“Mari menjadi suami yg bisa dibanggakan anak dan istri kita”>>>
“Mari menjadi Istri yg bisa menjadi simbol keberhasilan Suami”>>>
Dibalik keberhasilan seorang Suami, ada seorang istri yg hebat yg selalu menguatkan…!!!
Sukses bagi Suami-Istri yg sedang mencari kedamaian,
Davit Putra,
============
Suami yg Masih Belajar




December 8th, 2009 at 6:31 pm
Saya jadi teringat akan hadis nabi tentang 5 perkara, salah satunya adalah “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”. Berapa banyak diantara kita selama ini yang mengabaikan kesehatannya, ketika Alloh mengujinya dgn sakit, barulah kita sadar arti pentingnya kesehatan.
December 8th, 2009 at 8:38 pm
Wanita adalah perhiasan dunia
sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah
by Rhoma irama
December 8th, 2009 at 10:43 pm
saya setuju sesuai ajaran agama islam jadi kita sebagai
suami harus ridho apa yang dilakukan istri sehari hari sebagai manager rumah tangga tanpa mengharap gaji yang diinginkan hanya ridho suami dan membahagia anak
December 9th, 2009 at 12:30 am
wanita, kau bagaikan :
bunga tanjung, harum baumu melintasi gunung,
kau bagaikan
bunga mawar, lambang keabadian cinta yang berkobar,
kau bagaikan
ilalang, yang terus tumbuh walau dilahan gersang,
December 9th, 2009 at 12:30 am
Saya adalah seorang istri dan ibu dari seorang putri berusia 1.5 tahun, kesibukan saya sebagai pekerja dan sebagai ibu rumah tangga memang menyita waktu dan tenaga namun saya sungguh bersyukur memiliki suami yang sangat memahami kondisi saya.. dan putri yang tumbuh dengan lincah. menurut saya itu anugerah yang tergantikan…
December 9th, 2009 at 1:00 am
Baru tahu tentang penyakit itu dan terima kasih infonya untuk berjaga-jaga.
December 9th, 2009 at 1:07 am
Trimakasih Pak David, agak bangga juga jadi istri nih saya….tapi emang benar istri memegang peraan dalam Rumah tangga tanpa menyepelekan peranan Suami lho… paa suami jangan pada marah yaah.didalam rumah tangga harus saling pengertian, tolong satu dengan yang lain.
Dalam kita melakukan tugas or bisnis tiap hari, harus mengutamakan Tuhan.tiap hari ada jam harus istirahat. saya ibu RT juga dengan anak 3, kuliah lagi, makanya semua urusan RT di kerjain sendiri kog,… makasih Pak
December 9th, 2009 at 1:08 am
Hidup adalah pengabdian diri secara total kepada Allah SWT. Pengabdian dibutuhkan Perjuangan yang penuh dengan keikhlasan. Perjuangan tanpa pengorbanan adalah “Nol Besar”. Kita tidak boleh mengklaim bahwa diri kita telah beriman, kalau Allah belum akan mengujinya. Ujian Allah SWT sesuai dengan kemampuan kita masing-masing dan semata-mata untuk meningkatkan derajat dan kualitas keimanan kita kepada-NYA, misalnya istri sakit, anak nakal, penghasilan berkurang, banjir, PHK,naik pangkat, kaya, miskin dsb. Dengan positive thinking apa yang telah dialami istri, Pak Davit tidak saja memberikan janji kepada istri pada saat pernikahan, tetapi juga telah memberikan bukti pada saat kesusahan. Insya Allah bahagia dunia akherat.
December 9th, 2009 at 1:15 am
alhamdulilah…..pg2 saya baca artikel ini membuat saya merenung sejenak tentang hari2 yg telah saya lewatkan tanpa teringat sang maha pencipta, betapa lupa nya saya krn mengejar dunia. Terimakasih untk dpt mengingatkan kembali tentang hari esok dan kampung akhirat, saya berharap banyak mendapat pelajaran2 yg berharga.tq
December 9th, 2009 at 1:28 am
Peranan seorang Ibu dan Istri sangat besar dalam dunia ini.
Kasih sayangnya sepanjang jalan (masa), yang tidak akan pupus ditelan oleh waktu.
December 9th, 2009 at 1:47 am
Terimakasih atas informasinya, memang berat tugas sebagai seorang istri tapi kalo kita melakukannya dengan ikhlas akan terasa ringan dan membahagiakan, thnx.
December 9th, 2009 at 2:00 am
yah saya ikut prihatin saran saya banyak-banyaklah ber sodaqoh agar terhindar dari musibah.
December 9th, 2009 at 2:19 am
Itulah salah satu kebesaran Allah, menciptakan segala-Nya dengan rencana dan maksud yang tertentu pula, bagi kita sebagai insan manusia harus bisa memelihara apa yang telah diberikan kepada kita, dengan segenap Syukur. artinya mulai dari kita makan selain higienis tapi juga harus menggunakan ukuran, jangan berlebihan karena Allah tidak suka yang berlebihan ini berlaku di semua hal.
December 9th, 2009 at 2:27 am
Beberapa minggu terakhir ini saya menemui orang-orang yang terkena sakit cikunguya, diantaranya dua teman saya yang berprofesi jadi guru dan seorang pengusaha serta istri Pak Davitsendiri. Dari pengamatan saya orang-orang tersebut sangat super sibuk dan kurang memperhatikan keluarga yakni anak, istri atau suami. Perkiraan sementara saya hal ini oleh Allah diberi siksaan dunia berupa penyakit tersebut. Untuk itu kita perlu perhatian terhadap keluarga dan mohon ampun kepada Allah SWT. Bagaimana pendapat anda ?
December 9th, 2009 at 2:50 am
setahu saya pemyakit tsb biasaya disebabkan oleh gigitan nyamuk penyakit yg ibu rasakan banyak dialami oleh masyarakat disekitar kami ,oleh karena itu kami hanya menyarankan agar lingkungan kita lebih bersih ,& gnakan anti gigitan nyamuk bila bepergian demikian yang saya dapat berikan semoga bernmanfaan ,
maaf lho bkn berarti rumah bpk ngak bersih trims
December 9th, 2009 at 3:06 am
Syukurlah Ibu sudah sehat kembali,Ibu pasti juga bangga punya suami Pak Davit yang sabar dan penuh pengertian. Benar ternyata kesehatan sangat berharga ya Pak…
Oya Pak David dan teman-teman semua,mumpung sehat Anda bisa ikut Asuransi(besar sekali manfaatnya,jadi kalau sakit atau darurat ada Asur yang bayar, Dan Sehat mau pun sakit tetap ada tabungan untuk masa depan Anak).
Bagi yang mau saya buatkan ilustrasi gratis silakan email Lusia.turdi@gmail.com.
Pak Davit saya buatkan gambarannya ya? Pasti berguna untuk keluarga Anda
December 9th, 2009 at 3:14 am
Alloh tidak akan mencoba hambanya sehingga hambanya itu terbebas dari cobaan tersebut
dan tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya semua itu sudah menjadi sunatulloh
December 9th, 2009 at 3:35 am
Alhamduliah setelah baca cerita bapak jadi bertambah ilmu. Kata nya Sakit itu adalah sebuah anugrah dan kasih Sayang ALLAH karena Sakit bisa menjadi sebab gugur nya Dosa-dosa kita jika kita menerima nya dengan sabar, ridho dan ikhlas. semoga kita termaksud orang-orang yang selalu mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari ALLAH untuk kita syukuri agar hidayah dan petunjuk nya bisa membuat kita lebih dekat kepada nya amin
December 9th, 2009 at 5:07 am
Yah betul sekali pak Davit, jika kita sobar diberi penyakit sampai 3 hari makan Alloh menghapus dosa2 oarang tersebut yang dimaksud Sobar =tetap beribadah dalam segala kondisi.
December 9th, 2009 at 5:21 am
alhamdulillah istri antum dah sembuh, semoga kesembuhan yang tidak menimbulkan lagi rasa sakit, sebagaimana doa yang diajarkan nabi pada kita.Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, hidup-mati, kaya miskin,tangis-ketawa, sedih-bahagia, dll, termasuk sehat dan sakit, dan itulah yang menghasilkan harmoni dan tawazun/keseimbngan. Dan paket itu berasal dari Sang Maha Tahu, Allah yang meiliki segala rahasia bagi para hambaNya.Kita tentu tidak bisa memilih paket yang hanya sesuai keinginan kita, karena sesungguhnya dibalik segala apapun episode yg sedang Allah berikan pada kita, tentu ada hikmah, kedengarannya klasik, tapi itu kan sama sama kita imani. teringat pada kita betapa nasehat hujatul Islam Imam Ghazali, bahwa nikmat terasa begitu besar/berharga ketika sedang dicabut dari diri kita, begitu sakit ya Allah ” alangkah berharganya sehat itu” dll. Surah 21 ayat 35 mengingatkan kita” bahwa Allah menguji hambanNya dengan dua keadaan, enak dan tdk enak, baik dan buruk, agar kita sadar tuk kembali. Nampaknya dlm bahasa sederhana dan itu intisari dan mudah dikata tp mgkin sulit diamal, bhwa ujian yg enak lulusnya dengan syukur, ujian yang tak enak llulusnya denagn sabar. Subhanallah jika kita bisa memformulasikan syukur dan sabar dalam keseharian kita, maaf sharing ini smg bs manfaat bagi semua kita, wasalam
December 9th, 2009 at 5:24 am
Wanita..Diciptakan dari rusuk lelaki
bukan dari kepalanya untuk dapat mendudukinya..
wanita..diciptakan dari rusuk lelaki
bukan dari kakinya untuk dapat diinjaknya..
Tetapi dari sampingnya..agar sejajar dengannya
dekat dengan lengannya..agar dilindunginya
dekat dengan hatinya..agar tetap dicintainya..
Kasih Ibu kepada Beta tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali..bagi sang surya menyinari Dunia..
December 9th, 2009 at 5:50 am
Sangat setuju dengan artikelnya pak Davit, kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang kita terima dan harus selalu menghargai istri, betapanya mulianya sang istri yang berbakti sama suaminya.
December 9th, 2009 at 8:47 am
Hay Saudara David yang budiman.
Sungguh saya ikut prihatin dan sekaligus senang dengan ber-angsur2 kesehatan isteri anda membaik dan semua itu terjadi betapa BesarNya Kuasa Allah SWT yang memberikan kenikmatan,ujian dalam hidup kita.
Yang pasti kita harus sadar untuk tidak LUPA,LALAI,MENGABAIKAN kewajiban kita kepada Sang Khalik.
Saudara Davit yang baik.
Saya hanya bisa mendo’akan dari jauh ,mudah2an segera pulih kesehatannya seperti sedia kala .
Memang disetiap kejadian pasti ada hikmahnya,jadi kita harus ,,ELING lan WASPADA”
Salam.
December 9th, 2009 at 9:19 am
alhamdulilah… Kita selalu mensyukuri nikmat allah swt yang diberikan pada kita … amin
December 9th, 2009 at 9:49 am
moga kesehatan itu punya makna….
December 9th, 2009 at 11:32 am
subhanalloh…semoga Allah senantiasa memberikan Rahmat kepada Bapak sekeluarga, karena Bapak telah mengingatkan kita semua utk senantiasa mensyukuri nikmat sehat yg telah Allah berikan kepada kita semua. Juga, senantiasa menghargai istri kita….
December 9th, 2009 at 12:20 pm
Bung Davit,salam jumpa dan ketemu eh apa yang anda paparkan diata sudah betul dan memang seharusnya demikianlah adanya semoga anda tetap teguh kokoh dalam menjalaninya, memang hidup ini bagaikan panggung sandiwara selah olah olah menjadi jembatan kehidupan yang pandai mengambil hiqmah dan dan bersukur semoga menjadi orang yang beruntung,amin. best regard to your family.
December 9th, 2009 at 1:02 pm
peran wanita dalam rumah tangga tidak bisa tergantikan oleh seorang pria, sekalipun berubah posisi pria mengurus rumah dan wanita bekerja di kantor…amat sanga berat sekali bagi seoarang pria untuk melakukan itu, mencegah lebih baik dari pada mengobati, pelihara sehat sebelum datang sakit…..
December 9th, 2009 at 1:20 pm
memang penyakit cikungunya itu semacam virus bisa disembuhkan tapi tidak dapat dimatikan tapi hanya dilemahkan oleh karena itu istri pak david harus menjaga kesehatan nya agar stamina kuat, jangan terlalu capek karena apabila stamina kita lemah maka virus itu akan menyerang lagi ok salam sehat dan pasrah pada subahana allah
December 9th, 2009 at 1:55 pm
Guru ngaji saya mengajarkan kebijakan bersikap dalam mengahadapi sakit : pertama, ucapkan alhamdulillah… karena Alloh telah memilih Anda sebagai penerima anugrah pengurangan dosa2 jika menerima sakit dengan sabar. kedua, ucapkan innalillahi…karena Dia Alloh maha penentu dan kepadaNya kita kembali.
Luar biasa… selamat.. Anda (pak Davit)telah menemukan hikmah dibalik musibah sakit. Semoga istri Anda segera kembali bugar, dan keluarga kembali ceria..amien.
December 9th, 2009 at 2:33 pm
sodakoh tadfaul bala’ “sodakoh itu menolak bala” jadi kesehatan jasmani, kelancaran ekonomi akan diterima oleh siapa saja yang senang sedekah . moga semua kita di dalamnya. amien…
December 9th, 2009 at 2:37 pm
nikmat sehat itu nikmat tp waktu dlm keadaan sakit harus kita “nikmati” dgn bersabar dan tawakal kepadanya.
Banyak saudara kita yang lupa bahwa semua kehidupan manusia didunia ini adalah cobaan dari ALLAH SWT baik itu senang,susah,kaya,miskin,berharta,bokek,kerja,nganggur dll ini semua adalah cobaan dan ujian apakah kita mau kembali kepada-NYA.Cuma kita melihat cobaan itu bila kita ditimpa musibah/cobaan inilah persepsi yang salah dikita.terlalu banyak bila ana tuliskan disini.Ana referensikan ke antum membaca media ummat dan al-wa’ie.syukron
December 9th, 2009 at 3:12 pm
makasih infonya tentang penyakit cikungunya
semoga menjadi satu pelajaran bagi semua orang yang lagi sehat,tetapi perlu saya garis bawahi tentang surga di telapak kaki ibu.yang saya tahu mending kalau di telapak kaki ibu tak terdapat korengan,posisi ibu disini harus di hormati dan di sayangi karena ibu yang menerima titipan seorang bayi dalam rahimnya.tetapi surga di telapak kaki yang sebenarnya adalah ada dalam surat Fatihah,ibu kandung nya Qur’an dan seluruh nya ada disitu.
Orang bisa masuk surga atau neraka tergantung bisa atau tdk ngamalkan yang ada di surat Fatihah.semoga manfaat.
December 9th, 2009 at 11:02 pm
pagi yang penuh makna, tepat sekali suraga memang daitelapak kaki ibu, dalam segala kondisi apapun sang ibu/istri masih tetap memikirkan apa yg sedang terjadi terhadap anak/suami dan keluarganya. sungguh luar biasa pekerjaan dan pengorbanan dari seorang ibu, salam sukses buat team bisnis online
December 10th, 2009 at 2:56 am
Aku setuju dengan ungkapan pak davit ” ketika diri kita ‘di-sentil’ Oleh Allah dg memberikan ujian sakit, baik berat maupun ringan, barulah kita terhenti sejenak”. Secara fitrah manusia sifatnya lupa, tapi tak boleh lupa jati dirinya sebagai makhluk/ ciptaan Alloh s.w.t. Seberapapun sibuknya manusia, ia akan mengalami ajal juga (bukti sifat kelemahan manusia). So, disamping disibukkan urusan dunia, sibukkan diri ini dengan nikmatnya menghamba dengan Alloh s.w.t, bukan kepada materi semata. Merugilah orang yang hanya disibukkan urusan dunia. Terima kasih Pak Guru Davit. Manusia beruntung adalah yang saling menasehati/ mengingatkan antar sesama.
December 10th, 2009 at 6:06 am
terima kasih banyak atas info yang sangat berharga semoga istri pak Davit cepat pulih dan bs beraktivitas seperti biasa. kiranya kejadian ini akan menjadi pengalaman berharga untuk kita semua bahwa sinyal dari tubuh sekecil apapun dari tubuh kita haruslah didengar agar dapat ditangani dengan cepat, tepat dan akurat.
salam hangat
December 10th, 2009 at 6:22 am
Semoga tulisan pak davit menjadikan hikmah bagi kita, terutama bagi saya dan keluarga.
Bagi pak Davit dan keluarga semoga Alloh SWT memberikan kesabaran dan tetap bersyukur, diberikan kesehatan dan semangat. Sehingga Ilmu dan cita-citanya yang mulia terlaksana, amin
December 10th, 2009 at 7:16 am
Alhamdulillah…. kalau sekarang dah sembuh, karena memang dibalik sakit yang diberikan Alloh pasti akan ada hikmah yang akan kita dapatkan, termasuk waktu untuk istirahat istri p Davit yang selalu disibukan dengan seabrek kegiatan sehingga sedikit lupa dengan kesehatannya, okey terus bersyukur dan bersabar p Davit sehingga bisa terus menyemangati kita amin
December 10th, 2009 at 12:39 pm
mungkin saya bisa berbagi disini. pernah ada tetangga saya yang sakit cikungunya dan di kasih minum sprite katanya manjur…mungkin belum ada penelitian secara ilmiah tapi kalo di coba apa salahnya..hehehe…
December 10th, 2009 at 1:49 pm
Saya juga pernah keserang cikungunya Mas Davit, dari situ sya benar2 merasakan betapa nikmatnya Sholat ketika saya sehat,saya tetap sholat meski harus bersusah payah utk ruku’ , sujud dst. Mudah2an penyakit ini tidak lagi menghampiri saya, Aamiin.
December 11th, 2009 at 12:57 am
Pak, tante saya juga pernah kena cikungunya 2 kali malah, tapi sudah bener2 sembuh total, jadi beliau sangat senang berbagi… jadi kalo ada yang masih terkena bisa dibantu diberi tahu nama obatnya,
tria.safe@gmail.com
terima kasih
December 11th, 2009 at 12:20 pm
Didaerah pegunungan banyak pemanjat pohon durian kena chikunguya. Bisa sembuh sendiri setelah seminggu an. Mereka biasanya hanya berobat ke Mantri (paramedis), karena tidak punya uang untuk berobat ke dokter. Penyebabnya nyamuk. Maklum di gunung banyak pohon tinggi dan rimbun : pete, duku, melinjo, durian dll, jadi nyamukpun banyak …. Syukurlah isteri bapak sudah sembuh …
December 11th, 2009 at 1:50 pm
Maha Besar Allah dengan segala cobaan dan Kasih Sayangnya. Hidup adalah berkah dan anugrah yg harus kita ambil hikmah dan manfaatnya buat kehidupan yg lebih abadi.
December 12th, 2009 at 1:16 am
“Alhamdulillah’ kita masih di ingatkan oleh Allah, semoga istri bapak diberi cepat kesembuhan dan kesehatan, ingatlah tujuan kita hidup di dunia ini adalah ibadah “dan tidak dijadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-KU”,semoga dengan peristiwa ini kita bisa senantiasa meningkatkan amal sholih dan ibadah kita, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, Amin.
December 14th, 2009 at 3:12 am
Assalamu’alaikum warohmatulloh..
Baru buka internet lagi nich..
Alhamdulillah.. atas kesembuhan istri mas davit..
Alhamdulillah.. Kita masih dapat melihat bebrapa hikmah dari musibah yg menimpa kita. Salut untuk mas davit.. saat yg lain berkeluh kesah bahkan banyak yg marah2 krn musibah yg menimpanya.. mas davit berikhtiar dan dpt mengambil beberapa hikmah. Barokallohufikum.
December 18th, 2009 at 7:50 am
Syaloom!!! Salam sejahtera buat kita semua!
Betul pak Davit disamping hikmah yang kita dapatkan kita harus terus syukurin apa yang kita dapatkan hari ini sehingga kita masih bisa online seperti sekarang ini. Memang sudah hukum alam kali jika kita sakit baru kita sadar pentingnya/mahalnya nilai kesehatan itu kadang2 kita berjanji dalam hati kalau aku sehat nanti aku akan berobah tetapi ternyata setelah kita sehat kita lupa dengan janji kita pada saat merasakan suatu penyakit. pesan pada teman2 yang lain jangan sampai penyakit yang menegur kita baru mau berobah untuk hidup sehat. Terima kasih Salam!!!
December 30th, 2009 at 5:13 am
Terima kasih pak Davit, tdk melupakan Iwan, mdh2han pak Davit sekeluarga di beri kesehatan dan sukses terus. Bersyukurlah kita yang masih diberi kesehatan dan pergunakanlah kesehatnnya untuk beribadah kepada-Nya. Thanks Pak Davit
January 27th, 2010 at 11:45 pm
VAzKBpM
January 29th, 2010 at 2:26 am
Terima kasih, Pak untuk pengalamannya. Tetapi sebenarnya untuk semua penyakit, Tuhan sudah menyediakan obatnya. Tinggal kita mencarinya. Untuk segala penyakit karena virus ada satu obat bernama VCO ( Virgin Coconout Oil ), tetapi sebagian besar yg beredar adalah yg kualitas rendah. Satu yg bagus adalah yg bermerek Cap Shen
February 1st, 2010 at 9:43 am
memang tugas istri sangat berat, tapi kita sering lupa bahwa tugas suami adalah yang paling utama (menurut saya) mengajak istri untuk takutkan Tuhan. Banyak diantara kita menuntut istri kita supaya taat pada kita aja, tidak diteruskan untuk mencintai Allah. Saya yakin istri pak davit yang penyabar itu, karena didikan bapak.
February 5th, 2010 at 2:59 am
Pak Davit maaf saya baru bisa komentar sekarang karena jga baru gabung, yayaya memang tugas isteri itu sangat berat tapi kita sbagai laki2 kadang egois tidak pernah memperhatikan isteri sepenuh hati hanya apabila kita membutuhkan saja baru perhatiaan sekali lagi terima kasih pak David atas peringatannya mungkin kalo saya tidak baca tulisan pak davit perlakuan saya terhadap isteri sama seperti kebanyakan suami2 yg lain hayo jangan pd bohong tetapi mulai saat ini saya akan memperhatikan isteri dan membimbingnya dengan baik juga membantu pekerjaannya yg selalu padat dan banyak setiap harinya kalo dihitung ga ada habis2nya maafkan saya ya istriku selama ini sering menyakitimu mudah2an dengan pengalaman ini semua akan menjadi baik amin
February 8th, 2010 at 12:52 pm
NRHofit EEYTILfN
February 10th, 2010 at 8:25 pm
CysdAbfu Cialis
February 10th, 2010 at 9:36 pm
VChtVI Buy Viagra
February 11th, 2010 at 4:18 am
oGueZC Klonopin
February 12th, 2010 at 1:11 am
KciMJer Viagra
February 12th, 2010 at 8:33 pm
nANWTuQ Buy Xanax
February 15th, 2010 at 12:16 am
GwpdDSE Cialis
February 15th, 2010 at 7:31 pm
VdKYhcYX Viagra
February 16th, 2010 at 8:31 pm
NYqUYJef Ambien
February 17th, 2010 at 7:20 pm
KZKDwOYT Cheap Phentermine
February 19th, 2010 at 2:27 am
orykAEWJ Viagra
February 19th, 2010 at 9:24 pm
ECWNNc Viagra
February 20th, 2010 at 9:54 pm
oPxxPJrc Xanax
February 23rd, 2010 at 5:43 pm
lwwkPPxN Tramadol
February 24th, 2010 at 9:00 pm
RRUTCt Buy Viagra
February 26th, 2010 at 7:39 pm
CtgCPjVD Xanax
February 27th, 2010 at 7:11 pm
phrqdFnc Cialis
February 28th, 2010 at 11:57 pm
DJKjoyu Cheap Valium
March 1st, 2010 at 9:24 pm
qnLbcDmt Buy Phentermine
March 3rd, 2010 at 7:16 pm
QOSIEat Ambien
March 4th, 2010 at 8:04 pm
dffgmnJ Buy Xanax
March 5th, 2010 at 9:18 pm
VBgPEFY Cheap Ambien
March 7th, 2010 at 5:38 pm
eObYbdr Buy Xanax
March 8th, 2010 at 7:29 pm
YPftXjM Xanax