February 8th, 2010 Kenapa kita Diberi Kesusahan Hidup?
Hello Sobat pembaca yg Budiman..!
Tulisan ini lebih bermaksud sharing kepada pembaca sekalian. Atau tepatnya berbagi pengalaman bagi mereka-mereka yg sedang mengalami kesusahan.
Saya terdorong membuat artikel ini karena banyaknya member Rahasia Website Pemula dan Bisnis Davit yg curhat tentang kesulitan hidup yg sedang mereka dialami.
Saya percaya setiap kita pasti pernah mengalami yg namanya kesusahan.
Baik kecil maupun besar. Baik ringan maupun berat. Dari mulai persoalan pribadi, rumah tangga, hubungan keluarga, sakit, kondisi pekerjaan, status sosial, usaha yg jatuh bangun dan sering bangkrut, banyak hutang, sulit berhasil, dan masih banyak hal lain yg tidak mungkin disebutkan satu per satu.
Kalau mau diakui, hidup ini sebenarnya adalah ‘kumpulan dari kesulitan’. Dan setiap kesulitan sudah disandingkan Tuhan dengan jalan keluar. Tinggal kita berusaha mencari jalan keluar yg sdh disiapkan Tuhan tsb.
Contohnya adalah perjalanan seorang bayi yg belajar utk bisa berdiri. Mulai dari mengangkat pantatnya, hingga meluruskan kakinya semua perlu proses jauh bangun. Tidak pernah bayi yg mau belajar berdiri langsung bisa berdiri dalam sekali usaha.
Begitu juga ketika sang bayi mau berjalan. Tidak pernah bayi bisa langsung berjalan mulus ketika mulai belajar jalan. Adakalanya kaki kirinya menyenggol kaki kanan sehingga dia terjatuh. Adakalanya sang bayi menyenggol kursi tamu ketika jalan sehingga terjatuh ke lantai lalu keningnya benjol.
Begitu pula hakikatnya kesusahan yg dihadapi orang dewasa. Karena akal kita sudah berfungsi optimal, maka kesusahan yg kita hadapi tentu setara dengan Fungsi akal kita.
Hanya Tuhan punya perhitungan sendiri utk memberi kesusahan (baca ; cobaan) pada setiap hamba-Nya. Kesusahan tsb disesuaikan dengan kapasitas akal yg Tuhan titipkan kepada kita. Jangan pernah sanksi atas kemampuan Tuhan utk memberi kapasitas kepada kita. Perhitungan Tuhan tidak akan meleset. Masalah yg kita terima sudah diperhitungkan sesuai kapasitas ‘indera’ yg dititipkan ke kita.
Hanya masalahnya ada pada diri kita masing-masing. Maukah kita menggunakan ‘indera’ yg sudah dititipkan Tuhan tsb utk menjemput jalan keluar???
Dari mana kita tahu jalan keluar dari suatu masalah? ‘Belajar dan Mencoba’. Itu kuncinya.
Kerahkan segenap potensi ‘indera’ yg sudah dititipkan Tuhan pd diri kita.
Cari tahu apa penyebab utama masalah kita. Setelah tahu penyebabnya, tinggal kitabelajar dari berbagai literatur bagaimana orang menyelesaikan masalah yg kebetulan masalahnya sama atau mirip dengan kita.
Setelah kita belajar dari berbagai literatur (buku, internet, TV, koran, majalah, dll), maka tidak syah jika ilmu yg sudah diketahui jika tidak dipraktekkan.
Mulailah ‘bereksperimen’ kira-kira jalan apa yg perlu kita lakukan.
Karena kita belum tahu persis jalan keluarnya (karena masih belajar tadi), maka tidak ada kata takut dalam memulai. Jika menurut hati nurani kita baik, maka ikutilah kata hati tsb.
Ada kalanya dalam satu kali usaha kita menemukan jalan keluar.
Namun lebih sering lagi usaha kita akan terpental dalam mencari jalan keluar. Itu biasa. lakukan lagi, lagi, dan lagi. Sambil kita melakukannya berulang-ulang, selipkan juga upaya instropeksi atau review apakah yg kita lakukan ada yg kurang. Apakah ada dosa yg telah kita lakukan dan kita belum minta ampun (bertobat) kepada Sang Pemberi Jalan Keluar..
Jika ada yg kurang atau salah dalam menyelesaikan masalah, maka perbaiki caranya. Jika ada dosa yg telah kita lakukan dan belum minta ampun kepada-Nya, maka segeralah minta ampun. Terus lakukan introspeksi itu semua dan jangan berhenti sebelum berhasil menemukan jalan keluar.
Jika kita mengeluh di tengah jalan, itu manusiawi. Namun cepat-cepat sadarkan diri kita bahwa inilah mungkin yg namanya proses pembelajaran. Dan suatu saat kita akan mengakui kebenaran kalimat bijak berikut : “Pengalaman adalah Guru yg paling berharga”.
Berikut beberapa hikmah lain dari kesusahan yg kita hadapi :
-Kita diuji Tuhan untuk jadi orang mulia (diangkat derajad kita) jika mampu mengatasi kesusahan tsb dg baik.
-Barangkali kesusahan tsb bisa menebus dosa-dosa kita yg lalu jika kita menghadapinya dengan sabar dan ikhtiar.
-Ada banyak ilmu baru (baca : hikmah) yg bisa kita petik dan jadi bekal jika terjadi masalah yg sama suatu hari kelak (problem solving). Atau kita bisa menunjukkan kepada org lain jika suatu hari mereka menghadapi masalah yg mirip dg kita.
-Jika dikaitkan dalam dunia Bisnis yg kita geluti, maka kesusahan yg diberikan Tuhan akan menguji apakah kita pantas Naik Kelas ke Bisnis yg lebih besar.
Meminjam istilah Pak Renaldi Khasali, Bisnis kita harus naik kelas layaknya orang sekolah. Murid yg tidak lulus ujian tentu tidak memenuhi syarat utk naik kelas. Begitu juga bisnis kita. Mengapa kita menjadi orang yg lemah ketika diuji dengan berbagai kesusahan? Padahal ujian kesusahan adalah pintu gerbang untuk menuju Bisnis yang lebih besar lagi.
Mana mungkin Bisnis kita maju jika menghadapi beberapa kali ujian saja kita sudah mundur?
Dalam konteks lebih luas, mana mungkin kita bisa merasakan kesuksesan hidup jika diuji saja kita lebih banyak berkeluh kesah?
Akan lebih baik jika kita selalu percaya pada ‘persandingan’ yg telah Tuhan buat : “Bahwa dalam setiap kesusahan, pasti Tuhan menyediakan jalan keluar”.
So, keep spirit teman-temanku. Anda tidak sendirian menjalani hidup ini.
Yakinlah Anda dipersiapkan Tuhan utk menjadi orang besar karena berani mencari jalan keluar dalam setiap kesusahan yg dihadapi..!
Yang Masih Belajar Tentang Kehidupan,
Davit Putra,
========
CEO RWP



February 8th, 2010 at 2:42 am
Coba dengar lagu The Masive antara lain syairnya ” jangan menyerah,jangan menyerah” terus ” hidup ini adalah anugerah” , lagu ini mempunyai filosofi tinggi yang dibuat dengan syair sederhan.
Coba David dengar, dan resap lagunya.
February 8th, 2010 at 2:50 am
Hidup adalah penghalang. Lepas dari satu penghalang, orang merasa bahagia, tetapi penghalang lain siap menghadang. Seperti waktu sekolah: Lulus SD bahagia,tetapi jenjang SMP sudah menunggu dst. Itulah namanya hidup. Hidup adalah gerak. Berhenti bergerak adalah mati. Timbullah peribahasa: Orang yang berhenti belajar adalah orang yang sudah mematikan setengah dari hidupnya.
Semua orang mengalami ‘kesusahan hidup’, termasuk saya. Hanya saja bagaimana kita menyikapinya. Jika dianggap bala, dunia jadi kiamat. Mungkin seutas tali atau melompat dari gedung bertingkat jadi pilihannya. Tetapi bila menyikapinya sebagai tantangan, semangat hidup akan berkobar. Jalan lempang terbentang di depan.
February 8th, 2010 at 3:36 am
mensyukuri semua yang diberikan Tuhan kepada kita apapun bentuknya ,menjalaninya dengan kebahagiaan pasti akan lebih indah
February 8th, 2010 at 3:39 am
Hidup adalah cobaan. Kita kaya, miskin, pinter, bodoh itu mrpkan cobaan juga. Yg penting kita bisa mencari solusi yg terbaik. Thank infonya. Lain waktu sy akan kunjungi blog anda lagi
February 8th, 2010 at 3:55 am
Setuju pak … alangkah banyaknya orang yang mengakhiri hidupnya (bunuhdiri) gara-gara merasa telah habis harapan, tidak tahu jalan keluar, sampai ada yang merasa Tuhan tidak adil karena menimpakan penderitaan yang begitu berat kepadanya.
Padahal seperti kata Pak Davit yang dikutip dari Al-Quran, bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan sehingga setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Jadi bila merasa mengalami masalah yang begitu berat, bertawakkallah dan kembalikan kepada Yang Maha Menyelesaikan masalah. Insya Allah kita bisa tenang menikmati cobaan yang diberikan Tuhan sebagai sebuah ujian untuk menjadi lebih baik.
February 8th, 2010 at 4:28 am
Tulisannya bagus Pa Davit, menyegarkan dan memberikan inspirasi.
February 8th, 2010 at 4:56 am
Memang yang penting hidup ini harus selalu bangkit,sekeras apapun kt jatuh pasti ada jalan keluar asal kt mau berusaha…
February 8th, 2010 at 5:00 am
Memang dalam hdp smua punya masalah,entah ekonomi,keluarga, kesehatan, dll. Yang pntg jgn patah semangat,maju terus…
February 8th, 2010 at 5:01 am
Never….never…never…Never Give Up!!
February 8th, 2010 at 5:41 am
Betul apa yang bang Davit sampaikan di tulisan itu…memang pada dasarnya ….setiap hari kita di beri yang namanya kesusahan/ kesulitan….tapi tak sedikit orang yang tak mampu atasi kesulitan itu……sama halnya saya saat ini….yang masih kesulitan untuk bisa berhasil dari utak-atik komputer dan internet….supaya menghasilkan uang….belum berhasil…..
maklum berangkat dari 0 alias buta bisnis internet….
February 8th, 2010 at 7:51 am
Mas Davit ini memang luarbiasa bukan saja mengetahui atau peduli dengan kesulitn orang lain tapi beliau juga memberikan solusinya,,,,, kalau sih kisah bagaimana seorang bayi yang berusaha hidup mencari jalan keluar selama dalam kandungan,hingga belajar merangkak itupun kita sudah tau,Tapi menghadapi kenyataan hidup kita sehari hari itu yang membuat kita selalu merasa kerdil dan kadang putus asa,kalau salah ngomong nanti bisa jadi kupur lagi…hahahahaha.
February 8th, 2010 at 9:04 am
untuk mencari jalan keluar kita diotak bisa sendirian
kita butuh orang lain tuk sharing
nah biasanya kalo gak aa tempat shring itulah yang bikin mampet pikiran dunia terasa gelap… jadi cuman ada dua pilihan tempat singgah yang gelap bunuh diri ato hal2 negatif lain sedang yang terang mendatangi orang2 shalih tuk dapat pencerahan
February 8th, 2010 at 9:31 am
Betul sekali mas Davit, hidup memang penuh dengan ujian. Semoga kita semua dapat melampauinya.
February 8th, 2010 at 10:26 am
Seberat apapun masalah kita, janganlah kita hanya berfokus kesitu serahkanlah segala persoalanmu ke dalam setiap doa dan permohonanmu kepada Tuhan, percayalah bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil karena Dialah pencipta langit, bumi dan segala isinya. Tetap Semangat, Gbu all.
February 8th, 2010 at 4:37 pm
saya sangat setuju,dengan ulasannya,memang semua manusia dihadapkan ujian dan cobaan,namun bukan hanya kesusahan yang merupakan ujian,tapi kebahagian dan kekayaan juga merupakan ujian,karena dengan kekayaan nya apakah manusianya sadar untuk membelanjakannya di jalan Tuhan Allah SWT yaitu mengamalkan sebagian hartanya,karena disemua kekayaannya ada harta orang miskin.jadi bagi mereka yang di uji dengan kekayaan beramal lah karena dengan mengamalkan hartanya insya Allah akan terhindar dari mara bahaya,jauh dari penyakit dan yang terpenting akan bertambah hartanya,dengan begitu adalah tanda rasa syukur kita pada Tuhan Allah SWT,karena dalam kutipan Alquran Bahwa Allah Akan menambahkan rizkinya jika hambanya Bersyukur namun sebaliknya allah akan memberi adzab yang sangat pedih jika hambanya tidak pernah bersyukur.
February 9th, 2010 at 1:06 pm
benar mas davit… kita harus introspeksi diri terhadap segala hal… semoga Allah SWT mengabulkan doa kita hingga kita menjadi orang yang sukses
salam buat temen2 rwp
jangan menyerah-praktek dan do’a
February 10th, 2010 at 1:33 am
Nuhun Kang Davit.
Artikel ini menjaditeman dalam kesendirian saya di kota Timika - Papua.
Jangan bosan ya Kang kirim-kirim artikelnya.
Tks
Wassalam
February 10th, 2010 at 3:20 am
Iya saya sangat setuju dengan uraian yang di sampaikan P Davit, jujur saat saya tulis commentar ini permasalahan dalam hidup sy seperti badai yang menghempaskan kehidupan dalam keluarga saya, Ya contohnya dalam kehidupan Ekonomi saat ini saya benar2 tidak penghasilan sama sekali karena sejak 4 bulan terakhir sejak berhenti kerja saya pontang - panting usaha dan usaha terakhir yang sedang saya kerjakan adalah usaha buka Warnet dengan nodal pas-pasan, doain saya ya P Dait biar usaha Warnet saya berjalan dengan baik, kalau ini jalan sy punya planing untuk invite anda ke tempat saya dan saya coba carikan peserta untuk khursus internet marketing bersama anda…doain ya Pa…terima kasih
February 12th, 2010 at 6:33 am
makasih pak david buat sharing bapak yang sangat menguatkan.Saya percaya Tuhan tidak pernah tidur dan akan selalu menolong kita hambaNya yang selalu berserah dan percaya padaNya.Yang pasti kita selalu mau berusaha dan tidak pantang menyerah dalam menghadapi hidup ini.Salam sukses……
February 17th, 2010 at 4:59 pm
Bagus banget pak makna tulisannya, sampai detik ini aku terus meyakini bahwa ujian atau cobaan bahkan musibah adalah kerinduan ALLOH untuk memeluk hambanya, karena hanya ALLOH yang maha mengetahui setiap hal yang terbaik bagi hambanya. ALLOH paham betul hambanya akan lebih dekat denganNYA klo dalam kekurangan dan kesedihan tapi klo diuji serba kecukupan seringkali hambaNYA mudah lalai. Semoga kita semua bisa menjadi hamba-hambaNYA yang berkecukupan tanpa lalai atas perintah-NYA , Amin. Salam sukses selalu…..
February 18th, 2010 at 5:49 pm
Sukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah (lagunya dmassiv atuh…..)
February 21st, 2010 at 7:43 pm
I realy like your cool outcome! Can you create the term paper essays as example? Because I know that a masters paper writing service is able create custom research papers of prominent quality.
February 26th, 2010 at 1:48 pm
makasih banget ama om davit yang terus merhatiin aku yang dirundung duka. aku sebenarnya pingin ngikuti apa saja yang disampaikan mas davit, tapi kendala dana(biaya) padahal hidupku susah banget mas. tiap hari hanya mikiran uang dari mana untuk bayar hutang, belum lagi mikir dua anak dan istriku. dan yang jadi kendala lainnya adalah bahasa inggris yang aku tidak aku kuasai sama sekali. mudah2 Allaoh swt memberi jalan dan kekuatan
March 2nd, 2010 at 4:00 am
Tks buat Pak Davit yang selalu optimis dalam hidup ini dan selalu memberikan keyakinan kepada kami bahwa hidup itu perjuangan yang harus dilakukan. Namun adakalanya suatu cobaan tidak ketemu jalan keluarnya. Seperti halnya yang saat ini sedang melanda kehidupan saya, sudah hampir 2 tahun saya belum menemukan jalan keluar masalah yang saya hadapi. Ya Alloh, bukakanlah gerbang jalan keluar dari cobaan ini!!! Jangan biarkan masalah ini menggantung dalam hidupku !????